Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kiprah Morgan Rogers di Aston Villa sebelum Pindah ke Chelsea
Stamford Bridge (unsplash.com/Virginia Marinova)
  • Morgan Rogers tampil impresif sejak bergabung dengan Aston Villa pada 2023/2024, mencatat 3 gol dan 1 assist serta membantu tim finis keempat di Premier League.
  • Pada musim 2024/2025, Rogers makin matang dengan kontribusi 14 gol dan 16 assist dari 54 laga, membawa Aston Villa menembus perempat final Liga Champions dan semifinal Piala FA.
  • Musim 2025/2026 menjadi puncak kariernya di Villa dengan trofi Europa League dan total 10 gol liga, hingga akhirnya Chelsea merekrutnya seharga 137,3 juta euro untuk kontrak tujuh tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aston Villa menerima pemasukan besar pada bursa transfer musim panas 2026. Itu terjadi berkat keputusan melepas Morgan Rogers ke Chelsea dengan biaya transfer mencapai 137,3 juta euro (Rp2,8 triliun) serta kesepakatan kontrak berdurasi 7 musim hingga 2033 mendatang. Sedangkan saat merekrut sang pemain dari Middlesbrough pada pertengahan 2023/2024, The Villans hanya mengeluarkan dana sebesar 9,4 juta euro (Rp191 miliar). Mahar tinggi yang telah disepakati tersebut tak bisa dilepaskan dari penampilan sang pemain yang menunjukkan progres positif bersama The Villans.

1. Morgan Rogers melewati periode adaptasi dengan cukup baik pada 2023/2024

Morgan Rogers datang ke Aston Villa pada pertengahan musim 2023/2024, saat tim sudah memiliki sistem permainan yang matang di bawah kendali Unai Emery. Hal tersebut membuatnya harus beradaptasi dalam waktu singkat untuk menjadi bagian penting skuad. Tantangan tersebut pun mampu dijawab oleh sang pemain. 

Diumumkan sebagai penggawa baru pada awal Februari 2024, ia mulai mendapat menit bermain reguler sebulan berikutnya. Emery lantas memanfaatkan potensi yang dimiliki Rogers dengan memainkannya di beberapa posisi, winger kiri, winger kanan, serta gelandang serang, yang membuktikan kapasitasnya sebagai motor serangan serbabisa. Dirinya juga memberikan kontribusi berupa 3 gol dan 1 assist dalam 16 laga di berbagai ajang. Ia berhasil membawa The Villans finis di peringkat keempat English Premier League, pencapaian terbaik sejak 1996.

Salah satu peran krusial Rogers terlihat ketika Aston Villa bertemu Chelsea pada pekan 35 Premier League. Ia menjebol gawang The Blues dengan sepakan kaki kanan pada menit 42. Sayangnya, laga itu berakhir dengan skor imbang 2-2. Pada musim ini, Rogers juga berhasil menyabet gelar top skor Carabao Cup dengan lima gol.

2. Morgan Rogers semakin diandalkan pada musim kedua

Morgan Rogers menunjukkan penampilan yang makin matang sebagai motor serangan pada musim kedua di Aston Villa (2024/2025). Ia kembali hadir sebagai sosok serbabisa bagi lini serang dengan kesempatan bermain di segala sisi, termasuk penyerang tengah, di berbagai kompetisi. Kontribusi golnya juga meningkat tajam dengan total 14 gol dan 16 assist dari total 4.496 menit bermain dalam 54 laga. Meski harus puas finis di peringkat keenam Premier League,  Aston Villa mencapai perempat final Liga Champions Eropa dan semifinal Piala FA. 

Sepanjang musim ini, Rogers beberapa kali membuktikan kapasitasnya sebagai pemain yang menjadi pembeda pada laga besar. Saat Aston Villa bertemu Manchester City pada pekan 17 Premier League, ia mencetak 1 gol dan 1 assist yang berbuah kemenangan 2-1. Sedangkan di Liga Champions, ia mencetak hattrick ke gawang Celtic dan membawa timnya menang 4-2 pada laga penutup fase grup. Pemain berpostur 1,87 meter tersebut juga menjebol gawang Paris Saint-Germain pada perempat final.

3. Morgan Rogers mempersembahkan trofi pada 2025/2026

Musim ketiga bersama Aston Villa (2025/2026) layak disebut sebagai salah satu periode terbaik dalam karier Morgan Rogers. Untuk pertama kalinya, ia berhasil meraih trofi di level profesional. Dirinya memainkan peran krusial sebagai motor serangan sekaligus mesin gol dalam keberhasilan tim menjuarai Europa League dengan torehan 3 gol dan 5 assist. Pada partai puncak menghadapi Freiburg, ia mencetak 1 gol dan 1 assist yang berbuah kemenangan telak 3-0.

Peran penting Rogers sebagai sosok serbabisa juga terlihat dalam kesuksesan tim kembali menembus papan atas Premier League hingga finis di peringkat keempat. Ia berhasil menjebloskan 10 gol dan 7 assist dalam 37 laga, menjadi pertama kali baginya mencetak dua digit gol dalam semusim di liga top Eropa. Pada pekan 17, ia menjadi bintang dengan kontribusi dua gol dalam kemenangan tipis 2-1 atas Manchester United.

Pada musim ini, Rogers juga berkesempatan merumput di Piala FA dan Carabao Cup. Satu golnya sempat membawa Aston Villa menang atas Tottenham Hotspur di Piala FA sebelum dihentikan Newcastle United pada putaran keempat. Lalu, ia hanya bermain selama 23 menit saat The Villans tersingkir pada putaran ketiga Carabao Cup.

Dengan usia 23 tahun, Morgan Rogers telah membuktikan kapasitasnya sebagai motor serangan yang mampu memberikan dampak besar di berbagai situasi. Postur tubuh yang ideal, kemampuan menggiring bola, kecerdasan membaca ruang, serta fleksibilitas bermain di sejumlah posisi menjadikannya ancaman konstan bagi pertahanan lawan. Gaya bermain yang agresif dan efektif dalam transisi akhirnya membuat Chelsea berani mengeluarkan dana fantastis untuk merekrutnya. Kini, Rogers berpeluang melangkah ke level yang lebih tinggi bersama The Blues sekaligus terus mengembangkan potensinya sebagai salah satu penyerang serbabisa terbaik Inggris.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article