Grup Djarum, yang dipimpin mendiang Bambang Hartono dan saudaranya, Michael, menjadi penyelamat Como. Mereka membeli Como pada April 2019 dengan harga sekitar 850 ribu euro atau setara Rp14 miliar dalam kurs saat itu. Nilai ini belum termasuk utang yang dimiliki oleh Como 1907.
Naik-Turun Como 1907, Sempat Bangkrut Hingga Tembus Liga Champions

- Como 1907 memastikan diri lolos ke Liga Champions musim 2026/27, menandai pencapaian bersejarah setelah perjalanan panjang dari kebangkrutan hingga kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
- Klub ini sempat dua kali bangkrut pada 2004 dan 2016 akibat krisis finansial, sebelum akhirnya diselamatkan oleh akuisisi Grup Djarum yang dipimpin Hartono bersaudara pada 2019.
- Di bawah kepemimpinan Mirwan Suwarso dan pelatih Cesc Fabregas, Como fokus membenahi keuangan serta infrastruktur hingga sukses promosi beruntun dari Serie D menuju Liga Champions.
Jakarta, IDN Times - Como 1907 baru saja memastikan diri lolos ke Liga Champions musim 2026/27. Keberhasilan Como merebut tiket ke kompetisi kasta tertinggi Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub, diwarnai dinamika yang begitu terjal karena sebenarnya sempat berada di titik terendah.
Era baru Como sebenarnya dimulai dari musim 2024/25. Dalam momen itu, mereka mengakhiri penantian selama 21 tahun untuk tampil di Serie A. Hanya dalam semusim, Como bisa memberikan warna baru dalam persaingan di Serie A hingga akhirnya mengganggu persaingan papan atas.
1. Diawali dari turbulensi yang memburuk sejak 2003
Semua bermula pada promosi Como di 2002/03. Kala itu, sebagai tim promosi, Como selalu bercokol di zona degradasi sepanjang musim. Mereka dihantam sejumlah masalah pula saat itu, salah satunya adalah tawuran suporter yang terjadi di kandang sendiri, Stadio Giuseppe Sinigaglia. Hingga akhirnya, Como gagal mengangkat performa dan jatuh ke Serie B.
Degradasi ke Serie B pada akhir musim 2002/03 menjadi awal petaka. Mereka mulai mengalami kesulitan finansial, hingga pada Desember 2004, Como dinyatakan bangkrut.
2. Bangkrut buat kedua kalinya
Sialnya, saat itu tak ada investor yang berhasil membeli Como. Penawaran dari Enrico Preziosi ditolak, padahal bisa menyelamatkan Como saat itu dari jurang kebangkrutan.
Como selamat karena aturan FIGC. Mereka bisa memulai kembali kiprahnya di sepak bola Italia dengan memasuki Serie D pada 2005/06. Setelah berkiprah cukup lama dan bisa masuk ke Serie C, Como kembali dihantam krisis keuangan. Mereka kembali dinyatakan bangkrut pada 2016 dan akhirnya perusahaan lain mengelola Como dan kembali main di Serie D.
3. Bangkit usai diakuisisi Hartono Bersaudara
Ketika dibeli, Como 1907 memang di ambang kebangkrutan. Mereka juga berada di Serie D saat itu dan misi dari Hartono bersaudara adalah memulihkan keuangan Como 1907 terlebih dulu.
Mirwan Suwarso, salah satu orang kepercayaan Hartono bersaudara, akhirnya didaulat jadi perwakilan di Como dan kini menjabat sebagai presiden klub. Ketika diwawancarai IDN Times pada 2024 lalu, Mirwan mengakui jika reformasi keuangan jadi fokus Como 1907 saat itu. Baru setelahnya, menurut Mirwan, aspek prestasi didorong agar bisa kembali bermain di Serie A.
"Saya ingat sih, dari 2019 pas kami beli itu, satu bayar utang. Kedua, kami memastikan gaji lancar, ketiga memberikan tempat latihan yang tetap. Jadi di Serie C itu kami benar-benar mulai merapikan infrastruktur," kata Mirwan kala itu.
Pembelian Como 1907 juga mengusung misi mulia karena Djarum ingin menjadikannya sebagai kolam dari pemain Indonesia yang mau bermain di luar negeri. Lewat program Garuda Select, Mirwan menilai Como 1907 bisa menjadi rumah yang nyaman dan aman buat pemain Indonesia.
"Kebetulan waktu itu kan kita sebenarnya mencari tempat buat menempatkan pemain Garuda Select supaya punya pengalaman bertanding kompetisi yang benar. Sehingga kita mencari kota yang dekat dengan kota besar. Kenapa? Ya, saya tidak mau jalan-jalan ke desa lah, capek. Kan sudah mengalami di Birmingham tuh di Garuda Select. Kapok saya. Kota besar saja lah begitu. Makanya kita lihat-lihat yang dekat sama Milan, dekat Roma begitu, dan kita tidak mau keluar duit banyak, kita cari yang bangkrut," ujar Mirwan.
4. Kini tembus ke Liga Champions

Berawal dari niatan yang sederhana, Como malah berhasil menjadi salah satu raksasa di Italia. Dimulai dari administratif, perlahan Como 1907 mulai melakukan reformasi ke sektor teknis. Hasilnya langsung terlihat. Como 1907 merangkak, dari Serie C, ke B, hingga menembus level tertinggi dan lolos Liga Champions musim depan.
Keberhasilan Como lolos ke Liga Champions musim 2026/27 bak bonus. Sebab, Mirwan sebelumnya hanya menargetkan Como tembus ke kompetisi Eropa, tak peduli di kasta mana. . Proyeksinya pun masih panjang, yakni lima tahun. Namun, hal tersebut bisa terealisasi musim ini.
"Dalam lima tahun, kalau bisa Como masuk kompetisi Eropa. Jadi, itu target yang kita tetapkan bagi tim pelatih," ujar Mirwan.
Sementara, pelatih Como, Cesc Fabregas, mengakui sebenarnya sudah memiliki firasat bagus tentang tim asuhannya. Sejak giornata 37, Fabregas mengaku yakin Como bisa mencetak sejarah dengan lolos ke Liga Champions, meski sebenarnya sempat mengalami kemunduran dalam persaingan.
"Sehari sebelum melawan Parma, saya merasa bahwa jika kami meraih dua kemenangan, kami akan lolos ke Liga Champions. Sepanjang hidup saya, bahkan ketika melakukan pergantian pemain, selalu punya firasat terhadap sesuatu. Kami sempat mengalami kemunduran, dua kekalahan dan hasil imbang melawan Udinese. Jadi kami tahu harus mencatatkan rentetan kemenangan, tetapi perasaannya selalu bahwa kami masih dalam perlombaan," kata Fabregas kepada DAZN Italia.

















