5 Klub Cesar Azpilicueta Sepanjang Kariernya sebagai Pemain

- Cesar Azpilicueta resmi mengumumkan pensiun pada akhir musim 2025/2026 setelah berkarier selama dua dekade dan memperkuat lima klub berbeda di Spanyol, Prancis, serta Inggris.
- Perjalanan kariernya dimulai dari Osasuna, berlanjut ke Olympique Marseille, lalu mencapai puncak kejayaan bersama Chelsea dengan torehan sepuluh trofi bergengsi termasuk Liga Champions 2021.
- Menutup kariernya di Atletico Madrid dan Sevilla, Azpilicueta tetap menunjukkan dedikasi tinggi meski diganggu cedera, serta mencatat total 44 penampilan bersama Timnas Spanyol.
Cesar Azpilicueta mengumumkan mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola pada akhir musim 2025/2026. Melalui media sosial pribadinya, ia menyatakan pensiun setelah berkarier selama 20 tahun. Bek berpaspor Spanyol ini gantung sepatu pada usia 36 tahun. Dengan karier panjang selama 2 dekade, Azpilicueta membuktikan kualitasnya dengan diandalkan di sejumlah klub. Tercatat, ada lima klub yang diperkuat sepanjang kariernya.
1. Osasuna menjadi tempat Cesar Azpilicueta menimba ilmu dan memulai kariernya
Cesar Azpilicueta memulai karier sepak bolanya bersama Osasuna. Ia masuk ke akademi ketika masih berusia 11 tahun. Ia menimba ilmu selama 5 tahun dan berhasil masuk reserve team pada 2006. Debutnya terjadi ketika usianya masih 17 tahun pada 8 April 2007.
Setelah itu, Azpilicueta dipromosikan ke tim utama pada musim 2007/2008. Kala itu, usianya masih 18 tahun. Secara perlahan, ia membuktikan potensinya sebagai pemain muda. Selama 3 tahun di tim utama Osasuna, ia berhasil membuat 108 penampilan di berbagai ajang.
2. Cesar Azpilicueta menjajal tantangan dengan memperkuat Olympique Marseille
Performa apik Cesar Azpilicueta membuat Olympique Marseille memboyongnya pada musim panas 2010. Sosok kelahiran Pamplona ini memutuskan untuk hijrah ke Prancis. Kepindahannya saat itu memakan biaya senilai 6 juta euro atau sekitar Rp123 miliar.
Di Stade Velodrome, Azpilicueta menunjukkan peran pentingnya. Bertugas sebagai bek kanan, ia mampu diandalkan dalam 68 pertandingan dengan mengemas 2 gol dan 6 assist. Selama 3 musim bersama Marseille, ia mampu membawa tim kompetitif. Tercatat, ia memberikan 3 gelar juara untuk Les Phoceens, di antaranya 2 Coupe de la Ligue dan 1 Trophee des Champions.
3. Bersama Chelsea, Cesar Azpilicueta menjadi legenda dengan beragam prestasi
Setelah konsisten bersama Marseille, Chelsea datang untuk merekrutnya pada musim panas 2012. Performa ciamik membawanya bertualang ke Inggris. Di Stamford Bridge, Cesar Azpilicueta menjadi legenda berkat dedikasinya selama 11 tahun.
Sejak awal kedatangannya, Azpilicueta langsung menjadi andalan. Bermula hanya dipasang bek kanan, perannya meluas juga menjadi bek kiri, bek tengah, dan gelandang sayap. Fleksibilitasnya ini yang membuatnya mampu mencatatkan 508 penampilan di lintas ajang. Torehan 17 gol dan 51 assist menjadi bukti produktivitasnya sebagai pemain bertahan.
Bersama Chelsea, Azpilicueta menjalani periode tersukses dalam kariernya. Sebanyak sepuluh gelar juara berhasil dipersembahkannya kepada publik London Barat selama lebih dari sedekade. Trofi paling prestise adalah Si Kuping Besar alias Liga Champions Eropa pada 2021. Selain itu, ia juga membantu Chelsea mendapatkan 2 Liga Europa, 2 English Premier League, 1 Piala FA, 1 Piala Liga Inggris, 1 UEFA Super Cup, dan 1 Piala Dunia Antarklub.
4. Cesar Azpilicueta kembali ke Spanyol membela Atletico Madrid
Cesar Azpilicueta memutuskan untuk pulang kampung ke Spanyol pada musim panas 2023. Setelah kontraknya berakhir bersama Chelsea, ia memilih berlabuh ke Atletico Madrid. Ia menghabiskan waktu di ibu kota selama 2 tahun hingga 2025.
Kendati datang ketika tak lagi muda, Azpilicueta menawarkan pengalaman matangnya. Ini membuatnya dipercaya memainkan 54 laga dengan kontribusi 1 gol dan 2 assist. Meski belum berhasil memberikan trofi, ia membantu Atletico Madrid kembali kompetitif.
5. Sevilla menjadi klub terakhir yang diperkuat Cesar Azpilicueta
Pada musim panas 2025, Cesar Azpilicueta berpindah ke Sevilla setelah kontraknya habis di Atletico Madrid. Ia meneken kontrak selama semusim dengan opsi perpanjangan setahun. Namun, ia memutuskan untuk pensiun pada akhir musim 2025/2026.
Awal kedatangannya, Azpilicueta mampu membantu Sevilla bersaing di kompetisi domestik. Sayangnya, cedera berulang membuat penampilannya terbatas. Ia menepi selama beberapa waktu dengan sejumlah masalah, seperti cedera betis, hamstring, hingga pinggul. Meski begitu, ia mampu kembali pada akhir musim. Tercatat, ia memainkan 17 laga bersama Sevilla.
Karier panjang selama 2 dekade membuktikan konsistensi Cesar Azpilicueta. Selain diandalkan di level klub, ia juga mengoleksi 44 caps bersama Timnas Spanyol. Dengan pengalaman matangnya di lapangan hijau, peluangnya untuk menjadi pelatih terbuka lebar selepas pensiun. Terlebih lagi, ia juga ditangani sederet pelatih top. Akankah hal itu terwujud? Patut dinantikan.


















