Sean Dyche Jadi Korban Terbaru Kerasnya Premier League

Jakarta, IDN Times - Kerasnya Premier League kembali memakan korban. Sean Dyche menjadi korban teranyar setelah dibebastugaskan dari kursi pelatih kepala Nottingham Forest, pada Kamis (12/2/2026).
Dyche didepak kurang dari 24 jam setelah Tottenham Hotspur menyiarkan kepergian Thomas Frank. Kondisi Dyche cukup mirip dengan apa yang dialami Frank selama bertugas di London Utara.
1. Masa bakti singkat Dyche di Forest
Dipecatnya Dyche sekaligus membuktikan kalau perjudian Forest gagal total. Pelatih kelahiran Kettering, Inggris itu hanya bertahan kurang dari empat bulan, setelah diperkenalkan pada Oktober 2025.
Forest menggaet Dyche untuk menggantikan posisi Nuno Espirito Santo, yang harus berpisah akibat konflik dengan manajemen. Pemecatan Nuno mengagetkan publik Forest, setelah apa yang diberikan sang pelatih buat klub.
Di bawah arahan Nuno, Forest finis di peringkat tujuh Premier League musim 2025/26. Itu prestasi tertinggi dalam sejarah The Tricky, sejak 1995 silam.
2. Forest ada di ambang batas degradasi
Kini, nasib Forest begitu kontras setelah ditinggal Nuno. Identitas permainan mereka pada musim lalu tak terlihat, dan sedang berada di ambang batas zona degradasi.
Forest bertengger di peringkat 17 klasemen sementara dengan torehan 27 poin. Mereka hanya berjarak tiga angka dari West Ham United, yang berada di area degradasi.
3. Forest irit bicara soal pemecatan Dyche
Manajemen hanya mendoakan yang terbaik peada Dyche dan para stafnya. Mereka tidak mau berkomentar lebih dari itu terkait situasi saat ini.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Sean dan stafnya atas upaya mereka selama berada di Klub dan kami berharap mereka sukses di masa depan. Kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini," bunyi pernyataan Forest.


















