Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Guard yang Memenangkan NBA MVP Berturut-turut per 2026

5 Guard yang Memenangkan NBA MVP Berturut-turut per 2026
ilustrasi ring dan bola basket (pexels.com/Tunahan KALAYCI)
Intinya Sih
  • Shai Gilgeous-Alexander meraih MVP NBA 2025 dan 2026 bersama Oklahoma City Thunder, mencatat rata-rata lebih dari 30 poin per laga dan membawa timnya ke final wilayah barat.
  • Empat guard lain yang pernah memenangkan MVP berturut-turut adalah Stephen Curry (2015–2016), Steve Nash (2005–2006), Michael Jordan (1991–1992), dan Magic Johnson (1989–1990).
  • Kelima pemain tersebut menunjukkan dominasi di posisi guard dengan kontribusi besar bagi klub masing-masing, menjadikan mereka ikon penting dalam sejarah penghargaan MVP NBA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Shai Gilgeous-Alexander (SGA) dinobatkan sebagai pemenang Most Valuable Player (MVP) pada NBA 2025/2026. Ia mengumpulkan total 939 poin dalam pemungutan suara. Pebasket berkebangsaan Kanada ini mengungguli Nikola Jokic (Denver Nuggets) yang memperoleh 634 poin dan Victor Wembanyama (San Antonio Spurs) 569 poin. Gelar ini diberikan kepada pemain yang mampu tampil konsisten sepanjang musim reguler sehingga memberikan dampak besar bagi klub.

Gilgeous-Alexander memperoleh MVP secara berturut-turut bersama Oklahoma City Thunder. Dia ternyata menambah deretan guard yang pernah memenangkan penghargaan individu bergengsi ini berturut-turut di NBA. Termasuk pemain yang kini berusia 27 tahun ini, terdapat total lima guard yang menghiasi daftar tersebut per 20 Mei 2026.

1. Shai Gilgeous-Alexander memenangkan MVP 2025 dan 2026 di Oklahoma City Thunder

Shai Gilgeous-Alexander masih sering menempati posisi point guard utama Oklahoma City Thunder 2025/2026. Selain menjadi mesin poin, pemain yang kini berusia 27 tahun tersebut mempunyai visi bermain matang guna memimpin serangan serta sanggup menjaga tempo permainan. Dia mencatatkan rata-rata 31,1 poin, 1,4 steal, 6,6 assist, 4,3 rebound, dan 0,8 block dari 68 pertandingan reguler. Ini membuatnya dinobatkan sebagai MVP untuk kedua kalinya sepanjang karier. Ia juga masih berpeluang mempertahankan juara karena sedang mengantar Thunder melaju ke Western Conference Final untuk menghadapi San Antonio Spurs.

Sebelumnya, Gilgeous-Alexander sendiri juga tampil impresif untuk Oklahoma City Thunder 2024/2025. Ini membuatnya sulit tergantikan dari pos point guard utama. Hasilnya, pebasket kelahiran Toronto ini menorehkan 32,7 poin, 6,4 assist, 5 rebound, 1 block, dan 1,7 steal dari total 76 pertandingan reguler. Dirinya kemudian memenangkan MVP dan mewarnai daftar All-NBA First Team. Tak hanya itu, dia berhasil membawa Thunder menjuarai NBA.

2. Stephen Curry dinobatkan sebagai MVP NBA 2015 dan 2016 di Golden State Warriors

Pada 2014/2015, Stephen Curry berhasil mencuri atensi dengan kinerja impresif di posisi point guard Golden State Warriors. Pemain berjuluk Chef Curry ini dikenal sebagai sosok yang cerdik mengatur serangan lantaran ditopang dengan visi bermain dan ball handling luar biasa. Selain itu, akurasi tembakan tiga angkanya menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan. Hasilnya, menorehkan rata-rata 2,3 poin, 7,7 assist, 4,3 rebound, 2 steal, serta 0,2 block dari total 80 pertandingan reguler. Ini mengantarkannya untuk pertama kali memenangkan MVP dan namanya menghiasi All-NBA First Team. Selain itu, dirinya berjasa membawa Warriors juara NBA.

Curry sendiri ternyata semakin memberikan kontribusi penting dalam skema permainan Golden State Warriors 2015/2016. Selain produktif mencetak poin, dia juga menunjukkan peran krusial saat bertahan. Pemain yang kini berusia 38 tahun tersebut mengukir total 2.375 poin dan 169 steal selama musim reguler. Ini membuatnya memenangkan NBA Scoring Champion dan Steal Leader.

Curry menghasilkan rata-rata 30,1 poin, 6,7 assist, 5,4 rebound, 2,1 steal, dan 0,2 block dari total 79 pertandingan reguler 2015/206. Point guard kelahiran Akron, Ohio ini kemudian dianugerahi MVP kedua kalinya dan masuk ke All-NBA First Team. Ia saat itu berpeluang membawa Golden State Warriors mempertahankan gelar. Namun, klub yang dilatih Steve Kerr tersebut kalah dramatis dari Cleveland Cavaliers di partai puncak dengan agregat 3-4.

