Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Krisis Manchester United: Pemain Banyak Tingkah, Tak Profesional

2 min read
Krisis Manchester United: Pemain Banyak Tingkah, Tak Profesional
Bek Manchester United, Harry Maguire, bereaksi usai gagal menang atas Everton (AFP / Peter Powell)
  • Gary Neville mengkritik sikap profesional dan pola hidup sejumlah pemain Manchester United setelah kekalahan dari Bournemouth.

  • Neville menilai standar, komitmen, dan dedikasi di Manchester United telah menurun, seperti tercermin dari spanduk suporter di Old Trafford.

  • Neville membela Michael Carrick dan menyebut para pemain turut bertanggung jawab atas kemerosotan Manchester United.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Krisis yang melanda Manchester United dianggap oleh eks kaptennya, Gary Neville, sudah merasuk secara fundamental. Bagi Neville, MU terpuruk karena para pemainnya tidak bisa bersikap profesional dan gagal menjaga kualitas masing-masing.

Menurut Neville para pemain MU tak bisa bersikap semestinya baik di dalam dan luar lapangan. Ada nilai-nilai yang hilang dari para pemain MU, dari sudut pandang Neville, dan tak sesuai dengan skuad di masa lalu.

  1. 1. Merasa banyak yang tak bisa membawa diri

    AFP__20260822__C6A77QP__v1__HighRes__FblEngPrHullManUtd.jpg
    Gelandang Manchester United asal Portugal, Bruno Fernandes (kiri), menunjukkan ekspresi frustrasi usai timnya kebobolan gol kedua saat menghadapi Hull City pada laga Premier League di MKM Stadium, Inggris, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Paul ELLIS / AFP)

    Neville menilai ada beberapa pemain MU yang tidak menunjukkan perilaku profesional di luar lapangan. Sejumlah pemain, dinilai Neville, tidak cukup disiplin dalam menjaga pola hidup, mulai dari waktu istirahat hingga pilihan makanan sehari-hari.

    "Saya tinggal di Manchester dan tahu beberapa dari mereka tidak begitu profesional. Ada beberapa pemain yang tidak tidur pada waktu yang tepat, makan sembarangan, dan kurang memikirkan MU dalam kehidupan mereka," ujar Neville, dilansir ESPN.

    Bukan cuma hidup sembarangan, Neville juga melihat ada beberapa pemain yang bertingkah di luar batas kewajaran. Dari pandangannya, mereka merasa istimewa, padahal belum menunjukkan kualitas yang sepadan dengan sikapnya.

    "Beberapa dari mereka bertingkah seolah mereka Raja William, padahal bukan. Mereka bukan siapa-siapa," kata Neville.

  2. 2. Standar Manchester United sudah menurun?

    Saat ini, bagi Neville, standar MU sudah menurun. Pemain tak memberikan lagi kontribusi maksimal dengan komitmen dan dedikasi yang semestinya menjadi bagian dari identitas klub.

    Semua terlihat dari spanduk sindiran yang dibentangkan suporter di Old Trafford kala MU kalah telak dari AFC Bournemouth dengan skor 0-3, Minggu (25/10/2026). Dalam spanduk itu, muncul kata "Standards" yang mencerminkan kekecewaan suporter terhadap standar permainan dan sikap para pemain karena mengalami penurunan drastis.

    "Saya benar-benar tidak habis pikir betapa rendahnya standar yang ada. Di babak pertama, ada sebuah spanduk yang dibentangkan di tribun Stretford End bertuliskan 'standar'. Standar itu sudah lama hilang," kata Neville.

  3. 3. Neville bela Michael Carrick

    Pelatih Interim Manchester United, Michael Carrick, bersama Bruno Fernandes (AFP / Andy Buchanan)
    Pelatih Interim Manchester United, Michael Carrick, bersama Bruno Fernandes (AFP / Andy Buchanan)

    Saat situasi tak berpihak kepada Carrick, Neville justru bersikap berbeda. Bagi Neville, mantan rekan setimnya itu adalah sosok yang memiliki integritas, kredibilitas, sikap baik, dan profesionalisme. Neville menganggap para pemain ikut brrtanggung jawab pada kemerosotan MU terlepas dari Carrick yang kurang mumpuni dalam meramu strategi tim.

    "Dia belum mampu mengeluarkan kemampuan terbaik, dan para pemain sudah berbalik melawannya. Saya tahu itu, karena jika Bruno Fernandes sudah menunjukkan sikap tersebut secara terbuka melalui pernyataan kecilnya, bayangkan seperti apa perilaku pemain di belakang layar," ujar Neville.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More