Longsor Cisarua: 25 Kantong Jenazah Ditemukan, 81 Orang Masih Hilang

- 9 orang terkonfirmasi meninggal dunia, 5 di antaranya sudah teridentifikasi
- Pencarian sempat dihentikan karena longsor susulan, lebih dari 250 personel dikerahkan
- Ratusan warga mengungsi, puluhan rumah tertimbun, 232 warga dievakuasi ke tempat pengungsian
Jakarta, IDN Times - Tim SAR gabungan terus bekerja keras dalam operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026). Petugas berhasil mengevakuasi total 25 kantong jenazah (body pack) dari lokasi bencana, hingga sore waktu setempat.
Seluruh kantong jenazah tersebut langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut. Namun, angka korban masih bisa terus bertambah mengingat sebanyak 81 orang dilaporkan masih hilang dan belum ditemukan.
1. 9 orang terkonfirmasi meninggal dunia

Hingga Minggu siang, korban meninggal dunia tercatat sembilan jiwa. Lima jenazah di antaranya sudah berhasil teridentifikasi dan telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
Sementara itu, empat korban meninggal lainnya masih menjalani proses identifikasi intensif oleh petugas. Selain korban jiwa, terdapat 23 orang yang dilaporkan selamat dari musibah tanah longsor yang terjadi dini hari tersebut.
2. Sempat setop pencarian karena longsor susulan

Operasi pencarian hari ini sempat menghadapi kendala serius dan dihentikan sementara pada pukul 10.41 WIB karena terpantau adanya pergerakan tanah longsor susulan. Tim gabungan baru melanjutkan pencarian pukul 11.10 WIB setelah pengamatan drone UAV di area mahkota longsor menyatakan kondisi aman.
Lebih dari 250 personel gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk menyisir sektor Alpha dan Bravo. Medan yang berat membuat petugas harus mengombinasikan penggunaan alat berat, pencarian manual, hingga teknologi drone untuk melacak keberadaan korban.
3. Ratusan warga mengungsi, puluhan rumah tertimbun

Dampak kerusakan akibat longsor ini terbilang parah karena menimbun lebih dari 30 unit rumah warga. Guna mengantisipasi risiko bahaya susulan, sebanyak 232 warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian telah dievakuasi ke tempat pengungsian di GOR dan Aula Desa.
Pemerintah melalui lima klaster utama penanganan bencana memastikan perlindungan dan pelayanan bagi pengungsi menjadi prioritas. BPBD setempat bersama lintas instansi terus melakukan pendataan lanjutan serta pemantauan ketat di lokasi terdampak.

