3. Steve Nash menjadi pebasket Kanada pertama yang meraih MVP berturut-turut pada 2005 dan 2006

Sebelum SGA, Steve Nash tercatat sebagai pebasket berkebangsaan Kanada pertama yang berhasil memenangkan NBA MVP. Dirinya saat itu sering mengisi point guard utama Phoenix Suns 2004/2005. Pemain berjuluk Nashty ini mampu tampil atraktif membuat umpan karena dibekali visi bermain. Ball handling juga menjadi senjata untuk merepotkan lawan. Ia membukukan 861 assist sehingga memimpin daftar NBA Assist Leader. Dia tampil 75 pertandingan reguler dengan menciptakan 15,5 poin, 11,5 assist, 3,3 rebound, 0,1 block, dan 1 steal. Selain MVP, pencapaian tersebut mengantarkannya masuk All-NBA First Team.

Nash sendiri masih menjadi otak serangan Phoenix Suns 2005/2006. Ia kembali memimpin daftar NBA Assist Leader lantaran menyumbang 826 assist selama musim reguler. Pemain yang kini berusia 52 tahun ini mengukir 18,8 poin, 10,5 assist, 4,2 rebound, 0,8 steal, dan 0,1 block dari total 79 pertandingan. Dia kemudian diumumkan sebagai MVP berturut-turut dan mewarnai All-NBA First Team.

4. Michael Jordan menghiasi daftar MVP 1991 dan 1992 di Chicago Bulls

Michael Jordan tercatat pernah memperkuat Chicago Bulls kurang lebih 13 tahun. Pada 1990/1991, pemain yang akrab dipanggil MJ ini selalu tampil sebagai shooting guard utama. Dia mampu bergerak eksplosif karena mempunyai kekuatan fisik, kecepatan, dan stamina. Ini membuatnya sulit dihentikan ketika menembus paint area lawan. Selain itu, dirinya aktif mengganggu pergerakan lawan serta cerdik melakukan steal.

Jordan sendiri merupakan mesin poin bagi Chicago Bulls lantaran berhasil mencetak 2.580 poin sepanjang musim reguler sehingga meraih NBA Scoring Champion. Dia mengukir rata-rata 31,5 poin, 5,5 assist, 6 rebound, 2,7 steal, dan 1 block dari 82 pertandingan. Berkat performa impresif tersebut mengantarkannya meraih MVP dan masuk All-NBA First Team. Ia ikut mencetak sejarah karena untuk pertama kali membawa Bulls menjuarai NBA.

Pada NBA 1991/1992, Jordan masih diandalkan Chicago Bulls sehingga kerap menempati shooting guard utama. Dia konsisten sebagai mesin poin. Pemain yang ikonik dengan nomor punggung 23 ini menorehkan 2.404 poin. Ini mengantarkannya meraih NBA Scoring Champion lagi. Ia mencatatkan rata-rata 30,1 poin, 6,4 rebound, 6,1 assist, 2,3 assist, dan 0,9 block dari 80 pertandingan. Namanya kemudian menghiasi daftar MVP dan masuk ke All-NBA First Team. Dirinya juga kembali membuat klub asal Illinois ini juara NBA.

5. Magic Johnson mendapat MVP 1989 dan 1990 di Los Angeles Lakers

Selama berkarier di NBA, Earvin Johnson tercatat hanya membela Los Angeles Lakers. Pada 1988/1989, pemain berjuluk Magic tersebut kerap dipercaya Pat Riley yang saat itu melatih Lakers guna mengisi point guard utama. Sebab, dia adalah otak serangan yang mempunyai visi bermain dan kreativitas demi mendistribusikan umpan. Dirinya juga tidak ragu menembus paint area lawan untuk melakukan rebound atau mencetak poin karena dibekali kekuatan fisik. Ia mengukir rata-rata 22,5 poin, 12,8 assist, 7,9 rebound, 0,3 block, dan 1,8 steal dari total 77 pertandingan reguler. Ini mengantarkannya memenangkan MVP dan mewarnai All-NBA First Team.

Tak berbeda dari sebelumnya, Johnson masih menjadi andalan Los Angeles Lakers pada NBA 1989/1990. Dirinya sering menempati pos point guard utama. Pemain kelahiran Lansing, Michigan ini mencetak rata-rata 22,3 poin, 11,5 assist, 6,6 rebound, 1,7 steal, dan 0,4 block dari 79 pertandingan reguler. Performa tersebut membuatnya mendapat MVP secara berturut-turut. Namanya juga masuk All-NBA First Team.

Kelima guard di atas berhasil memenangkan NBA MVP berturut-turut. Gilgeous-Alexander dan Curry masih memberikan dampak penting bagi masing-masing klub. Sementara, Jordan, Nash, dan Magic telah pensiun dari dunia basket profesional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra

Related Articles

See More