Kenapa Klub Serie A Italia Sering Tersingkir di Liga Champions?

- Klub-klub Serie A tersingkir seluruhnya dari Liga Champions musim ini setelah Atalanta kalah dari Bayern Munich di babak 16 besar.
- Alessandro Del Piero menilai kelelahan dan kurangnya persiapan fisik menjadi penyebab utama klub Italia mudah tumbang di kompetisi Eropa.
- Del Piero juga menyoroti rendahnya profesionalisme dan investasi klub Serie A dibandingkan tim Inggris atau Spanyol, yang membuat performa mereka inkonsisten sejak terakhir juara pada 2009/10.
Jakarta, IDN Times - Klub-klub Serie A begitu kesulitan bersaing di Liga Champions musim ini. Hal itu menimbulkan kekhawatiran di benak legenda Juventus dan Timnas Italia, Alessandro Del Piero.
Usai tumbangnya Atalanta di tangan Bayern Munich dalam babak 16 besar, wakil Italia di Liga Champions musim ini habis. Cuma ada satu wakil yang tersisa masing-masing di Liga Europa dan Conference League.
1. Kelelahan, tak bisa menyiapkan diri
Del Piero merasa, klub-klub Serie A mudah ditaklukkan dan tumbang di Liga Champions karena kelelahan. Mereka, menurut Del Piero, tak menyiapkan diri secara fisik dengan baik.
"Sepak bola saat ini berbeda. Ada lebih banyak pemain, pergantian, uang untuk diinvestasikan dalam persiapan fisik, pemulihan, dan sebagainya. Semuanya serba lebih banyak," kata Del Piero, dilansir Football Italia.
2. Profesionalisme klub Italia kurang
Profesionalisme klub-klub Italia, dinilai Del Piero, masih kurang jika dibandingkan klub-klub dari Inggris maupun Spanyol. Ketika tim-tim lain berinvestasi besar untuk skuad, klub-klub Serie A tidak.
"Anda membutuhkan profesionalisme dalam upaya meningkatkan kemampuan para pemain, karena masih ada ruang untuk perbaikan. Memang ada, karena orang lain juga melakukannya," kata Del Piero.
3. Belakangan, klub Italia memang inkonsisten
Sudah lebih dari 15 tahun tak ada klub Serie A juara Liga Champions. Terakhir, ada Inter Milan yang sukses juara bersama Jose Mourinho pada 2009/10 lalu.
Ada beberapa kesempatan ketika Juventus dan Inter Milan melaju lagi ke final. Sialnya, mereka tumbang dari lawan-lawannya.


















