Kena Skors UEFA, Prestianni Tetap Terbang ke Madrid Bersama Benfica

- Benfica tetap membawa Gianluca Prestianni ke Madrid meski ia sedang diskors UEFA akibat tuduhan rasisme, menunjukkan dukungan moral klub terhadap pemain muda tersebut.
- Presiden Benfica, Rui Costa, menegaskan keyakinannya bahwa Prestianni bukan rasis dan menyatakan klub sepenuhnya mempercayai penjelasan sang pemain.
- UEFA menjelaskan skorsing Prestianni bersifat sementara sambil menunggu hasil investigasi penuh, dengan kemungkinan sanksi tambahan jika terbukti bersalah.
Jakarta, IDN Times - Ketegangan jelang duel Benfica menghadapi Real Madrid semakin terasa. Benfica itu membuat keputusan berani terkait salah satu pemain mereka, Gianluca Prestianni.
Meski sedang mendapat sorotan tajam publik akibat tuduhan rasisme, Benfica tetap memasukkan nama Prestianni ke dalam skuad untuk berlaga melawan Real Madrid. Bahkan, Prestianni dikabarkan ikut terbang ke Spanyol bersama tim.
1. Prestianni ikut terbang ke Madrid
Meski dapat sanksi skors dari UEFA, Prestianni tetap ikut rombongan menuju Spanyol. Melansir laman Instagram Fabrizio Romano, Prestianni disebut ikut berangkat ke Spanyol untuk memberi dukungan moral kepada tim.
Prestianni tidak diizinkan untuk ikut berlaga di Estadio Santiago Bernabeu. Namun kehadirannya menjadi simbol bahwa Benfica masih berdiri di belakangnya.
Benfica harus menghadapi Real Madrid tanpa pemain mudanya tersebut. Sementara itu, investigasi UEFA terus berlanjut untuk mengungkap detail lengkap insiden yang memicu perdebatan luas ini.
2. Dukungan dari Presiden Benfica
Presiden Benfica, Rui Costa, memberikan pembelaan tegas terhadap Prestianni. Rui Costa menegaskan bahwa klub percaya sepenuhnya pada penjelasan Prestianni.
“Prestianni sedang disebut rasis, tetapi dia sama sekali bukan rasis. Saya bisa menjamin. Saya tidak bisa tahu apa yang dikatakan atau tidak dikatakan… Yang kami percayai adalah kata-kata Prestianni; lebih dari itu, kami mengenal para pemain yang kami miliki di klub,” ujar Costa mengutip pernyataan di akun Fabrizio.
3. Skorsingnya bersifat sementara
UEFA menegaskan skorsing yang diberikan kepada Prestianni bersifat sementara sambil menunggu hasil investigasi penuh atas dugaan rasisme. UEFA menyebut keputusan ini sebagai penerapan awal regulasi Pasal 14 untuk memastikan proses berjalan adil dan transparan.
Dalam pernyataannya, UEFA menjelaskan, langkah ini tidak memengaruhi keputusan akhir yang dapat berubah setelah bukti lengkap diserahkan.
UEFA menyampaikan, informasi lebih lanjut akan diberikan dalam waktu dekat untuk menjaga akuntabilitas proses disipliner. Meski begitu, Prestianni masih berpotensi menerima skorsing hingga 10 pertandingan jika dinyatakan bersalah.
"Ini tanpa mengurangi keputusan apa pun dari Komisi Disiplin UEFA setelah kesimpulan dari penyelidikan yang sedang berlangsung dan penyerahannya masing-masing kepada mereka. Informasi lebih lanjut tentang masalah ini akan tersedia pada waktunya," begitu pernyataan resmi UEFA.

















