Cape Verde Diguncang Skandal Pemerkosaan Jelang Lawan Argentina

- Kapten Timnas Cape Verde, Ryan Mendes, tengah diselidiki atas dugaan pemerkosaan terhadap penerjemah tim saat FIFA Series di Selandia Baru pada Maret 2026.
- Pihak kepolisian Selandia Baru dan manajemen Cape Verde bekerja sama dalam penyelidikan, sementara Mendes belum dijatuhi hukuman karena proses forensik masih berlangsung.
- FIFA menyatakan akan berkolaborasi dengan otoritas terkait dan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelanggaran hukum serta norma yang terjadi.
Jakarta, IDN Times - Cape Verde diganggu isu tak sedap jelang laga melawan Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Salah satu pemainnya tersandung skandal pemerkosaan jelang duel krusial tersebut.
Parahnya, yang mengalami kasus itu adalah sang kapten, Ryan Mendes. Dia sedang diinvestigasi atas kasus pemerkosaan yang terjadi di Selandia Baru.
1. Insidennya saat FIFA Series
Dilansir Globo, Mendes dituding telah melakukan penganiayaan dan pemerkosaan terhadap penerjemah tim. Insiden itu terjadi ketika Cape Verde melakoni laga FIFA Series di Selandia Baru pada Maret 2026 lalu.
Saat ini, investigasi masih berlangsung, termasuk analisis forensik. Kuasa hukum penerjemah sudah berkolaborasi dengan kepolisian Selandia Baru dan manajemen Cape Verde. Hingga kini, hukuman belum dijatuhkan kepada Mendes.
2. FIFA dukung penuh penyelidikan
FIFA juga sudah buka suara atas kasus ini. Dilansir USA Today, juru bicara FIFA menegaskan akan berkolaborasi dengan otoritas Selandia Baru terkait kasus tersebut. Ditegaskan FIFA, segala tindakan yang melanggar norma dan hukum harus ditindak tegas.
"Kami sampai saat ini belum bisa berkomentar lebih jauh," begitu pernyataan FIFA.
3. Sudah visum, tapi dicuekin staf Cape Verde
Penerjemah yang merupakan perempuan asal Brasil itu melaporkan, Mendes datang ke kamarnya di Auckland. Kemudian, dia mengaku dianiaya secara fisik dan diperkosa.
Dari insiden itu, dia mengalami luka-luka dan cedera di sejumlah bagian tubuhnya. Kemudian, dia melakukan visum dan terbukti ada luka di bagian alat vitalnya.
Sebenarnya, perempuan itu sudah melapor ke tiga staf Timnas Cape Verde. Namun, tak ada yang meresponsnya.














