Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Kekalahan Telak AC Milan Era Massimiliano Allegri per 12 April 2026
pertandingan sepak bola (unsplash.com/Zach Rowlandson)
  • AC Milan di bawah Massimiliano Allegri kembali menelan kekalahan telak 0-3 dari Udinese pada pekan ke-32 Serie A 2025/2026, memperpanjang tren negatif tim jelang akhir musim.
  • Dua kekalahan besar sebelumnya terjadi pada periode pertama Allegri, yakni kalah 0-3 dari Arsenal di Liga Champions 2011/2012 dan takluk 0-4 dari Barcelona di musim berikutnya.
  • Hasil buruk kontra Udinese membuat posisi AC Milan terancam tergeser dari tiga besar klasemen, menandai perlunya konsistensi permainan untuk menjaga peluang bersaing di papan atas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

AC Milan dibuat tak berdaya saat menjamu Udinese pada pekan 32 Serie A Italia 2025/2026. Skuad yang dihuni Rafael Leao dan kawan-kawan tampil di bawah ekspektasi hingga terbantai tiga gol tanpa balas. Hasil negatif ini didapat usai kalah dari Napoli pada pekan sebelumnya. 

Kekalahan memalukan tersebut menambah catatan negatif Massimiliano Allegri sebagai pelatih Rossoneri. Dengan hasil terkini, AC Milan telah kalah telak dengan minimal selisih 3 gol dalam 3 laga berbeda bersama sang juru taktik. Dua kekalahan telak sebelumnya didapat pada periode pertama.

1. AC Milan terbantai 0-3 di markas Arsenal pada 2012

Massimiliano Allegri memulai periode pertama sebagai pelatih AC Milan pada musim panas 2010. Kekalahan telak dengan minimal selisih tiga gol pertama kemudian terjadi pada 6 Maret 2012. Skuad Rossoneri yang diisi oleh Zlatan Ibrahimovic terbantai dengan skor 0-3 di markas Arsenal. Meski kalah pada pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa 2011/2012, AC Milan tetap lolos ke fase berikutnya karena menang 4-0 pada leg pertama. 

Dalam kekalahan 0-3 di Emirates Stadium tersebut, AC Milan sempat dibuat ketar-ketir lantaran didominasi hingga kebobolan tiga gol selama babak pertama. Dengan tandukan kepala, Laurent Koscielny membawa The Gunners unggul cepat pada menit 7. Tomas Rosicky lalu menggandakan keunggulan dengan sepakan kaki kanan pada menit 26. Kemudian, gol ketiga diciptakan Robin van Persie lewat titik putih pada menit 43. Untungnya, Rossoneri tampil lebih baik hingga tak kebobolan pada babak kedua, yang membuat mereka unggul agregat 4-3 untuk lolos ke fase berikutnya.

2. AC Milan takluk 0-4 di markas Barcelona pada 2012/2013

Hasil negatif saat datang ke markas Barcelona pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2012/2013 masih menjadi kekalahan terbesar Massimiliano Allegri selama melatih AC Milan. Skuad yang dipimpin Massimo Ambrosini pulang dari Camp Nou dengan kekalahan 0-4. Hasil ini sekaligus menjadi comeback sempurna bagi Blaugrana usai kalah 0-2 pada leg pertama oleh gol Kevin-Prince Boateng dan Sulley Muntari pada 20 Februari 2013.

AC Milan benar-benar dibuat kesulitan sejak awal laga kala melawat ke Camp Nou. Setelah tertinggal cepat lewat gol Lionel Messi pada menit 5, tim besutan Allegri kebobolan satu gol lainnya dari Messi pada menit 40, yang membuat agregat menjadi 2-2. Tanpa menurunkan tempo permainan, Blaugrana menambah gol lewat aksi David Villa pada menit 55. Jordi Alba kemudian menutup pesta gol timnya dengan membobol gawang Christian Abbiati pada menit 90+2.

3. Udinese permalukan AC Milan dengan skor 3-0 di Serie A 2025/2026

Massimiliano Allegri kembali melatih AC Milan pada 2025/2026 usai menangani Juventus dalam 2 periode berbeda. Dalam 36 laga pertama pada periode kedua ini, Rossoneri meraih 20 menang, 9 imbang, dan 7 kalah. Kekalahan telak akhirnya menghampiri pada laga ke-36, saat AC Milan dikejutkan oleh Udinese yang bertindak sebagai tim tamu di Giuseppe Meazza pada pekan 32 Serie A 2025/2026.

Udinese yang ditangani Kosta Runjaic telah unggul 2-0 selama babak pertama. Dua gol itu tercipta lewat gol bunuh diri Davide Bartesaghi (27’) dan tandukan Jurgen Ekkelenkamp (37’). Lalu, Arthur Atta menutup performa impresif Udinese dengan sebuah gol pada menit 71.

Kekalahan telak dari Udinese ini menjadi peringatan serius bagi AC Milan untuk segera berbenah jelang akhir musim 2025/2026. Di bawah arahan Massimiliano Allegri, Rossoneri dituntut menemukan kembali konsistensi permainan di tengah persaingan yang semakin sengit di Serie A. Setelah tergeser oleh Napoli dari peringkat 2, kini mereka terancam digeser Juventus dari peringkat 3. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team