7 Kemenangan Telak Como di Serie A 2025/2026, Finis di Papan Atas

Como mengukir sejarah baru pada 2025/2026. Dengan finis di peringkat empat Serie A Italia, mereka akan tampil di Liga Champions Eropa untuk pertama kalinya pada musim depan. Tim besutan Cesc Fabregas baru saja mengakhiri musim dengan torehan 71 poin dari hasil 20 menang, 11 imbang, serta 7 kalah.
Sepanjang musim ini, klub berjuluk I Lariani tampil cukup stabil. Nico Paz dan kolega bahkan mencatatkan 7 kemenangan telak dengan minimal selisih 3 gol. Itu termasuk ketika membantai Cremonese 3-0 pada pekan penutup.
1. Como menang 5-1 di markas Torino
Como merespons hasil imbang beruntun pada pekan 10 dan 11 dengan begitu baik. Pada pekan 12, anak asuh Cesc Fabregas menang 5-1 di markas Torino. Setelah Jayden Addai membuka keunggulan untuk Como pada menit 36, Torino menyamakan kedudukan berkat Nikola Vlasic pada menit 45+2. Tim tamu lantas tampil menggila pada babak kedua. Gol kedua Addai (52’) disusul oleh gol Jacobo Ramon (71’), Nico Paz (76’), dan Martin Baturina (86’).
2. Como mempermalukan Lecce pada pekan 17
Como mencatatkan tren negatif dengan tak pernah menang dan tak mencetak gol sejak pekan 14 hingga 16. I Lariani berhasil bangkit dan meraih kemenangan 3-0 di markas Lecce pada pekan 17. Kemenangan ini dibuka dengan gol Nico Paz pada menit 20. Jacobo Ramon turut mencatatkan namanya di papan skor pada menit 66. Lalu, gol penutup dicetak Anastasios Douvikas pada menit 75.
3. Como curi tiga poin dengan keunggulan 3-0 di markas Pisa
Kemenangan telak ketiga Como kembali didapat saat berstatus sebagai tim tamu. Kali ini, I Lariani membungkam Pisa dengan skor 3-0 pada pekan 19. Skuad asuhan Cesc Fabregas baru mampu membuka keunggulan lewat Maximo Perrone pada menit 68. Lewat skema counter attack, Anastasios Douvikas menjebol gawang Pisa 8 menit berikutnya. Douvikas kembali mencatatkan namanya di papan skor dengan eksekusi penalti pada menit 90+6.
4. Como kalahkan Lazio 3-0 di kandangnya
Como mampu unggul cepat 1-0 pada menit 2 saat bertandang ke markas Lazio pada pekan 21. Gol itu tercipta lewat sentuhan Martin Baturina. Nico Paz lantas menggandakan keunggulan dengan sepakan kaki kiri pada menit 24, yang sekaligus menjadi golnya yang ketujuh sepanjang musim ini. Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit 49 yang menjadi gol penutup bagi I Lariani.
5. Como melibas Torino 6-0 pada pertemuan kedua
Kemenangan terbesar Como di Serie A 2025/2026 terjadi pada pekan 22. Pada pertemuan kedua menghadapi Torino, I Lariani meraih tiga poin berkat keunggulan enam gol tanpa balas. Anastasios Douvikas tampil mencolok dengan mencetak dua gol. Lalu, empat gol lainnya diciptakan Martin Baturina, Lucas Da Cunha, serta dua pemain pengganti, Nicolas Kuehn dan Maxence Caqueret.
6. Como menang 5-0 saat menjamu Pisa
Como berhasil unggul 2-0 pada babak pertama saat menjamu Pisa pada pekan 30. Gol pembuka keunggulan Assane Diao disusul gol Anastasios Douvikas dengan sepakan kaki kanan. Lalu, I Lariani berhasil menambah tiga gol tanpa kebobolan selama babak kedua. Martin Baturina menjebol gawang lawan 3 menit usai babak kedua dimulai, disusul gol dari Nico Paz dan Maximo Perrone.
7. Dengan keunggulan jumlah pemain, Como menang 4-1 atas Cremonese pada pekan terakhir
Como memastikan diri finis di peringkat empat berkat kemenangan telak 4-1 atas Cremonese pada pekan penutup. Setelah Jesus Rodriguez membuka keunggulan pada menit 36, giliran Anastasios Douvikas yang mencetak gol pada menit 51. Cremonese sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Federico Bonazzoli pada menit 55. Namun, petaka menghampiri Cremonese ketika Alberto Grassi dan Milan Djuric mendapat kartu merah pada menit 71. Dengan keunggulan pemain, Como menambah dua gol lewat Lucas Da Cunha yang juga bertindak sebagai kapten tim.
Rangkaian kemenangan telak tersebut menjadi bukti bahwa Como bukan sekadar tim kejutan di Serie A 2025/2026. Di bawah arahan Cesc Fabregas, I Lariani tampil agresif, konsisten, dan mampu bersaing dengan klub-klub papan atas Italia. Kini, keberhasilan finis di empat besar sekaligus membuka lembaran sejarah baru bagi Como yang siap mencicipi atmosfer Liga Champions Eropa untuk pertama kalinya.


















