Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Skema buat Pengungsi Longsor Bandung Barat: Huntara-Relokasi

3 Skema buat Pengungsi Longsor Bandung Barat: Huntara-Relokasi
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyiapkan tiga opsi bagi korban longsor Cisarua. (Dok. BNPB)
Intinya sih...
  • Tiga skema yang disiapkan untuk korban longsor Bandung Barat, yakni pembangunan hunian sementara (huntara), Dana Tunggu Hunian (DTH), dan relokasi ke tempat lebih aman.
  • Hingga Minggu (25/1/2026), BNPB mencatat sembilan orang meninggal dunia, dan 81 korban jiwa belum ditemukan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tiga skema bagi para pengungsi korban tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, tiga skema tersebut, yakni pembangunan hunian sementara (huntara) bagi pengungsi, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi para korban yang mau tinggal di rumah saudara, dan opsi terakhir relokasi ke tempat lebih aman.

Hingga Minggu (25/1/2026), BNPB mencatat sembilan orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana ini, sedangkan 81 korban jiwa belum ditemukan. Adapun, data sementara terkait pengungsi yang berada di Kantor Desa Pasirlangu per Minggu (25/1) pukul 14.00 WIB berjumlah 232 jiwa, dengan rincian di GOR desa sebanyak 141 jiwa, dan di aula desa 8 jiwa.

"Tentu penentuan lokasi juga akan melibatkan Badan Geologi supaya lebih aman, masyarakat yang tidak terkena dampak, tapi lokasinya masih rawan, maka akan kita tindaklanjuti walaupun saat ini tidak terkena longsor, itupun harus direlokasi," kata Suharyanto dalam keterangan resmi, Minggu.

1. Gibran janjikan relokasi warga terdampak longsor

3 Skema buat Pengungsi Longsor Bandung Barat: Huntara-Relokasi
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendatangi tempat sementara korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka sebelumnya memastikan pemerintah akan serius mencari korban yang tertimbun. Semua dilakukan selama 24 jam agar para korban bisa segera ditemukan.

"Tadi saya habis ngecek lokasi, terus kita upayakan semua untuk mencari korban atas kejadian ini," ujar Gibran di lokasi bencana, Minggu (25/1).

Dia pun meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Bandung Barat untuk menjaga kesehatan, khususnya masyarakat lanjut usia, disabilitas, ibu menyusui, perempuan, dan anak-anak. Selain itu, juga memastikan seluruh persedian makanan cukup dan kesehatan bisa dicek secara berkala.

Gibran juga meminta pemda segera mempersiapkan lahan relokasi untuk warga yang rumahnya hancur. Lahan relokasi tersebut tidak boleh jauh dari rumah mereka dulu, sehingga aktivitas nantinya bisa dilakukan dengan mudah.

"Segera sosialisasikan untuk relokasi ini," katanya.

2. Operasi SAR akan dilakukan selama 24 jam

3 Skema buat Pengungsi Longsor Bandung Barat: Huntara-Relokasi
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, mendatangi pengungsiran korban longsor di Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Menteri Koordinator (Menko) PMK Pratikno menyebut, pemerintah saat ini memprioritaskan penyelamatan jiwa serta perlindungan pengungsi. Ia memastikan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) akan dilakukan selam 24 jam.

“Kami mengutamakan penyelamatan jiwa. Operasi SAR dilakukan 24 jam nonstop karena masih ada puluhan warga yang dalam pencarian, bersamaan dengan perlindungan pengungsi dan pencegahan bencana susulan,” katanya.

3. Sembilan orang meninggal dunia, 81 jiwa masih hilang

3 Skema buat Pengungsi Longsor Bandung Barat: Huntara-Relokasi
Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangun, Cisarua, Bandung Barat. Dok SAR Bandung

Hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 19.00 WIB, Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian dan evakuasi terhadap korban terdampak. Tim mengevakuasi satu korban selamat, empat korban meninggal dunia dan dua body pack yang masih dalam proses identifikasi.

"Mulai pukul 11.10 WIB siang tadi, Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi 1 korban selamat atas nama Lili dan dievakuasi ke Puskesmas Pasirlangu, tim selanjutnya melaksanakan evakuasi terhadap korban lainnya yang ditemukan meninggal dunia" kata Ade Dian, selaku SAR Mission Coordinator Operasi SAR Bencana Tanah Longsor di Cisarua Bandung Barat.

Penemuan korban berlanjut pada pukul 15.54 WIB, tim SAR Gabungan menemukan tiga korban perempuan, di antaranya dua korban perempuan meninggal dunia di lokasi yang sama, sedangkan satu korban lainnya berjenis kelamin perempuan di titik koordinat yang berbeda.

Penemuan terakhir hari ini ditemukan pukul 18.23 WIB, korban berjenis kelamin perempuan dalam kondisi meninggal dunia. Pukul 19.00 WIB dilaksanakan debriefing dan evaluasi harian.

Hingga saat ini, data korban sementara 23 orang selamat, sembilan orang meninggal dunia, dan korban dalam pencarian sekitar 80 orang serta serta dua body pack yang masih dalam proses identifikasi. Data ini masih bersifat sementara dan bisa berubah.

Cuaca di lokasi kejadian saat pelaksanaan pencarian dilaporkan hujan deras sehingga menghambat proses pencarian. Di samping itu, akses ke search area juga dinilai sulit sehingga membatas mobilisasi tim di lapangan. Selanjutnya pencarian akan dilanjutkan esok hari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More

Hasil Manis dari Pasangan Debut, Indonesia Amankan Posisi Runner Up

25 Jan 2026, 21:30 WIBNews