Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Manajer Baru yang Memenangi 5 Pertandingan Awal Premier League

5 min read
6 Manajer Baru yang Memenangi 5 Pertandingan Awal Premier League
markas Manchester City, Etihad Stadium (pexels.com/Simon Gough)
  • Enzo Maresca membawa Manchester City memenangi lima laga awal Premier League 2026/2027, termasuk kemenangan 5-3 atas Sunderland, sehingga memimpin klasemen dengan 15 poin.
  • Maresca masuk daftar manajer baru yang meraih lima kemenangan awal liga, bersama Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, Ole Gunnar Solskjaer, Craig Shakespeare, dan Maurizio Sarri.
  • Ancelotti, Guardiola, dan Solskjaer membuka kiprah Premier League dengan enam kemenangan beruntun, sementara Shakespeare dan Sarri mencatat lima kemenangan pada periode awal mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Manchester City meraih kemenangan 5-3 atas Sunderland pada pekan kelima English Premier League 2026/2027. Di bawah kendali Enzo Maresca sebagai pelatih anyar, Manchester City tetap kompetitif sepeninggal Pep Guardiola. Bagi Enzo Maresca, keberhasilannya membawa tim selalu menang dalam lima laga pertama Premier League menghadirkan pencapaian istimewa. Juru latih asal Italia ini masuk daftar elite sebagai manajer baru yang memenangi lima laga awal musim Premier League menurut Squawka per 23 September 2026.

  1. 1. Carlo Ancelotti memulai debut di Chelsea dengan baik pada awal 2009/2010 hingga mampu juara

    Carlo Ancelotti berlabuh ke Stamford Bridge pada musim panas 2009. Pada awal kedatangannya, ia membawa Chelsea memenangkan enam laga awal Premier League 2009/2010. Pada laga pertama, Chelsea menang 2-1 atas Hull City. 

    Setelah itu, Chelsea mengalahkan Sunderland 3-1. Pasukan Carlo Ancelotti lalu menang 2-0 atas Fulham, disusul hasil tiga gol tanpa balas kontra Burnley. Konsistensi ini berlanjut lewat kemenangan 2-1 di kandang Stoke City. Chelsea lalu menang 3-0 atas Tottenham Hotspur.

    Laju kemenangan Chelsea tersebut terhenti pada pekan ketujuh. Chelsea harus mengakui keunggulan Wigan Athletic dengan skor 1-3. Kendati begitu, Chelsea tetap mampu kompetitif hingga akhir musim. Ancelotti bahkan sukses menghadirkan gelar juara Premier League. Chelsea juara dengan 86 poin, hasil dari 27 kemenangan, 5 kali imbang, dan 6 kekalahan.

  2. 2. Pada awal 2016/2017, Pep Guardiola membuat enam kemenangan bersama Manchester City

    Pep Guardiola mengikuti jejak impresif Carlo Ancelotti ketika menangani Manchester City mulai 2016/2017. Pada awal musim, Manchester City mampu menang enam laga beruntun. Manchester City membuka musim dengan kemenangan susah payah 2-1 atas Sunderland. Setelah itu, mereka menang dengan nyaman di markas Stoke City dengan skor 4-1.

    Manchester City lalu menang 3-1 kontra West Ham United. Setelah itu, Manchester City mengalahkan Manchester United 2-1. Manchester City lalu menghajar Bournemouth empat gol tanpa balas. Ini diikuti kemenangan 2-1 di markas Swansea City. Sayangnya, laju kemenangan ini terhenti usai kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur. Manchester City lalu mengakhiri musim di peringkat ketiga dengan 78 poin, terpaut 15 angka dari Chelsea yang juara lewat 93 poin.

  3. 3. Ole Gunnar Solskjaer tampil gemilang sebagai caretaker Manchester United pada 2018/2019

    Ole Gunnar Solskjaer masuk jajaran elite sebagai manajer baru yang berhasil memenangi enam laga pertama di Premier League. Laju apik ini tercatat ketika dirinya menjadi caretaker sepeninggal Jose Mourinho pada akhir 2018. Hasil pertamanya impresif lewat kemenangan 5-1 atas Cardiff City. Setelah itu, Manchester United menang 3-1 kontra Huddersfield Town. Ini disusul kemenangan telak lainnya dengan skor 4-1 ketika menghadapi Bournemouth. 

