Jejak Pelatih Spanyol di Chelsea, Xabi Alonso Terbaru!

- Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer baru dengan kontrak empat tahun, menggantikan Liam Rosenior yang dipecat pada April 2026.
- Rafael Benitez menjadi pelatih Spanyol pertama di Chelsea meski hanya berstatus interim pada musim 2012–2013 dan sempat menuai kontroversi dari fans.
- Bruno Saltor sempat memimpin Chelsea satu laga sebagai pelatih sementara pada April 2023 sebelum posisi tersebut diambil alih oleh Frank Lampard.
Chelsea telah menemukan pengganti Liam Rosenior yang dipecat dari jabatannya sebagai manajer pada April 2026. Menjelang akhir musim, manajemen mengumumkan Xabi Alonso sebagai juru taktik baru dengan kesepakatan kontrak berdurasi 4 tahun. Pria berusia 44 tahun itu akan memulai tugasnya pada musim panas 2026.
Hadirnya Alonso di kursi kepelatihan turut menambah jejak juru taktik asal Spanyol di Chelsea. Secara kuantitas memang belum banyak. Bahkan, Alonso menjadi pelatih permanen pertama dari Spanyol.
1. Rafael Benitez hanya berstatus sebagai pelatih interim di Chelsea
Rafael Benitez tercatat sebagai pelatih Spanyol pertama yang pernah menangani Chelsea. Namun, ia tak menjadi pelatih permanen, melainkan hanya berstatus sebagai pelatih interim. Momen tersebut berlangsung mulai November 2012 hingga musim panas 2013.
Kedatangan Benitez sebagai pelatih sementara Chelsea berawal dari keputusan manajemen memecat Roberto Di Matteo. Namun, penunjukan mantan pelatih Liverpool tersebut langsung mendapat penolakan dari sebagian besar suporter The Blues karena rivalitas yang telah terjalin seiring rekam jejak Benitez sebagai mantan pelatih Liverpool. Situasi makin memanas setelah Benitez secara terbuka mengkritik fans Chelsea dan menyebut status interim manager sebagai sebuah kesalahan besar yang membuat posisinya semakin sulit selama menangani klub.
Dalam kebersamaan yang singkat ini, Benitez mengawal Chelsea dalam 48 laga berbeda dengan hasil 28 menang, 10 imbang, dan 10 kalah. Meski melewati tiga laga pertama tanpa kemenangan, Benitez memiliki sejumlah catatan apik bersama The Blues. Ia sukses membawa anak asuhnya meraih kemenangan telak dalam delapan laga berbeda, termasuk membantai Aston Villa dengan skor 8-0 di English Premier League. Selain itu, The Blues juga tak terkalahkan dalam sepuluh laga terakhir bersama sang juru taktik.
2. Bruno Saltar hanya mengawal Chelsea dalam sebuah laga
Bruno Saltor hanya memegang peran sebagai asisten sepanjang karier kepelatihannya. Itu termasuk ketika menjadi bagian dari Chelsea mulai September 2022 hingga April 2023. Namun, ia berkesempatan menjadi pelatih sementara The Blues seiring keputusan manajemen mengakhiri kerja sama dengan Graham Potter pada 2 April 2023.
Saltor lantas mengawal tim dalam sebuah laga resmi sebelum Frank Lampard datang untuk mengambil alih kendali tim. Kapabilitasnya diuji ketika Chelsea menerima lawatan Liverpool pada pekan kedelapan Premier League 2022/2023. Kedua tim harus berbagi angka pada akhir laga karena skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
3. Xabi Alonso mulai bertugas pada musim panas 2026
Chelsea mencari sosok pelatih yang tepat usai memilih mengakhiri kerja sama dengan Liam Rosenior pada April 2026. Pilihan akhirnya jatuh kepada Xabi Alonso yang tengah berstatus tanpa klub sejak dipecat Real Madrid pada Januari 2026. Mantan pemain Liverpool tersebut menandatangani kontrak berdurasi 4 musim dan akan mulai melakukan tugasnya pada musim panas 2026.
Alonso diharapkan mampu menghadirkan kestabilan bagi Chelsea setelah klub beberapa kali berganti pelatih sepanjang 2025/2026. Terlepas dari perjalanan singkat yang kurang berkesan bersama Real Madrid, ia sempat mencuri perhatian saat menangani Bayer Leverkusen selama 3 tahun dan sukses mempersembahkan gelar Bundesliga Jerman perdana bagi klub tersebut pada 2024. Tak hanya itu, Alonso juga membawa Leverkusen menjuarai DFB-Pokal sehingga reputasinya sebagai pelatih muda berbakat semakin meningkat. Kehadirannya kini diharapkan mampu membantu Chelsea kembali bersaing di papan atas usai menutup musim dengan hasil mengecewakan, termasuk kalah dari Manchester City pada final FA Cup 2025/2026.
Situasi ini juga menandai kembalinya Alonso ke kasta teratas Inggris. Ketika berkarier sebagai pemain, ia pernah menjadi bagian dari Liverpool pada 2004–2009. Dirinya mencatatkan 143 penampilan dengan kontribusi 14 gol dan 18 assist di Premier League tanpa meraih gelar juara. Namun, Alonso sempat membawa Liverpool juara Liga Champions Eropa 2004/2005.
Penunjukan Xabi Alonso sekaligus membuka lembaran baru bagi Chelsea dalam membangun kembali kekuatan tim. Pengalaman dan prestasi yang telah diraih bersama Bayer Leverkusen menjadi modal penting bagi Alonso untuk menghadapi tekanan besar di Stamford Bridge. Kini, menarik untuk menantikan sejauh mana pelatih asal Spanyol tersebut mampu membawa The Blues kembali bersaing dalam perebutan trofi pada musim-musim mendatang.


















