Korea Selatan Babak Belur di Piala Dunia, Eks Pelatih Ditolak Satu Negara

- Hong Myung Bo mundur setelah gagal membawa Korea Selatan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, namun tetap mendapat penolakan luas dari publik.
- Penolakan terhadap Hong menyebar di media sosial, dengan berbagai tempat seperti pusat kebugaran dan toko menempelkan tulisan larangan masuk untuknya.
- Saat tiba di bandara, Hong dan timnya disambut cacian keras dari suporter yang kecewa atas kegagalan tim nasional Korea Selatan.
Jakarta, IDN Times - Hong Myung Bo memang sudah mundur dari kursi pelatih Korea Selatan, tapi kebencian suporter dan rakyat terhadapnya belum berhenti. Akibat gagal membawa Korea Selatan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, Hong ditolak di hampir seluruh fasilitas publik.
Penolakan terhadap Hong viral di media sosial. Sejumlah akun resmi dari toko hingga pusat kebugaran, menuliskan penolakan atas kehadiran Hong di tempat mereka.
1. Sampai pusat kebugaran tolak Hong
Salah satunya adalah NS Fitness di Bongseon, Gwangju. Mereka mengunggah foto kertas bertuliskan "Hong Myung Bo dilarang masuk" lewat akun Instagram-nya, @nsfitness_bongseon.
Kertas berisikan penolakan terhadap Hong juga muncul di pintu bus. Dalam video yang diunggah akun @hightemplar, dilansir Mothership, ada juga kertas bertuliskan penolakan Hong. Meski begitu, belum jelas apakah operator bus yang memasangnya atau hanya orang iseng.
"Hong Myung Bo tak boleh masuk Bus 80," begitu tulisannya.
2. Toko-toko juga menolaknya
Beberapa toko di Korea Selatan seperti GS25 juga menaruh tulisan yang sama. Mereka menolak kehadiran Hong ke dalam toko.
Ini menjadi bentuk kekecewaan seluruh warga Korea Selatan karena Hong sudah gagal menangani Taeguk Warriors.
3. Sejak di bandara sudah dicaci
Cacian sudah diterima oleh Hong bersama anak-anak asuhnya ketika tiba di bandara pada Rabu dini hari WIB (30/6/2026). Hendak menghindari amuk massa dengan pulang pagi buta, ternyata Hong malah sudah ditunggu oleh suporter di luar bandara.
Ketika Hong menginjakkan kakinya, kata-kata kasar langsung keluar dari mulut suporter. Ekspresinya datar, terlihat begitu tegang ketika menerima serangan verbal tersebut.














