Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Laga Menarik Pekan 5 Serie A 2026/2027, Ada AS Roma vs Inter Milan

4 min read
3 Laga Menarik Pekan 5 Serie A 2026/2027, Ada AS Roma vs Inter Milan
ilustrasi sepak bola (pixabay.com/planet_fox)
  • AS Roma menjamu Inter Milan pada 19 September 2026 dalam duel puncak klasemen; keduanya mengoleksi 12 poin dari empat kemenangan, dengan Roma unggul produktivitas gol.
  • Fiorentina menghadapi Napoli pada 20 September 2026, menjadi ujian bagi Paolo Vanoli setelah kembali menangani tim; Napoli tetap diunggulkan meski performanya belum konsisten.
  • Juventus dan Atalanta bertemu pada 20 September 2026 setelah sama-sama kalah pekan lalu. Kedua tim sedang inkonsisten, sementara empat dari lima pertemuan liga terakhir mereka berakhir imbang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Serie A Italia 2026/2027 memasuki pekan kelima mulai Sabtu (19/9/2026) hingga Senin (21/9/2026). Sejumlah laga sengit berpeluang terjadi. Salah satunya adalah pertemuan AS Roma dan Inter Milan. Kedua tim sama-sama belum terkalahkan dengan selalu menang dalam empat  laga. Ini membuat duel kedua tim berpotensi ketat. Termasuk laga tersebut, berikut tiga suguhan menarik pada pekan kelima Serie A 2026/2027.

  1. 1. Inter Milan menantang AS Roma demi mengambil alih puncak klasemen

    Partai perebutan puncak klasemen tersaji pada pekan kelima Serie A 2026/2027. AS Roma dan Inter Milan bentrok di Stadio Olimpico pada Sabtu (19/9/2026) pukul 23.00 WIB. Saat ini, AS Roma dan Inter Milan sama-sama mengumpulkan 12 poin dari 4 kemenangan. Namun, tim ibu kota menduduki posisi teratas berkat keunggulan produktivitas gol. 

    Dengan kondisi tersebut, maka kemenangan menjadi hal wajib demi menjadi capolista. Melihat performa pada awal musim, AS Roma dan Inter Milan tampil menjanjikan. Ini membuat laga berpotensi sengit. Meski begitu, AS Roma mesti waspada Inter Milan mengkudeta. Dalam sedekade terakhir, Inter Milan tak pernah kalah dengan lima lawatan terakhir selalu menang. 

    Kendati demikian, bukan jaminan Inter Milan kembali membawa pulang tiga poin. Sebab, AS Roma berkembang sebagai tim yang diperhitungkan sejak ditangani Gian Piero Gasperini pada 2025. Tim ibu kota bisa mentas di Liga Champions Eropa 2026/2027 berkat mentalitas pemenang yang diberikan juru latih 68 tahun ini. Musim lalu, AS Roma kalah tipis 0-1 dalam dua pertemuan. Dengan performa konsisten pada awal musim, AS Roma berpeluang menang.

  2. 2. Tantangan berat Fiorentina menghadapi Napoli di Stadio Artemio Franchi

    Beralih ke Stadio Artemio Franchi, Fiorentina mesti menerima kunjungan Napoli pada Minggu (20/9/2026) pukul 17.30 WIB. Laga ini menjadi tantangan bagi Paolo Vanoli. Setelah performa buruk tim hingga Fabio Grosso dipecat, Vanoli kembali ditunjuk meski sempat berpisah pada Juni lalu. Setelah dua laga awal mampu menang, Fiorentina menghadapi lawan berat Napoli.

    Berkaca pada pertemuan musim lalu, Vanoli memang kalah 1-2 dari Napoli. Namun, Napoli kala itu ditangani Antonio Conte. Kini, Napoli bertandang bersama Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru. Secara permainan, Napoli lebih bertahan dibandingkan musim lalu. Berbekal kemenangan 4-2 atas Venezia pekan lalu, Fiorentina optimis bisa meraih tiga poin di kandang.

    Meski begitu, Napoli tetap menjadi unggulan pada duel kali ini. Skuad yang lebih mumpuni membuat peluang menang masih ada. Namun, performa mereka juga inkonsisten pada awal musim. Hal tersebut membuat Napoli tetap berpotensi kesulitan. Terlebih lagi, Fiorentina didukung penuh publik Florence. Maka dari itu, bentrokan kedua tim kali ini diprediksi sengit.

  3. 3. Juventus dan Atalanta berpotensi menyuguhkan duel dengan intensitas tinggi

    Juventus dan Atalanta bertarung di Allianz Stadium pada Minggu (20/9/2026) pukul 23.00 WIB. Laga ini menjadi misi bangkit bagi kedua tim setelah sama-sama keok pada pekan lalu. Juventus gagal mencuri poin setelah takluk dramatis 2-3 di kandang Sassuolo. Sementara, Atalanta secara mengejutkan menderita kekalahan 1-2 di markas sendiri dari Cagliari. 

    Melihat performa awal musim, kedua tim masih inkonsisten. Meski menang pada dua laga awal, penampilan Juventus dan Atalanta cenderung menurun. Sebelum kalah pekan lalu, Juventus ditahan imbang AC Milan. Adapun, Atalanta menelan dua kekalahan beruntun. Sebelum kalah dari Cagliari, Atalanta pulang tanpa poin dari ibu kota usai keok 1-2 di markas AS Roma.

    Secara statistik, kedua tim bertarung ketat. Dari 5 laga terakhir di Serie A, Juventus dan Atalanta sama-sama mengantongi satu kemenangan, dengan sisanya berakhir sama kuat. Catatan tiga kali imbang ini menjadi bukti sengit bentrokan kedua tim. Dengan kondisi saat ini, hal tersebut berpotensi kembali terjadi demi tiga poin untuk memperbaiki posisi di klasemen.

    Sederet laga di atas berpotensi menghadirkan pertarungan ketat. Beberapa tim mengusung misi bangkit, tetapi ada pula yang tengah bersaing demi posisi teratas. Dari tiga bentrokan tersebut, manakah yang akan kamu saksikan akhir pekan nanti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More