Pangeran Norwegia Pimpin Viking Row Bareng Ratusan Ribu Warga Oslo

- Timnas Norwegia disambut ratusan ribu warga Oslo setelah menembus perempat final Piala Dunia 2026, pencapaian tertinggi mereka sejak 1998.
- Pangeran Haakon memimpin Viking Row terbesar dalam sejarah di halaman Istana Kerajaan, meski Erling Haaland dan Sander Berge absen.
- Parade bus tim di Karl Johans Gate sempat terhenti akibat lautan manusia dan kabel udara rendah, sementara Martin Odegaard mengungkapkan rasa harunya atas dukungan publik.
Timnas Norwegia yang terhenti pada perempat final Piala Dunia 2026 tetap disambut bak pahlawan usai kembali ke negara mereka pada Senin (13/7/2026) waktu setempat. Erling Haaland dan kolega disambut ratusan ribu warga di Oslo. Sambutan itu disebut-sebut layak mengingat performa The Vikings melampaui ekspektasi publik. Setelah absen mulai pada 1998, generasi emas Norwegia memenangkan dua fase gugur untuk ke perempat final, pencapain tertinggi partisipasi mereka dalam sejarah Piala Dunia.
1. Viking row terbesar terjadi di Oslo
The Guardian melansir, lebih dari 100 ribu warga tumpah ruah. Mereka membanjiri jalanan Oslo. Kehadiran warga sekaligus menyulap patah hati kegagalan menjadi sebuah perayaan berskala nasional.
Puncak dari euforia penyambutan ini terjadi di halaman Istana Kerajaan usai tim melakukan audiensi tertutup dengan Raja Harald V. The Vikings kemudian melangkah keluar. Mereka menyapa lautan manusia yang dikawal ketat Pasukan Pengawal Kerajaan.
2. Viking row dipimpin Sang Pangeran, Erling Haaland absen
Pada momen inilah selebrasi ikonis yang viral sepanjang Piala Dunia 2026, Viking row, kembali menggema. Kali ini, ritual itu dilakukan dengan skala paling masif. Puluhan ribu penggemar duduk serempak dan mendayung bersama, dipimpin langsung Pangeran Haakon sebagai penabuh drum.
Momen ini menjadi Viking row terbesar sepanjang sejarah yang pernah terekam kamera. Sayangnya, bintang utama, Erling Haaland dan Sander Berge, tidak tampak di sana. Mereka terpaksa absen pada momen epik ini.
3. Parade bus tertahan lautan manusia dan kabel, Martin Odegaard justru terharu
Kemeriahan dilanjutkan dengan parade bus atap terbuka. Ia membelah jalanan utama Oslo, Karl Johans Gate. Padatnya lautan manusia membuat bus tim nyaris tak bisa bergerak, memaksa polisi bekerja ekstra keras untuk membuka jalan.
Pemandangan kocak sempat terjadi saat bus parade harus berhenti mendadak. Ia terhalang kabel udara yang melintang rendah. Para pemain yang tadinya asyik berdiri dan bernyanyi terpaksa harus berjongkok serempak untuk menghindari kabel tersebut.
Insiden kabel ini seolah ironi. Sebab, Pelatih Stale Solbakken sebelumnya bersikeras menuduh bola sempat mengenai kabel kamera gantung sesaat sebelum gol penyama kedudukan Inggris tercipta pada perempat final. Tuduhan yang hingga kini telah berulang kali dibantah keras pihak FIFA.
Parade yang hanya berjarak 1,3 km itu ternyata memakan waktu berjam-jam sebelum akhirnya rombongan tiba di City Hall Square. Di sana, puluhan ribu suporter masih setia menunggu. Mereka ingin memberikan penghormatan terakhir kepada para pemain.
"Dukungan yang kami terima di AS dan di sini, di Norwegia, benar-benar di luar ekspektasi, sungguh luar biasa melihatnya," kata kapten tim, Martin Odegaard, kepada NRK, dikutip dari The Guardian.
















