Sebelum pertandingan dimulai, Alfaro mengingatkan para pemain Paraguay tentang perjalanan panjang yang membawa mereka sampai ke panggung terbesar sepak bola dunia. Ia membandingkan latar belakang timnya dengan Jerman, yang dikenal memiliki sistem pembinaan elite dan infrastruktur sepak bola kelas dunia.
Menurut Alfaro, para pemain Jerman dibentuk melalui akademi terbaik di Eropa. Sementara itu, banyak pemain Paraguay tumbuh dari lingkungan sederhana dengan mimpi besar yang dimulai dari lapangan kecil.
"Saya selalu mengatakan kepada mereka bahwa lawan kami dibina di akademi-akademi terbaik di Eropa. Sementara kami datang dari tanah merah. Jersey kami membawa warna tanah tempat banyak dari kami pertama kali bermain sepak bola dengan kaki telanjang," kata Alfaro, dikutip Marca.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para pemain Paraguay, perjalanan mereka dibangun melalui perjuangan panjang. Alfaro menyebut ada peran besar keluarga yang berkorban agar anak-anak mereka bisa mengejar impian menjadi pesepak bola profesional.
"Kami berasal dari pengorbanan para orang tua yang melakukan segala cara agar anak-anak mereka bisa berlatih. Mereka berjuang, berkorban, dan sering kali hidup dalam keterbatasan demi memberi kesempatan kepada anak-anaknya mengejar mimpi. Dari sanalah kami berasal," ujarnya.