5 Kandidat Pengganti Mohamed Salah di Liverpool, Siapa Saja?

- Mohamed Salah resmi meninggalkan Liverpool setelah sembilan tahun penuh prestasi, membuka perburuan pengganti yang sesuai dengan filosofi pressing dan fleksibilitas taktik Arne Slot.
- Lima kandidat muncul: Michael Olise dengan kreativitas tinggi, Yan Diomande yang eksplosif, Rayan Vitor berorientasi gol, Malick Fofana fleksibel namun belum stabil, serta Yankuba Minteh yang sudah mengenal sistem Slot.
- Tidak ada satu pemain pun yang mampu menggantikan seluruh kontribusi Salah; setiap opsi menawarkan pendekatan berbeda antara solusi instan dan proyek jangka panjang bagi evolusi taktik Liverpool.
Mohamed Salah resmi mengumumkan bahwa 2025/2026 akan menjadi musim terakhirnya berseragam Liverpool. Keputusan tersebut mengakhiri perjalanan 9 tahun yang sarat prestasi, termasuk kontribusi 255 gol dan 119 assist dalam 435 pertandingan di semua kompetisi. Kepergian sang ikon tidak hanya meninggalkan kekosongan di sisi kanan serangan, tetapi juga membuka desas-desus mengenai arah evolusi taktik Liverpool ke depan.
Meski bursa transfer musim panas 2026 masih beberapa bulan ke depan, isu mengenai calon pengganti Salah di sisi kanan serangan The Reds mulai mencuat. Selain memerlukan pemain dengan kualitas individu mumpuni, mereka juga membutuhkan sosok yang selaras dengan tuntutan sistem permainan Pelatih Arne Slot yang mengedepankan pressing intens, kecepatan, dan fleksibilitas. Dengan kriteria tersebut, terdapat lima nama muncul sebagai pengganti Mohamed Salah dengan menawarkan solusi instan maupun jangka panjang.
1. Michael Olise disebut sebagai kandidat yang paling mendekati profil permainan Mohamed Salah
Michael Olise menghadirkan profil yang paling mendekati Mohamed Salah dalam hal peran dan posisi. Ia merupakan winger kanan berkaki kiri yang mampu beroperasi dari half-space dengan kombinasi teknik, kecepatan, dan penyelesaian akhir yang tajam. Dilansir The Athletic, Olise mencatatkan 17 assist per 26 Maret 2026, angka tertinggi di antara pemain lain di lima liga top Eropa, yang menegaskan kualitasnya di level elite.
Kemampuan dribbling Olise menjadi senjata utama dalam situasi 1 lawan 1, ketika ia mampu melewati bek secara eksplosif dan kontrol bola presisi. Ia juga memiliki kemampuan menembak yang berbahaya ketika cutting inside, pola yang identik dengan Salah selama bertahun-tahun. Selain itu, konsistensi kontribusi gol dan assist per pertandingan sejak kepindahannya ke Bayern Munich menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi.
Dalam sistem Arne Slot, Olise dapat berfungsi sebagai pusat kreativitas dari sisi kanan sekaligus finisher. Ia mampu menghubungkan lini tengah dengan lini depan melalui progresi bola dan umpan-umpan kunci, terutama dalam skema isolasi sayap yang sering digunakan Slot. Namun, karakteristiknya yang lebih condong sebagai playmaker dibandingkan finisher murni membuka kemungkinan perubahan dinamika serangan Liverpool.
2. Gaya bermain Yan Diomande yang agresif membuatnya cocok dengan skema transisi cepat Liverpool
Pemain RB Leipzig, Yan Diomande, menawarkan profil berbeda sebagai investasi jangka panjang dengan potensi eksplosif. Pada usia 19 tahun, ia sudah menunjukkan kemampuan menggiring bola di atas rata-rata, dengan volume take-on (usaha melewati lawan) yang termasuk tertinggi di Eropa. Kecepatan maksimalnya mencapai 36,3 km/jam, yang menempatkannya di antara pemain tercepat di Bundesliga Jerman 2025/2026.
Gaya bermain Diomande sangat direct dan agresif, dengan kecenderungan menyerang bek secara frontal. Ia mampu bermain di kedua sisi sayap, meskipun memiliki preferensi tertentu tergantung situasi permainan. Kontribusinya berupa 10 gol dan 6 assist per 26 Maret 2026 yang menunjukkan ia tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga mulai membangun output yang signifikan.
Dalam sistem Arne Slot yang menuntut pressing tinggi dan transisi cepat, Diomande dapat memberikan dimensi vertikal. Ia mampu membawa bola dari lini tengah ke sepertiga akhir dengan kecepatan tinggi hingga menciptakan situasi serangan cepat yang memecah struktur pertahanan lawan. Hal ini menjadi elemen penting mengingat Liverpool membutuhkan pemain yang mampu menginisiasi progresi secara mandiri.
Namun, sebagai pemain muda, ia masih tergolong bakat mentah, terutama dalam hal pengambilan keputusan dan konsistensi performa. Kondisi ini membuat kontribusinya belum sepenuhnya stabil dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Oleh sebab itu, Liverpool perlu menimbang apakah mereka siap menunggu sang pemain cukup matang demi potensi jangka panjang yang dimilikinya.