    Pada laga keempat, Manchester United mengalahkan Newcastle United 2-0. Dua kemenangan tipis diperoleh, yakni 1-0 atas Tottenham Hotspur dan 2-1 kontra Brighton & Hove Albion. Kemenangan Manchester United terhenti pada laga ketujuh setelah ditahan imbang Burnley 2-2. Meski begitu, laju tak terkalahkan Manchester United berlanjut hingga laga ke-12. Konsistensi ini yang membuat manajemen merekrut Solskjaer sebagai manajer permanen. 

  4. 4. Lewat lima kemenangan beruntun, Craig Shakespeare menyelamatkan Leicester City dari degradasi pada 2016/2017

    Sebelum Ole Gunnar Solskjaer, catatan apik Craig Shakespeare hadir pada paruh kedua musim 2016/2017. Kala itu, Leicester City memilihnya menggantikan Claudio Ranieri yang didepak. Ia mencatatkan lima kemenangan beruntun untuk membawa Leicester bangkit. 

    Kemenangan pertama hadir dengan skor 3-1 kontra Liverpool. Skor serupa juga diperoleh saat menundukkan Hull City. Leicester lalu melewati drama lima gol untuk menang 3-2 di kandang West Ham United. Kemenangan 2-0 kemudian diperoleh Leicester dari Stoke City dan Sunderland. Meski sempat naik turun, Leicester bertahan di Premier League usai finis ke-12.

  5. 5. Maurizio Sarri membuat lima kemenangan untuk Chelsea pada awal 2018/2019

    Maurizio Sarri menjalani masa singkat sebagai pelatih Chelsea pada 2018/2019. Racikannya menjanjikan pada awal musim di Premier League. Ia mampu menghadirkan lima kemenangan beruntun pada awal kompetisi. Pada partai debut, Chelsea menang telak 3-0 di markas Huddersfield Town. Chelsea lalu susah payah mengalahkan Arsenal dengan skor 3-2.

    Chelsea kembali kesulitan dengan hanya menang 2-1 atas Newcastle United. Konsistensi berlanjut dengan kemenangan 2-0 atas Bournemouth, ini diikuti hasil 4-1 kontra Cardiff City. Rangkaian kemenangan Chelsea ini dihentikan oleh West Ham dengan hasil imbang 0-0. Sarri sejatinya mampu tak terkalahkan hingga pekan ke-12. Sayangnya, Chelsea sempat mengalami penurunan performa pada pertengahan musim sehingga hanya finis ketiga dengan 72 poin.

  6. 6. Enzo Maresca memenangkan lima laga pertama dengan Manchester City pada 2026/2027

    Enzo Maresca masuk jajaran elite ini setelah membawa Manchester City memenangi lima laga pertama di Premier League 2026/2027. Kendati mulanya diragukan karena meneruskan jejak kesuksesan Pep Guardiola, juru taktik Italia itu membuktikan kualitasnya. Manchester City menjadi satu-satunya tim yang selalu menang sehingga memimpin klasemen dengan 15 poin.

    Kemenangan pertama Manchester City hadir kontra Bournemouth dengan skor 2-1. Manchester City lalu menang meyakinkan 4-1 di markas Crystal Palace. Manchester City sempat mengalami kesulitan dengan hanya menang 1-0 atas Coventry City dan Manchester United. Setelah itu, Manchester City bangkit dan menumbangkan Sunderland dengan skor 5-3. 

    Laju kemenangan tersebut membuat masa awal Enzo Maresca mengesankan. Sebagai pelatih baru, ia mampu membawa Manchester City meraih hasil menjanjikan pada awal Premier League 2026/2027. Meski beberapa di antaranya diperoleh susah payah, Manchester City punya potensi besar untuk bersaing dalam perebutan titel juara hingga akhir musim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More