Longsor di Bandung Barat, Tim SAR Kerahkan 250 Personel untuk Cari Korban

- Operasi pencarian korban longsor di Bandung Barat melibatkan 250 personel SAR
- Pencarian dibagi dalam beberapa sektor, melibatkan 450 personel pendukung, dan mengerahkan alat berat
- 9 korban sudah teridentifikasi, 81 orang masih hilang, total korban terdampak berjumlah 113 jiwa
Jakarta, IDN Times - Tercatat 250 personel Tim Search and Rescue (SAR) terlatih dikerahkan dalam operasi pencarian 80 korban longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii menyebut, operasi SAR dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh unsur kementerian dan lembaga terkait, termasuk TNI dan Polri yang berada di wilayah Jawa Barat.
"Dalam operasi SAR ini sebanyak 250 personel terlatih sudah tergabung dalam tim SAR dengan Basarnas bertindak sebagai koordinator, dibantu seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri," kata Syafii di Bandung, Minggu (25/1/2026), dikutip dari ANTARA.
1. Area pencarian korban dibagi dalam beberapa sektor dan melibatkan unsur gabungan

Selain tim SAR utama, kata Syafii, operasi pencarian juga diperkuat oleh ratusan personel pendukung dari berbagai unsur yang bertugas membantu kelancaran pelaksanaan evakuasi di lapangan.
"Sementara untuk tim operasi pendukung terdapat sekitar 450 personel," katanya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengatakan setelah melakukan asesmen awal di lokasi kejadian, mulai dari titik mahkota longsor hingga lidah longsor, memutuskan untuk membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor untuk memaksimalkan upaya evakuasi korban.
Tim SAR gabungan juga mengerahkan sarana dan prasarana melalui dua unsur utama, yakni udara dan darat, dengan rincian sebanyak 12 unit robot udara (drone) dan unsur darat melibatkan personel serta sejumlah alat berat yang disiagakan.
2. Penggunaan alat berat belum dapat dipastikan karena kondisi medan didominasi bubur pasir

Namun demikian, penggunaan alat berat belum dapat dipastikan sepenuhnya, karena kondisi medan yang masih sangat rawan dengan material longsoran didominasi bubur pasir yang berpotensi membahayakan tim SAR.
"Alat berat belum sepenuhnya bisa digunakan karena kondisi medan masih berupa longsoran bubur pasir dan sangat rawan," jelasnya.
Syafii menegaskan, operasi SAR dilakukan secara bertahap dengan koordinasi tambahan dari tim SAR di Bandung, agar seluruh unsur dapat bekerja secara optimal dalam mengevakuasi korban.
Target awal pencarian difokuskan pada sekitar 80 orang yang dilaporkan masih tertimbun material longsor, dengan pencarian juga mengerahkan anjing pelacak (K9) dari unsur Polri dan TNI serta upaya modifikasi cuaca.
"Kita berharap cuaca mendukung dan telah dilakukan modifikasi cuaca bekerja sama dengan BNPB," ujar Syafii.
3. Sembilan korban sudah teridentifikasi, 81 orang masih hilang

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tanah longsor yang melanda Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat telah memasuki hari ke tiga. Berdasarkan data hingga Minggu (25/1/2026) siang, tim SAR telah berhasil menemukan sembilan korban jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, sembilan korban yang sudah terindentifikasi, lima di antaranya telah diserahkan ke pihak keluarga, dan empat orang korban masih di Posko Disaster Victim Identification (DVI).
Selain korban meninggal dunia, 81 jiwa masih dinyatakan hilang, sehingga total korban terdampak berjumlah 113 jiwa. Jumlah korban ini bersifat sementara dan masih akan terus dilaksanakan verifikasi di lapangan.
"Terhadap sembilan korban meninggal yang sudah terindentifikasi, lima korban sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga, dan empat orang korban masih di Posko Disaster Victim Identification (DVI)," kata Abdul Muhari kepada wartawan, Minggu (25/1/2026).


















