Kala Perjuangan Timnas Indonesia Dituangkan ke dalam Film Dokumenter

- Film dokumenter berjudul 'The Longest Wait' akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 18 Juni 2026, menampilkan perjalanan Timnas Indonesia selama Kualifikasi Piala Dunia 2026.
- Karya ini memperlihatkan sisi tak terlihat dari perjuangan pemain dan pelatih, menjadi bentuk apresiasi yang membuat masyarakat lebih memahami dedikasi Timnas di luar lapangan.
- Diproduksi oleh Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures, film ini menghadirkan pendekatan sinematik yang menggambarkan harapan serta semangat bangsa melalui kisah perjuangan Timnas Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Perjuangan Timnas Indonesia selama Kualifikasi Piala Dunia 2026 kini akan terekam abadi. Perjuangan ini akan tersaji dalam bentuk film dokumenter yang tayang serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Juni 2026 mendatang.
Film dokumenter perjalanan Timnas Indonesia ini berjudul The Longest Wait. Film ini secara resmi diperkenalkan kepada publik pada Rabu (29/4/2026) di Plaza Senayan, Jakarta, bersama dengan poster resminya.
1. Membawa penonton masuk ke sisi tak terlihat Timnas

The Longest Wait nantinya tidak hanya menampilkan perjuangan dan perjalanan, tetapi juga membawa penonton masuk ke sisi yang belum pernah terlihat secara kasatmata, yaitu kejadian-kejadian di balik lapangan.
Film ini menggali perjalanan Timnas secara utuh. Sebuah kelompok dengan latar belakang beragam, mulai dari mereka yang tumbuh besar di Indonesia hingga luar negeri, namun dipersatukan oleh satu tujuan sama.
2. Jadi sebuah apresiasi bagi Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, menyebut film ini adalah sebuah apresiasi buat pemain dan pelatih Timnas. Dia berharap, film ini bisa membuat masyarakat semakin bangga dengan Timnas Indonesia.
"Masyarakat akan lebih tahu lagi tentang perjuangan pemain. Karena, mungkin saat ini masyarakat hanya bisa melihat di pertandingan saja. Tapi, dari film ini masyarakat akan bisa melihat apa yang dilakukan oleh pemain di luar lapangan," ujar Nova dalam sambutannya.
Senada dengan itu, Executive Producer of The Longest Wait & Managing Director of Fremantle Indonesia, Sakti Parantean, menegaskan film ini berbicara pada level yang lebih luas dari sekadar pertandingan.
"Kami percaya ini adalah cerita yang dimiliki semua orang Indonesia. Bukan hanya tentang tim nasional, tapi tentang harapan yang kita rasakan bersama di stadion, rumah, atau tempat lainnya," kata Sakti.
3. Diproduksi oleh Fremantle dan Beach House Pictures

Diproduksi oleh Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures, rumah produksi pemenang penghargaan kelas dunia seperti Emmy Awards, serta kreator di balik dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee & Jessica Wongso, The Longest Wait menghadirkan pendekatan sinematik dengan akses dan perspektif yang baru.
Produser Eksekutif The Longest Wait & Pendiri Bersama Beach House Pictures, Donovan Chan, menjelaskan sejak awal film ini memang tidak diposisikan sebagai cerita olahraga, melainkan refleksi dari perjalanan sebuah bangsa.
"The Longest Wait adalah film tentang sebuah bangsa yang telah menunggu, berharap, dan tidak pernah benar-benar melepaskan mimpinya. Film memberi kami kesempatan untuk menangkap bukan hanya apa yang dilihat orang di lapangan soal Timnas Indonesia, tetapi juga semua yang terjadi di baliknya," kata Chan.


















