Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Issa Diop yang Khianati Ucapan Sendiri Usai Putuskan Bela Maroko

Issa Diop yang Khianati Ucapan Sendiri Usai Putuskan Bela Maroko
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/sheriffmagdy)
Intinya Sih
  • Issa Diop resmi debut bersama Timnas Maroko pada Maret 2026 setelah FIFA mengesahkan naturalisasinya, tampil penuh dalam dua laga uji coba melawan Ekuador dan Paraguay.
  • Keputusan Diop membela Maroko bertolak belakang dengan pernyataannya tahun 2018, saat ia menegaskan hanya ingin memperkuat Prancis meski memiliki darah Senegal dan Maroko.
  • Maroko tengah krisis bek jelang Piala Dunia 2026 usai pensiunnya Romain Saiss dan cedera Nayef Aguerd, membuat Diop berpeluang besar jadi andalan utama di lini belakang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Issa Diop akhirnya mencicipi bermain bersama tim nasional di level senior pada jeda internasional Maret 2026. Namun, bek tengah milik Fulham tersebut merasakannya bukan dengan seragam negara kelahirannya, Prancis. Ia membela tanah air sang ibu, Maroko.

Situasi semacam itu memang bukanlah hal yang asing. Namun, bagi Diop, keputusan tersebut berarti ia harus rela mengkhianati ucapannya sendiri. Ini semua tidak terlepas demi bermain di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada musim panas nanti.

1. Issa Diop melakukan naturalisasi

Issa Diop debut bersama Maroko saat imbang 1-1 dengan Ekuador dalam sebuah laga uji coba yang berlangsung di Riyadh Air Metropolitano, Spanyol, pada 27 Maret 2026. Diop tampil penuh dengan memakai nomor punggung 5. Menariknya, FIFA baru saja meresmikan proses naturalisasinya pada hari yang sama. Empat hari kemudian, pilar setinggi 1,94 meter tersebut kembali tidak tergantikan. Diop mencicipi kemenangan pertamanya usai menaklukkan Paraguay 2-1 di Stade Bollaert-Delelis, Prancis.

Diop mengaku senang dengan kesempatan ini. Ia bangga bisa bermain dengan sekumpulan penggawa berkualitas. Diop mengungkapkan, ia memutuskan untuk melakukan naturalisasi setelah berdiskusi dengan pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, serta presiden federasi mereka, Fouzi Lekjaa. Menurut Diop, ia mendapat penjelasan soal visi keduanya dalam mengajaknya bergabung. Diop merasa yakin dengan rencana tersebut dan menegaskan telah membuat pilihan yang tepat.

2. Issa Diop pernah berjanji tidak akan membela negara selain Prancis

Langkah Issa Diop membela Maroko mengkhianati ucapannya sendiri yang ia lontarkan dalam sebuah wawancara dengan La Depeche pada 10 Oktober 2018. Saat itu, pria yang lahir pada 9 Januari 1997 ini mengungkapkan bahwa dirinya masih bermimpi membela Timnas Prancis. Namun, jika ternyata tidak mendapat kesempatan tersebut sepanjang kariernya, Diop menegaskan tidak akan pernah membela negara selain Prancis. Ia mengaku berhutang segalanya kepada tempat kelahirannya.

Percakapan ini muncul karena Diop yang saat itu tengah dilirik Senegal yang merupakan negara asal sang ayah. Sementara, Maroko merupakan tanah air sang ibu. Diop sendiri memang lahir di Prancis, tepatnya di Toulouse. Ia sebetulnya merupakan andalan Les Bleus di level junior. Diop tercatat rutin mendapat panggilan dari mulai U-16 sampai U-21. Diop bahkan merupakan bagian dari skuad yang menjuarai Euro U-19 2016 dan menyumbang satu gol dalam kemenangan 4-0 atas Italia pada final.

3. Maroko krisis bek jelang Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 jelas menjadi alasan mengapa Issa Diop bersedia mengkhianati ucapannya. Peluang Diop untuk bermain di ajang tersebut bersama Maroko memang begitu terbuka mengingat krisis yang tengah terjadi di lini belakang mereka. Maroko baru saja ditinggal bek tengah sekaligus sang kapten, Romain Saiss, yang memutuskan pensiun dari sepak bola internasional per 23 Februari 2026. Ironisnya, kondisi Nayef Aguerd yang menjadi tandem Saiss juga mengkhawatirkan. Penggawa milik Olympique Marseille itu tengah menjalani pemulihan usai melakukan operasi pada 12 Maret 2026 untuk mengatasi masalah pubalgia menyerangnya berbulan-bulan.

Aguerd mungkin saja sembuh di Piala Dunia 2026 nanti. Namun, selain dirinya, Maroko tidak memiliki bek tengah lain yang mumpuni. Itu setidaknya terlihat di skuad pada jeda internasional Maret 2026. Selain Diop, bek tengah mereka lainnya adalah Chadi Riad (4 caps, 22 tahun), Abdelhamid Ait Boudlal (1 caps, 19 tahun), Redouane Halhal (1 caps, 23 tahun), dan Ismael Baouf (0 caps, 19 tahun). Maroko sebetulnya mempunyai Jawad El Yamiq (41 caps, 32 tahun) atau Adam Masina (28 caps, 30 tahun). Namun, Mohamed Ouahbi memilih tidak memanggil keduanya. Pelatih yang baru menukangi tim mulai 5 Maret 2026 itu lebih percaya kepada para penggawa muda.

Itu mengapa Diop kemungkinan besar akan menjadi pilar kunci di lini belakang Maroko di Piala Dunia 2026. Itu setidaknya sudah terlihat dari fakta ia selalu bermain penuh dalam dua pertandingan pada jeda internasional Maret 2026. Diop unggul berkat pengalaman kayanya di level klub.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More