Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jalan Terjal dan Berbatu Harry Kane Menuju Ballon d'Or 2026
Striker Timnas Inggris dan Bayern Munich, Harry Kane, bereaksi usai menerima penghargaan Ballon d'Or 2026 sebagai pesepak bola pria terbaik dunia dalam upacara penganugerahan Ballon d'Or France Football 2026 di Palladium Theatre, London, Inggris, Senin (26/10/2026) waktu setempat. (Foto: AFP/FRANCK FIFE)
  • Harry Kane meraih Ballon d'Or 2026 setelah memulai karier di akademi dan menjalani masa peminjaman di Leyton Orient, Millwall, Norwich City, serta Leicester City.

  • Kane menjadi andalan Tottenham selama 10 musim dengan 280 gol dan 63 assist dari 435 laga, sebelum membuka babak baru bersama Bayern Muenchen.

  • Bersama Bayern dan Inggris, Kane mencetak 73 gol pada musim 2025/26; gelar Bayern serta posisi ketiga Inggris di Piala Dunia 2026 mendukung penghargaan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Harry Kane akhirnya sukses meraih Ballon d'Or 2026. Setelah melalui jalan panjang, bahkan sampai membela tim level bawah, dia mampu menyabet penghargaan tersebut.

Lahir di London pada 28 Juli 1993, Kane memulai semuanya di akademi Ridgeway Rovers pada 1999. Ia sempat bergabung dengan akademi Arsenal pada 2001, sebelum kembali ke Ridgeway setahun kemudian.

Pada 2004, Kane pindah ke Watford sebelum akhirnya bergabung dengan akademi Tottenham Hotspur. Ia menghabiskan periode 2004–2010 untuk mengembangkan kemampuannya bersama akademi klub London Utara tersebut.

1. Merintis karier dari klub kasta bawah Inggris

Perjalanan Kane menuju tim utama tidak berjalan mulus. Setelah masuk ke Tottenham, ia harus menjalani sejumlah masa peminjaman demi mendapatkan kesempatan bermain dan mengasah kemampuannya.

Pada 2011, Kane dipinjamkan ke Leyton Orient selama lima bulan. Klub tersebut berkompetisi di kasta ketiga sepak bola Inggris. Setahun kemudian, ia melanjutkan petualangannya bersama Millwall di Championship.

Pada Agustus 2012, Kane mendapat kesempatan bermain di Premier League setelah dipinjamkan ke Norwich City. Namun, ia belum mampu menunjukkan potensi terbaiknya dan hanya tampil lima kali tanpa mencetak gol.

Tottenham kemudian meminjamkannya ke Leicester City pada awal 2013. Di klub tersebut, Kane mulai menunjukkan perkembangan sebagai penyerang dengan mencetak dua gol dari 15 penampilan.

2. Menjadi andalan Tottenham

Kane kembali ke Tottenham menjelang musim 2013/14. Kesempatan bermain yang lebih besar menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya.

Sejak saat itu, Kane perlahan menjelma menjadi ujung tombak andalan The Lilywhites. Ia mencatatkan 12 gol dan tujuh assist dari 27 penampilan di seluruh kompetisi pada musim tersebut.

Kane kemudian bertahan di Tottenham selama 10 musim. Dalam periode itu, ia membukukan 280 gol dan 63 assist dari 435 pertandingan.

Produktivitas tersebut menjadikannya salah satu penyerang paling menonjol dalam sejarah klub. Namun, Kane akhirnya memutuskan membuka lembaran baru, bergabung dengan Bayern Muenchen.

3. Tetap tajam bersama Bayern Muenchen

Kepindahan ke Bundesliga menjadi tantangan baru bagi Kane. Meski memasuki usia matang sebagai pesepak bola, ketajamannya di depan gawang tetap terjaga.

Bersama Bayern, Kane telah mencetak 156 gol dari 159 pertandingan. Ia juga disebut mempersembahkan dua gelar Bundesliga, satu DFB-Pokal, dua Piala Super Jerman, serta dua trofi Sepatu Emas Eropa.

Performa impresif tersebut memperkuat reputasinya sebagai salah satu penyerang paling produktif di Eropa. Kane tidak hanya menjadi andalan di level klub, tetapi juga terus menunjukkan kontribusi penting bersama Timnas Inggris.

4. Torehan gol bersama Timnas Inggris

Kane menjalani debut bersama Timnas Inggris pada 2015. Tiga tahun kemudian, ia dipercaya menjadi kapten The Three Lions.

Hingga periode yang disebutkan dalam sumber, Kane telah mencetak 91 gol dari 125 penampilan bersama timnas Inggris. Catatan tersebut memperlihatkan konsistensinya sebagai pencetak gol utama Inggris selama lebih dari satu dekade.

Pada musim 2025/26, Kane mencetak total 73 gol dari 65 pertandingan bersama Bayern dan Inggris. Penampilan tersebut, ditambah pencapaian Bayern serta keberhasilan Inggris menempati peringkat ketiga Piala Dunia 2026, jadi dasar keberhasilannya meraih Ballon d'Or 2026.

Dari perjalanan Harry Kane meraih Ballon d'Or 2026 , kita bisa belajar bahwa jalan berputar itu tak selalu menyebalkan. Kadang, justru itu memang jadi jalan yang harus kita lalui menuju cahaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article