Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Klub EPL Terakhir yang Bermain di Final UCL sebelum Arsenal!
ilustrasi suasana dalam stadion Arsenal (unsplash.com/Nelson Ndongala)

Arsenal akhirnya kembali tampil di final Liga Champions setelah terakhir kali melakukannya pada musim 2005/2006. Penantian panjang itu membuat keberhasilan The Gunners terasa semakin spesial bagi para pendukung mereka. Tim asuhan Mikel Arteta kini memiliki peluang untuk mengakhiri rasa penasaran fans terhadap trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Selama Arsenal absen dari final, beberapa klub Premier League justru silih berganti tampil di partai puncak Liga Champions Eropa (UCL). Ada tim yang berhasil menjadi juara, ada juga yang harus pulang dengan status runner-up setelah kalah di laga puncak. Berikut lima klub Premier League terakhir yang tampil di partai final UCL sebelum Arsenal pada 2025/2026.

1. Manchester City melengkapi treble winners setelah berhasil menjuarai UCL 2022/2023

Manchester City akhirnya meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub pada musim 2022/2023. Tim asuhan Pep Guardiola mengalahkan Inter Milan dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Rodri pada menit ke-68. Gelar juara tersebut juga melengkapi keberhasilan The Cityzen meraih treble winners pada musim yang sama.

Manchester City sebelumnya sempat gagal meraih gelar juara saat tampil di final musim 2020/2021. Chelsea berhasil mengalahkan mereka dengan skor tipis 1-0 melalui gol Kai Havertz. Kekalahan dari Chelsea ini seakan menjadi pengalaman penting bagi Manchester City sebelum akhirnya benar-benar meraih Si Kuping Besar 2 tahun kemudian di Istanbul, Turki.

2. Liverpool FC berhasil tiga kali melaju ke babak final hanya dalam 5 tahun

Dalam era kepemimpinan Jürgen Klopp Liverpool menjadi klub Inggris yang paling sering tampil di final Liga Champions. The Reds tercatat mencapai tiga final hanya dalam rentang 5 musim. Statistik tersebut menunjukkan betapa menakutkannya Liverpool di bawah asuhan pelatih asal Jerman tersebut. Mohamed Salah, Virgil van Dijk, dan Alisson Becker menjadi pemain penting dalam periode ini.

Sayangnya, dari tiga final tersebut Liverpool mengalami dua kekalahan. Real Madrid menjadi momok besar bagi bagi The Reds dengan kemenangan 3-1 pada final 2017/2018 dan 1-0 pada 2021/2022. Satu-satunya kemenangan yang menghasilkan gelar juara UCL terjadi pada 2018/2019 setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0. Mohamed Salah membuka keunggulan lewat penalti cepat sebelum Divock Origi memastikan kemenangan Liverpool di babak kedua.

3. Chelsea FC menjadi klub asal London dengan gelar juara UCL terbanyak

Chelsea membuktikan diri sebagai klub Inggris asal London yang paling sukses di Liga Champions. The Blues berhasil memenangkan dua trofi Liga Champions dalam rentang 9 tahun. Bahkan sejak awal 2000 mereka terhitung setidaknya sudah tiga kali bermain di partai puncak Liga Champions.

Terbaru, Chelsea menjuarai Liga Champions pada 2020/2021 setelah mengalahkan Manchester City dengan skor 1-0. Sebelumnya, Chelsea juga sukses mengalahkan Bayern Munchen lewat adu penalti 5-4 setelah bermain imbang 1-1 pada final 2011/2012. Namun, Chelsea sempat gagal menjadi juara ketika kalah adu penalti 5-6 melawan Manchester United pada final pertamanya pada UCL 2007/2008.

4. Tottenham Hotspur harus puas sebagai runner-up pada UCL 2018/2019

Tottenham Hotspur menciptakan sejarah baru ketika berhasil mencapai final Liga Champions musim 2018/2019. Tim yang saat itu di asuhan Mauricio Pochettino itu tampil mengejutkan dan menyingkirkan Ajax secara dramatis di semifinal. Lucas Moura menjadi pahlawan setelah mencetak hattrick yang membawa Spurs lolos ke final.

Tottenham kemudian menghadapi Liverpool di final yang berlangsung di Madrid. Sayangnya, Spurs kalah 0-2 setelah Mohamed Salah dan Divock Origi mencetak gol untuk Liverpool. Meski gagal juara, perjalanan Tottenham pada musim tersebut tetap menjadi yang terbaik dalam sejarah klub di Liga Champions.

5. Manchester United berhasil menjuarai UCL 2007/2008 lewat adu penalti

Manchester United menjadi klub Inggris paling rutin yang tampil di final Liga Champions tepatnya pada akhir era Sir Alex Ferguson. Setan Merah mencapai tiga final dalam hanya 4 musim pada awal 2000. Catatan ini menunjukkan kualitas mereka sebagai salah satu tim terbaik dunia pada saat itu. Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, dan Ryan Giggs menjadi bagian penting dalam pencapaian tersebut.

Manchester United memenangkan final musim 2007/2008 setelah mengalahkan Chelsea lewat adu penalti di Moskow. Carlos Tevez menjadi penentu setelah sepakannya tidak mampu dibaca Petr Cech. Sayangnya setelah itu, Barcelona dua kali menghentikan langkah mereka pada final musim 2008/2009 dan 2010/2011. Kekalahan tersebut membuat Setan Merah hanya mampu meraih satu gelar juara dalam tiga final yang dilakoninya saat itu.

Kembalinya Arsenal ke final UCL membuat daftar klub EPL di partai puncak semakin banyak. Partai ini akan menjadi yang kedua bagi The Gunners setelah sebelumnya terjadi pada musim 2005/2006. Kini, Arsenal kembali memiliki kesempatan untuk membawa pulang trofi Liga Champions meski harus terlebih dulu melewati hadangan Paris Saint-Germain di final.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article