Timnas Spanyol sukses melaju ke final Piala Dunia 2026. Mereka mendapatkan tiket ke sana usai menghajar Timnas Prancis dengan skor 2-0 di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada Rabu (15/6/2026) dini hari WIB. Sang pelatih, Luis de la Fuente, langsung membongkar resep di balik keberhasilan tersebut.
Luis de la Fuente Bongkar Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026

1. Filosofi jangka panjang mulai membuahkan hasil
Timnas Spanyol memastikan tiket ke final berkat gol penalti Mikel Oyarzabal (22'). Pedro Porro kemudian menggandakannya pada menit 58. Selain tampil tajam bersama dua pencetak gol, Spanyol juga mampu membuat lini serang Les Bleus mati kutu sepanjang laga.
Luis de la Fuente mengatakan, pencapaian ini merupakan buah dari proses panjang yang telah dibangun bersama para pemain hampir 4 tahun lamanya. Hasil kerja keras tersebut sebelumnya membuahkan gelar juara Euro 2024. Kini, keberhasilan melaju ke final Piala Dunia 2026 mempertegas kalau proyek yang dibangun federasi dan tim kepelatihannya berada di jalur yang tepat.
"Ketika kami memulai proyek ini hampir 4 tahun lalu dengan sebuah ide dan filosofi, kami bermimpi bisa sampai di titik ini. Aku sangat bangga," kata De la Fuente dikutip dari BBC.
2. Melewati masa-masa bekerja keras dengan sejumlah pengorbanan
Luis de la Fuente menegaskan, performa impresif Timnas Spanyol bukan semata karena dihuni pemain-pemain bintang. Menurutnya, kesuksesan itu lahir dari komitmen, kerja keras, dan pengorbanan seluruh pemain selama proses persiapan. Mereka bisa mencapai titik ini karena mengusahakannya.
"Para pemain ini pantas mendapatkan semua pujian karena tiap hari mereka menunjukkan komitmen, pengorbanan, dan bakat yang luar biasa. Aku sangat bangga kepada tiap pemain di tim ini. Banyak tekanan yang kami rasakan karena tanggung jawabnya begitu besar," ucap De la Fuente.
3. Masih ada satu langkah lagi untuk pembuktian di kancah dunia
Luis de la Fuente menilai Rodri dan kawan-kawan tampil begitu disiplin dalam menjalankan taktik kontra Prancis. La Furia Roja mampu mengontrol permainan. Kylian Mbappe dan koleganya dibuat gagal memainkan ritme terbaik mereka.
"Sungguh menyenangkan melihat mereka bermain dengan begitu spektakuler. Mereka membuat hal-hal yang sulit terlihat begitu mudah," ucap De la Fuente.
Spanyol akan berlaga di final Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah. Mereka terakhir kali mencapai titik itu pada 2010. Spanyol bahkan berakhir mengangkat trofi saat itu.
"Bisa berada di final Piala Dunia adalah sebuah kemewahan. Hanya sedikit orang yang mendapat kesempatan seperti ini. Kami harus terus melangkah karena masih ada satu langkah lagi yang harus diselesaikan. Kami akan berusaha mewujudkannya," ujar sang pelatih.