Opta mencatat, Mourinho menyamai catatan kemenangan Zinedine Zidane, Luis Molowny, dan Francisco Bru, dalam El Clasico bersama Madrid. Namun, mereka semua masih berselisih tiga kemenangan dari Carlo Ancelotti.
Ultimatum Mourinho ke Barcelona: Real Madrid Bidik Gelar LaLiga!

- Real Madrid menang 2-1 atas Barcelona di Camp Nou pada El Clasico, memberi Barcelona kekalahan pertama mereka di LaLiga musim ini.
- Jose Mourinho menegaskan kemenangan tersebut hanya awal kebangkitan Madrid; tim harus konsisten, termasuk saat menghadapi Racing Santander, demi memburu gelar LaLiga.
- Mourinho memuji permainan Madrid yang terorganisasi dan berani, sekaligus mencatat kemenangan El Clasico keenamnya, menyamai Zidane, Molowny, dan Francisco Bru.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, melayangkan perang urat saraf kepada Barcelona usai mengantarkan tim asuhannya menang di Camp Nou dalam duel bertajuk El Clasico dengan skor 2-1, Senin dini hari WIB (26/10/2026). Kemenangan itu, menurut Mourinho, menjadi sebuah sinyal jika Madrid sudah siap mengganggu Barcelona.
Start Madrid di LaLiga musim ini memang tak bagus. Beda dengan Barcelona, Madrid sudah menelan dua kekalahan. Sementara, hasil yang diraih di El Clasico merupakan kekalahan pertama buat Barcelona di LaLiga.
Meski begitu, Mourinho menyatakan Madrid baru benar-benar bangkit usai meraih kemenangan di El Clasico. Persaingan yang sesungguhnya, bagi pria Portugal itu, baru dimulai.
1. Madrid masih bisa bersaing

Para pemain Real Madrid merayakan gol Antonio Ruediger ke gawang AS Roma (AFP / Filippo Monteforte) Kemenangan atas Barcelona, diakui Mourinho, terasa manis dan luar biasa. Namun, dia meminta agar anak-anak asuhnya tidak terlena karena hanya awal dari persaingan panjang menuju gelar LaLiga.
"Ini adalah kemenangan yang luar biasa. Tapi, begitu kami kembali bekerja, saya tidak akan membiarkan siapa pun terlena dan berpuas diri. Jika kami menang hari ini, tetapi kemudian kalah di El Sardinero (markas Racing Santander akhir pekan depan), maka akan percuma. Real Madrid tidak bermain untuk menang di Camp Nou, melainkan untuk menjuarai LaLiga. Kami harus terus melangkah maju," kata Mourinho, dilansir Goal International.
2. Pujian selangit Mourinho untuk para pemain Madrid

Striker Real Madrid, Kylian Mbappe, saat berhadapan dengan kiper Rayo Vallecano asal Indonesia, Emil Audero (AFP / Oscar del Pozo) El Clasico jilid 1 musim ini, diakui Mourinho, begitu ketat dan menegangkan. Sesuai dengan reputasinya, Mourinho selalu merasakan tantangan yang tak biasa saat menghadapi Barcelona. Ketika menyaksikan anak-anak asuhnya berlaga di lapangan tanpa rasa lelah, Mourinho mengaku begitu puas dan bangga.
"Saya pikir ini adalah laga yang ketat dengan level permainan tinggi, membuat seluruh pencinta sepak bola di dunia berhenti sejenak untuk menyaksikannya, dan mereka tidak mengecewakan. Para pemain tampil luar biasa, bermain dengan sangat terorganisasi, fokus, dan penuh keberanian. Bagi saya, ini adalah kemenangan yang luar biasa bagi anak-anak, menghadapi lawan tangguh. Mereka pantas mendapatkannya," kata Mourinho.
3. Mourinho perpanjang rekornya di El Clasico
Berkat kemenangan ini, Mourinho resmi mencatatkan enam kemenangan di El Clasico sebagai pelatih Madrid. Catatannya ini sukses menyamai pelatih-pelatih legendaris Madrid sebelumnya.


















