3 Kekalahan UCL Terbesar Man United di Italia per 25 Oktober 2026

- Manchester United kalah 1-4 di kandang Como pada matchday kedua UCL 2026/2027, memperpanjang tren tanpa kemenangan sejak awal September dan menjatuhkan mereka ke peringkat 20 fase liga.
- Kekalahan di Como menjadi salah satu hasil tandang terburuk United di Italia, setelah dibantai AC Milan 0-4 pada semifinal Piala Eropa 1957/1958.
- Pada semifinal UCL 2006/2007, United juga kalah 0-3 dari AC Milan di San Siro dan tersingkir agregat 3-5; kini peluang lolos fase knockout kembali terancam.
Manchester United keok 0-4 di markas Como pada matchday 2 fase liga UEFA Champions League (UCL) 2026/2027. Rentetan hasil buruk Setan Merah musim ini pun bertambah panjang. Bahkan, kekalahan itu masuk catatan sejarah kelam mereka. Itu adalah salah satu kekalahan UCL terbesar Manchester United saat bermain di Italia per 25 Oktober 2026.
1. Manchester United terbantai 0-4 oleh AC Milan pada 1957/1958
Rekor kekalahan terbesar Manchester United dalam laga UCL di Italia tercipta pada 1957/1958. Itu adalah musim ketiga gelaran Liga Champions, atau yang saat itu masih disebut Piala Eropa. Manchester United saat itu sebenarnya tampil gemilang. Mereka sukses menembus semifinal dan akan mencapai partai puncak jika mampu melewati AC Milan.
Leg pertama semifinal pun digelar di Inggris. Manchester United dibuat kesulitan oleh AC Milan tetapi akhirnya menang 2-1 via proses comeback. Skuad asuhan Sir Matt Busby pun hanya butuh hasil imbang pada pertemuan kedua di San Siro. Namun, Manchester United malah terbantai dengan skor 0-4.
Gawang Manchester United bahkan sudah jebol saat laga baru berjalan 2 menit. Babak pertama usai dengan keunggulan AC Milan 1-0, dan skor itu sebenarnya cukup bagi mereka untuk lolos ke final. Namun, Rossoneri sukses menambah tiga gol pada babak kedua. Manchester United pun tersingkir dengan skor agregat 2-5.
2. Manchester United gagal ke final UCL 2006/2007 usai dihajar AC Milan 0-3
Hampir 50 tahun setelah dihajar 0-4 di Milan, Manchester United kembali kalah telak dari lawan yang sama di UCL. Tepatnya, kedua tim bersua di UCL 2006/2007, lagi-lagi pada babak semifinal. Manchester United sebenarnya layak diunggulkan usai tampil luar biasa pada perempat final. Mereka melewati AS Roma berkat kemenangan 7-1 di Old Trafford.
Seolah mengulang sejarah, Manchester United pun kembali lebih dulu tampil sebagai tuan rumah. Hasilnya, Wayne Rooney dan kolega sempat tertinggal tetapi akhirnya menang 3-2. Namun, mimpi buruk kembali menimpa Setan Merah pada laga kedua di San Siro. Mereka digilas pasukan Carlo Ancelotti tiga gol tanpa balas.
Kaka mencetak gol cepat ke gawang Manchester United pada menit 11, disusul aksi Clarence Seedorf pada menit 30. Gol Alberto Gilardino pun memastikan Rossoneri menang agregat 5-3. Manchester United tersingkir, sedangkan AC Milan melaju ke final dan akhirnya jadi juara.
3. Manchester United dipermalukan Como yang berstatus debutan di UCL 2026/2027
Kekalahan telak dari AC Milan mungkin masih bisa dimaklumi karena Rossoneri adalah jagoan Eropa. Namun, hasil yang diterima Manchester United di kandang Como pada 2026/2027 terbilang memalukan. Pasalnya, Como berstatus klub debutan di UCL musim ini. Malah, ini adalah kali pertama mereka tampil di kompetisi antarklub Eropa.
Setan Merah sendiri memang terbang ke Como dalam keadaan tak meyakinkan. Mereka tak pernah menang sejak awal September 2026. Namun, kekalahan anak asuh Michael Carrick tetap mengejutkan karena skornya. Gawang mereka bahkan sudah bobol saat laga baru berjalan 2 menit, lalu jebol lagi 4 menit setelah turun minum.
Como lalu menambah dua gol hingga unggul 4-0. Manchester United pun terancam kalah telak seperti di UCL 1957/1958. Beruntung, Joshua Zirkzee mencetak gol hiburan bagi tim tamu pada menit 91. Meski demikian, kekalahan 1-4 tetap membuat Manchester United turun ke peringkat 20 klasemen sementara fase liga.
Kekalahan dari Como tak hanya menjadi catatan buruk dalam sejarah Manchester United. Ancaman gagal lolos ke fase knockout UCL 2026/2027 juga membesar bagi mereka. Mampukah Setan Merah bangkit dalam sisa lima pertandingan fase liga?






















