5 Manajer EPL Terakhir yang Direkrut dan Dipecat pada Musim yang Sama

Nottingham Forest resmi memecat Sean Dyche dari kursi manajer. Keputusan itu dibuat setelah hasil imbang kontra Wolverhampton Wanderers pada pekan ke-26 English Premier League (EPL) 2025/2026. Padahal, Dyche baru diperkenalkan sebagai manajer pada Oktober 2025.
Ketatnya persaingan di EPL terutama di zona degradasi membuat pergantian manajer kerap dilakukan. Beberapa tim bahkan tak segan melakukan beberapa pergantian manajer pada musim yang sama. Berikut lima manajer terakhir yang direkrut pada pertengahan musim kemudian dipecat pada musim yang sama di EPL per 13 Februari 2026.
1. Nathan Jones dipecat karena Southampton berada di posisi juru kunci pada 2022/2023
Southampton menunjuk Nathan Jones sebagai manajer pada November 2022. Manajer asal Wales tersebut menggantikan posisi Ralph Hasenhuettle. The Saints berada di urutan ke-18 ketika Jones mengambil alih posisi manajer.
Performa Southampton tak lebih baik di bawah arahan Jones. Southampton kalah 9 kali dari 14 pertandingan di EPL. Kebersamaan Jones dan Southampton hanya bertahan selama 95 hari. Southampton berada di posisi juru kunci ketika Jones dipecat.
2. Graham Potter dipecat Chelsea karena hasil yang kurang memuaskan pada 2022/2023
Chelsea memecat Thomas Tuchel pada September 2022. The Blues kemudian menunjuk Graham Potter sebagai pengganti. Potter memiliki rekan jejak yang bagus bersama Brighton & Hove Albion. Chelsea bahkan memberinya kontrak selama 5 musim.
Sayang, kebersamaan The Blues dan Potter hanya berlangsung singkat. Ia dipecat pada April 2023 menyusul performa buruk yang dialami Chelsea. The Blues berada di urutan kesebelas ketika Potter dipecat.
3. Ivan Juric mengundurkan diri dari Southampton sebelum musim 2024/2025 berakhir
Southampton menunjuk Ivan Juric sebagai pengganti Russell Martin pada Desember 2024. Manajer asal Kroasia tersebut diharapkan mampu menyelamatkan Southampton dari jurang degradasi. Juric saat itu tengah menganggur setelah dipecat AS Roma.
Sayang, performa Southampton justru makin memburuk di bawah arahan Juric. Southampton hanya meraih 4 poin hasil dari 1 kemenangan dan 1 keimbangan dari 14 pertandingan di EPL. The Saints sudah dipastikan terdegradasi dengan tujuh pertandingan tersisa, rekor degradasi dengan sisa pertandingan terbanyak di EPL. Juric mengundurkan diri sebelum musim berakhir.
4. Ange Postecoglou gagal memberikan kemenangan bagi Nottingham Forest pada 2025/2026
Nottingham Forest tampil apik pada 2024/2025 di bawah arahan Nuno Espirito Santo. The Tricky Trees berhasil finis ketujuh sekaligus memastikan satu tiket ke Liga Europa. Namun, keputusan mengejutkan dibuat manajemen Forest dengan memecat manajer asal Portugal tersebut setelah pekan ketiga musim 2025/2026.
Forest menunjuk Ange Postecoglou yang membawa Tottenham Hotspur menjuarai Liga Europa 2024/2025. Sayang, keputusan tersebut justru berbuah petaka. Forest selalu kalah dalam empat pertandingan di EPL sehingga tertahan di urutan ke-18. Manajer asal Australia tersebut hanya bertahan selama 39 hari bersama Forest.
5. Sean Dyche juga tak lama dipertahankan oleh Nottingham Forest pada 2025/2026
Nottingham Forest menunjuk Sean Dyche sebagai pengganti Ange Postecoglou. Manajer asal Inggris tersebut juga tak bertahan hingga akhir musim 2025/2026. Dyche dipecat setelah Forest ditahan imbang tim juru kunci, Wolverhampton Wanderers, pada pekan ke-26. Forest sebelumnya juga gagal meraih tiga poin ketika bertemu Leeds United dan Crystal Palace.
Dyche membawa Forest meraih 6 kemenangan dari 18 pertandingan di EPL. Forest berada di urutan ke-17 atau batas aman dari zona degradasi ketika Dyche dipecat. The Tricky Trees hanya memiliki keunggulan tiga poin dari West Ham United yang menghuni peringkat ke-18.
Lima manajer di atas dipecat pada musim yang sama mereka direkrut oleh tim EPL. Performa buruk membuat kelima manajer di atas tak dipertahankan hingga akhir musim.


















