9 Pemain Belanda dengan 2 Digit Gol dalam Semusim Serie A

- Donyell Malen mencetak hattrick untuk AS Roma dan mencapai 10 gol di musim debutnya Serie A 2025/2026, mengikuti jejak delapan pemain Belanda lain dengan dua digit gol semusim.
- Marco van Basten masih memegang rekor pemain Belanda tersubur di Serie A dengan total 90 gol dalam enam musim bersama AC Milan antara 1987 hingga 1993.
- Daftar sembilan pemain Belanda pencetak dua digit gol di Serie A mencakup nama-nama legendaris seperti Ruud Gullit, Faas Wilkes, hingga generasi baru seperti Teun Koopmeiners dan Joshua Zirkzee.
Donyell Malen bersinar saat AS Roma menjamu Pisa pada pekan 32 Serie A Italia 2025/2026. Ia mencetak hattrick yang membawa timnya menang tiga gol tanpa balas. Gol-gol itu membuatnya telah mencapai 2 digit gol atau genap 10 gol sepanjang musim ini yang sekaligus musim pertamanya di kasta teratas Italia. Dengan demikian, ia mengikuti jejak delapan pemain Belanda yang lebih dahulu pernah mengumpulkan dua digit gol dalam semusim Serie A per 11 April 2026.
1. Dari total 6 musim, Marco van Basten hanya gagal mencapai 2 digit gol dalam semusim
Marco van Basten masih menjadi pemain Belanda dengan koleksi gol terbanyak di Serie A. selama 6 musim pada 1987–1993, ia menjebloskan 90 gol dan 28 assist dalam 147 laga untuk AC Milan. Selama periode tersebut, ia hanya gagal mencapai dua digit gol pada musim pertama (1987/1988). Selebihnya, ia selalu mencetak minimal 10 gol semusim, termasuk ketika menjalani musim tersubur hingga mengemas 25 gol yang membawa Rossoneri meraih gelar juara pada 1991/1992.
2. Teun Koopmeiners mencetak dua digit gol bersama Atalanta
Teun Koopmeiners masih berkarier di Serie A bersama Juventus pada 2025/2026. Selama 4 musim sebelumnya, ia telah mencatatkan kontribusi gol yang fluktuatif. Sebelum pindah ke Juventus pada 2024, ia sempat tampil tajam selama 2 musim terakhir bersama Atalanta. Setelah mencetak 10 gol pada 2022/2023, ia mengemas 12 gol pada musim berikutnya. Sedangkan pada 2025/2026 ini, ia belum mencetak gol dalam 27 laga pertama.
3. Ruud Gullit mengumpulkan 15 gol untuk Sampdoria pada 1993/1994
Ruud Gullit menjadi salah satu pemain Belanda paling ikonik yang pernah berkarier di Serie A. Sebagai seorang gelandang serang, ia pernah mencapai dua digit gol dalam semusim. Peraih Ballon d’Or pada 1987 itu menyumbang 15 gol untuk Sampdoria pada 1993/1994. Kontribusi itu membawa timnya finis di peringkat 4. Meski tak berhasil mempersembahkan trofi pada musim tersebut, ia pernah merasakan manisnya gelar Serie A bersama AC Milan dalam 3 musim berbeda.
4. Andre Roosenburg mencetak dua digit gol untuk Fiorentina pada 1951/1952
Andre Roosenburg merasakan kerasnya Serie A selama 3 musim bersama Fiorentina pada 1950–1953. Pada musim kedua, ia tampil moncer dengan torehan sepuluh gol. Kontribusi itu meningkat setelah mencetak tujuh gol pada musim sebelumnya. Dengan sepuluh gol itu, Fiorentina finis di peringkat 5.
5. Bryan Roy mencetak 12 gol untuk Calcio Faggio pada 1993/1994
Bryan Roy tampil tajam untuk klub yang kini berada di kasta ketiga, Calcio Foggia, di Serie A 1993/1994. Ia menjadi salah satu penyerang andalan dengan kontribusi 12 gol dari 30 penampilan. Sayangnya, peran apik itu tak cukup untuk membawa klubnya bersaing di papan atas. Calcio Faggio finis di peringkat 9 sebelum terdegradasi dan belum kembali ke kasta teratas hingga kini.
6. Sebelas gol Joshua Zirkzee membawa Bologna meraih hasil apik pada 2023/2024
Sebelum direkrut Manchester United, Joshua Zirkzee menutup kiprahnya bersama Bologna dengan kontribusi apik. Ia mencetak 11 gol dari total 34 kali kesempatan bermain pada 2023/2024. Salah satu golnya berbuah hasil imbang 2-2 di markas Inter Milan pada pekan 8. Peran Zirkzee berdampak krusial terhadap hasil yang diraih Bologna pada penghujung musim. Mereka finis di peringkat 5, pencapaian terbaik sejak 1971.
7. Tijjani Reijnders mencetak sepuluh gol pada musim terakhir bersama AC Milan
Tijjani Reijnders direkrut Manchester City berkat performa menawan pada musim kedua di AC Milan. Di Serie A 2024/2025, ia mencetak 10 gol dan 5 assist dalam 37 laga. Sedangkan pada musim sebelumnya yang merupakan musim debut, ia hanya mencetak tiga gol. Sayangnya, pemain berdarah Indonesia itu tak berkesempatan untuk merasakan manisnya gelar juara Serie A.
8. Faas Wilkes mencetak 2 digit gol dalam 2 musim pertama
Faas Wilkes tercatat sebagai pemain Belanda pertama yang mencetak dua digit gol pada musim debut di Serie A. Ia melakukannya bersama Inter Milan pada 1949/1950, dengan torehan 16 gol dan 1 assist. Pada musim berikutnya, ia tampil lebih menakutkan bagi tim-tim lawan. Wilkes mengemas 23 gol di Serie A 1951/1951.
9. Baru datang pada tengah musim 2025/2026, Donyell Malen mencetak 10 gol dalam 12 penampilan
Donyell Malen resmi mengikuti jejak Faas Wilkes sebagai pemain Belanda yang mencetak dua digit gol pada musim pertama di Serie A. Menariknya, ia telah merealisasikan hal tersebut meski baru datang pada pertengahan musim, tepatnya pada musim dingin 2025. Malen mencetak 10 gol dalam 12 penampilan pertama sejak pekan 21 hingga 32 pada 2025/2026. Kontribusi itu membuatnya berpotensi ditebus permanen AS Roma dari Aston Villa.
Ketajaman Donyell Malen pada paruh kedua musim 2025/2026 menjadi sinyal kuat bahwa dirinya mampu menambah jejak apik para pemain Belanda terbaik yang pernah merumput di Serie A. Dengan catatan sepuluh gol hanya dalam waktu singkat, ia tak hanya menyamai pencapaian para pendahulunya seperti Marco van Basten dan Ruud Gullit, tetapi juga membuka peluang untuk melampaui torehan tersebut jika konsistensinya terjaga.


















