Kluivert Cedera, Tak Akan Main di Clash of Legends 2026

- Patrick Kluivert batal tampil di Clash of Legends 2026 karena cedera paha yang dialaminya pekan lalu.
- Meskipun tak bermain, Kluivert tetap datang ke Indonesia bersama Barcelona Legends dan menyapa penggemar di SUGBK.
- Ia mengaku rindu atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno dan senang bisa kembali merasakan suasananya.
Jakarta, IDN Times - Eks pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menyampaikan kabar buruk. Dia tak akan bisa ambil bagian dalam laga Clash of Legends 2026 yang dihelat, Sabtu (18/4/2026) ini.
Dalam sesi jumpa pers jelang laga yang dihelat Jumat, 17 April 2026, Kluivert mengaku tak bisa main di laga tersebut karena mengalami cedera. Hal itu membuatnya kecewa.
"Pekan lalu, saya sedikit mengalami cedera di paha saya. Jadi, sangat disayangkan saya tak bisa main di laga Clash of Legends nanti, dan saya sangat kecewa," kata Kluivert.
1. Tetap Kluivert hadir di Indonesia

Kendati tak bisa main, Kluivert tetap hadir di Indonesia bersama dengan Barcelona Legends. Dia senang bisa ke Indonesia lagi, setelah lama pergi usai dipecat sebagai pelatih Timnas Indonesia.
"Saya senang berada di Indonesia lagi, dan memang sesuai dengan apa yang sudah saya janjikan, saya menunjukkan wajah saya lagi di Indonesia," ujar Kluivert.
2. Sempat menginjakkan kaki di SUGBK

Setibanya di Indonesia, Kluivert merasakan lagi rumput dan suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Tentu, stadion ini sudah tidak asing bagi eks pemain Barcelona itu.
Pantauan IDN Times, Kluivert sempat berinteraksi dengan anak-anak di GBK, serta melayani beberapa permintaan foto dan tanda tangan. Senyum tersungging di wajahnya.
3. Tak sabar ingin merasakan atmosfer GBK lagi

Kluivert mengaku, tak sabar untuk segera merasakan atmosfer GBK lagi. Menurutnya, stadion ini punya aura tersendiri, dan dia sudah akrab dengan aura tersebut.
"GBK tentu adalah stadion spesial. Saat saya masih melatih Timnas Indonesia, saya tahu betul atmosfernya seperti apa. Jadi, senang rasanya saya bisa kembali ke sini dan merasakannya," ujar Patrick Kluivert.


