3. Fleksibilitas posisi Rayan mampu memberikan variasi serangan bagi Liverpool
Rayan Vitor Simplicio Rocha menghadirkan dimensi unik sebagai winger kanan yang beroperasi layaknya inside forward atau second striker. Dengan tinggi badan 188 sentimeter, ia memiliki keunggulan fisik yang jarang dimiliki winger konvensional. Ia mengandalkan kecepatan dan kekuatan untuk menembus area tengah dan langsung mengancam gawang lawan.
Karakteristiknya yang lebih berorientasi pada penyelesaian akhir membuatnya berbeda dari Mohamd Salah yang juga berperan sebagai kreator. Rayan cenderung mencari ruang di dalam kotak penalti dan memaksimalkan peluang menjadi gol, termasuk melalui duel udara. Kemampuannya dalam mencetak gol dari situasi direct run ke kotak penalti menjadi nilai tambah yang signifikan.
Dalam konteks taktik, Rayan akan sangat cocok jika Arne Slot mengadopsi sistem dengan dua penyerang atau pendekatan overload di area tengah. Ia dapat berfungsi sebagai pelengkap bagi pemain seperti Alexander Isak atau Hugo Ekitike, menciptakan kombinasi yang lebih berfokus pada dominasi sentral dibandingkan eksploitasi sayap.
Namun, kehadirannya bakal mengubah filosofi taktik Liverpool secara signifikan. Rayan bisa menggeser identitas serangan The Reds dari wing-oriented menjadi central dominance. Dengan demikian, Rayan bukan sekadar pengganti Salah, melainkan katalis perubahan sistem yang lebih luas.
4. Malick Fofana menawarkan fluiditas di sayap, tetapi jam terbang masih kurang
Malick Fofana menawarkan fleksibilitas sebagai atribut utama dalam profilnya. Ia mampu menggunakan kedua kaki dengan baik dan dapat bermain di kedua sisi sayap yang memberikan opsi rotasi penting dalam sistem modern. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah dalam tim yang membutuhkan dinamika posisi tinggi.
Keunggulan Fofana terletak pada kemampuan 1 lawan 1 dan akselerasi cepat yang memungkinkannya melewati bek dengan efektif. Ia juga menunjukkan kontribusi yang cukup solid dengan 11 gol dan 6 assist dalam 1 musim, meskipun perannya lebih sering dimainkan dari sisi kiri. Adaptabilitasnya memungkinkan ia menyesuaikan diri dengan berbagai skenario taktik.
Dalam sistem Arne Slot yang mengandalkan fluiditas di lini depan, Fofana dapat berperan sebagai bagian dari rotasi front three atau bahkan front four. Ia mampu bertukar posisi dengan pemain lain tanpa mengorbankan struktur tim, sehingga meningkatkan opsi variasi serangan Liverpool. Namun, riwayat cedera dan inkonsistensi menit bermain, membuatnya lebih tepat dilihat sebagai pemain sistem yang melengkapi struktur tim, bukan sebagai suksesor utama yang langsung menggantikan peran Mohamed Salah.
5. Yankuba Minteh pernah diasuh Arne Slot saat di Feyenoord, tetapi belum teruji di Premier League
Yankuba Minteh memiliki keunggulan unik berupa pengalaman bekerja langsung di bawah Arne Slot saat masa peminjaman di Feyenoord Rotterdam pada 2023/2024. Ia merupakan winger kanan berkaki kiri yang memiliki kecepatan tinggi dan kemampuan progresi bola yang menjanjikan. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman awal terhadap tuntutan taktik yang diinginkan oleh Slot.
Kontribusinya di Feyenoord berupa 10 gol dan 5 assist dalam 37 pertandingan menunjukkan potensi yang signifikan. Ia juga menunjukkan fleksibilitas dengan mampu bermain di sisi kiri, yang menambah variasi opsi dalam lini serang. Namun, performanya di Brighton & Hove Albion saat ini belum sepenuhnya konsisten.
Dalam sistem Slot, Minteh memiliki keuntungan adaptasi yang lebih cepat dibanding kandidat lain. Ia sudah memahami struktur pressing, pola build-up, dan peran winger dalam skema permainan tersebut. Hal ini dapat mengurangi waktu transisi yang biasanya dibutuhkan pemain baru. Kendati memiliki pemahaman taktik dan chemistry dengan pelatih, tetapi performanya di English Premier League (EPL) masih belum terlalu teruji serta pengambilan keputusan yang belum matang menjadi kelemahan utama.
Mencari pengganti Mohamed Salah sama dengan menghadapi tantangan kompleks yang tidak memiliki solusi tunggal. Tidak ada satu pemain pun yang mampu mereplikasi seluruh spektrum kontribusinya secara utuh dalam satu paket. Maka dari itu, opsi yang muncul lebih merepresentasikan beragam pendekatan, mulai dari solusi instan hingga proyek jangka panjang yang berpotensi mengubah wajah taktik Liverpool.

















