Comscore Tracker

Thailand Memang Terlihat Sulit Dikalahkan Indonesia, tapi...

Rekor pertemuan kedua negara tak memihak Timnas Indonesia

Jakarta, IDN Times - Laga kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G akan dijalani Timnas Indonesia pada Selasa (10/9) malam nanti dengan menghadapi tim kuat. Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Stefano Lilipaly dan kolega akan menghadapi negara terkuat ASEAN, Thailand.

Kendati bermain di kandang, Negeri Gajah Putih jauh lebih diunggulkan dibanding tuan rumah. Walau begitu, bukan berarti Thailand adalah lawan yang tidak mungkin dikalahkan oleh skuat Garuda.

Lalu, bagaimana kira-kira cara mengalahkan Thailand nanti?

1. Adaptasi Thailand dengan pelatih baru

Thailand Memang Terlihat Sulit Dikalahkan Indonesia, tapi...IDN Times/Isidorus Rio

Salah satu yang patut jadi perhatian adalah pelatih baru Thailand, Akira Nishino. Nishino sendiri adalah mantan pelatih Timnas Jepang di Piala Dunia 2018. Kala itu, Samurai Biru lolos hingga babak 16 besar dan sempat merepotkan Belgia sebelum kalah dramatis jelang akhir laga.

Kini, eks pelatih Nagoya Grampus ini berlabuh ke Thailand. Di bawah asuhannya, Nishino mengakui bahwa Chanathip Songkrasin dan kolega masih beradaptasi.

”Ini pertama kalinya saya butuh penerjemah saat melatih. Tapi, sepakbola adalah bahasa universal dan saya usahakan selalu berbicara panjang-lebar dengan pemain saya untuk tahu apa yang mereka mau,” ujar Nishino di sesi konferensi pers, Senin (9/9) siang kemarin.

Masih belum padunya skuat asuhan Nishino terlihat di laga perdana mereka kontra Vietnam. Mendominasi laga dan menciptakan puluhan peluang, mereka nyatanya gagal menaklukkan tim tamu dan harus puas dengan skor 0-0.

Baca Juga: Jelang Lawan Thailand, Timnas Indonesia Belum Move On dari Malaysia

2. Tidak ada nama Teerasil Dangda di dalam skuat

Thailand Memang Terlihat Sulit Dikalahkan Indonesia, tapi...www.the-afc.com/asiancup

Satu yang mengejutkan dari skuat pilihan Nishino ini adalah tidak adanya nama penyerang ikonik Thailand, Teerasil Dangda. Penyerang berusia 31 tahun ini adalah salah satu penyerang terbaik di Asia Tenggara, namun cedera otot membuatnya menepi dari tugas negara.

Terhitung sejak Maret 2019, eks pemain Sanfrecce Hiroshima ini sudah absen membela Timnas Thailand. Ketiadaan Dangda membuat Nishino hanya membawa satu penyerang murni dalam diri penyerang muda, Supachai Jaided.

Baru berusia 20 tahun, penyerang muda ini tampak belum mampu mengisi posisi Dangda sebagai juru gedor andalan. Hal ini yang seharusnya bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mencuri kemenangan berharga atas tamunya.

3. Rekor pertemuan tak berpihak ke Indonesia, tapi...

Thailand Memang Terlihat Sulit Dikalahkan Indonesia, tapi...IDN Times/Ilyas Listianto Mujib

Data menunjukkan bahwa dalam lima pertemuan terakhir kedua negara, Indonesia memang terlihat inferior dibanding Thailand. Tapi, ada satu catatan unik.

Dua dari lima pertemuan terakhir yang dihelat di Indonesia, tuan rumah selalu bisa mencuri kemenangan tipis. Hal itu terjadi di Piala AFF 2010 dan final leg pertama Piala AFF 2016, di mana Indonesia sukses menang dengan skor identik, 2-1.

Sisanya, Thailand memang berpesta yakni menang 4-2 di fase grup Piala AFF 2016, menang 3-0 di leg kedua final Piala AFF 2016, dan yang terbaru pada Piala AFF 2018 kala Teerasil Dangda dan kolega berpesta gol 4-2

4. Menjinakkan kedahsyatan lini tengah Thailan

Thailand Memang Terlihat Sulit Dikalahkan Indonesia, tapi...carifootball.cf

Tak ada Teerasil, kekuatan besar Thailand memang tereduksi, tapi bukan berarti mereka jauh lebih lemah. Walau tanpa penyerang terbaiknya, Thailand diperkuat lini tengah yang bisa disebut salah satu yang terbaik di ASEAN saat ini.

Yang paling utama tentu Chanathip Songkrasin. Pemain berusia 25 tahun yang bermain bagi Consadole Sapporo di J1 League ini adalah bintang terbaik Thailand saat ini. Ia bahkan disebut “Messi-nya Thailand” oleh beberapa media di Jepang.

Selain Chanathip, Thailand masih punya Tanaboon Kesarat dan Sarach Yooyen, yang jadi dinamo lini tengah. Ketiga pemain ini bisa jadi kunci penting jika Indonesia tak mampu menguasai lini tengah dan membiarkan Thailand mengambil kendali permainan.

Baca Juga: Hadapi Thailand di GBK, Ini Pesan Simon McMenemy Kepada Pemain Timnas

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Just For You