Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Manajer Inggris yang Pernah Menangani Chelsea pada Era EPL

ilustrasi Stamford Bridge
ilustrasi Stamford Bridge (pixabay.com/ahundt)
Intinya sih...
  • Chelsea resmi menunjuk Liam Rosenior sebagai pelatih utama hingga 2032.
  • Sebelumnya, Graham Potter dan Frank Lampard gagal membawa Chelsea tampil mengesankan.
  • Rosenior harus membuat Chelsea bermain konsisten dengan skuad mayoritas pemain muda.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Chelsea resmi menunjuk Liam Rosenior sebagai pengganti Enzo Maresca. The Blues memiliki komitmen tinggi dengan Rosenior yang diberi kontrak cukup panjang hingga 2032. Sebelumnya, Rosenior merupakan pelatih bagi salah satu tim Ligue 1 Prancis, RC Strasbourg.

Kedatangan Rosenior membuat Chelsea kembali memiliki pelatih atau manajer asal Inggris. Sebelumnya, The Blues lebih sering mempercayakan posisi krusial tersebut kepada sosok asing. Termasuk Rosenior, berikut empat manajer atau pelatih permanen yang pernah menangani Chelsea pada era EPL per 8 Januari 2026.

1. Glenn Hoddle pernah berperan sebagai pemain sekaligus manajer bagi Chelsea

Glenn Hoddle merupakan legenda Tottenham Hotspur. Ia memainkan 490 pertandingan bersama Tottenham Hotspur. Pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut bahkan sukses memberikan 2 gelar Piala FA serta 1 Piala UEFA.

Pada penghujung kariernya, Hoddle menyeberang ke sang rival sekota, Chelsea, pada 1993. Menariknya, Chelsea merekrut Hoddle sebagai pemain sekaligus manajer. Posisinya tersebut membuat Hoddle bisa memberikan contoh langsung kepada para pemain.

Pada musim pertamanya, Hoddle membawa Chelsea mencapai final Piala FA. Sayang, mereka takluk 0-4 dari Manchester United. Meski begitu, hasil itu membuat Chelsea berhak tampil di Piala Winners. Itu sekaligus menjadi penampilan pertama mereka di kancah Eropa dalam 22 tahun.

Sayang, Chelsea tak bisa bersaing di EPL selama diasuh Hoddle. The Blues tak pernah finis lebih baik dari posisi kesebelas. Hoddle akhirnya meninggalkan Stamford Bridge setelah kontraknya habis pada 1996. Ia memilih untuk menerima tawaran sebagai manajer timnas Inggris yang sudah lama ia impikan.

2. Frank Lampard tak terlalu sukses sebagai manajer Chelsea

Frank Lampard merupakan salah satu pemain terbaik yang dimiliki Chelsea. Ia meraih banyak trofi termasuk, 3 gelar juara EPL, 4 Piala FA, 2 Piala Liga Inggris, 1 Liga Europa, dan 1 Liga Champions. Namun, tak semua pemain hebat bisa menjadi manajer atau pelatih hebat.

Chelsea menunjuk Lampard sebagai manajer pada 2019. Sebelumnya, Lampard sempat mengasuh tim Championship, Derby County. Performanya terbilang mengesankan dengan membawa Derby County menjadi final play-off sebelum takluk dari Aston Villa.

Lampard bisa dibilang gagal selama mengasuh Chelsea. Pada musim pertamanya, The Blues finis keempat serta kalah dari Arsenal di final Piala FA. Ia kemudian dipecat pada pertengahan musim keduanya setelah Chelsea turun ke peringkat kesembilan.

Menariknya, Lampard sempat kembali menangani Chelsea sebagai manajer sementara setelah pemecatan Graham Potter pada April 2023. Namun, performanya tak lebih baik dari sebelumnya. Chelsea takluk 8 kali dari 11 pertandingan di semua kompetisi serta terjerembab di urutan ke-12 klasemen akhir EPL.

3. Graham Potter tak sampai semusim bersama Chelsea

Graham Potter merupakan salah satu manajer muda yang cukup menjanjikan selama menangani Brighton & Hove Albion. Ia membawa Brighton menjadi salah satu tim kuda hitam di EPL. Potter juga mampu membawa The Seagulls tampil atraktif dengan pemain yang terbilang seadanya.

Performa apik Potter bersama Brighton membuatnya ditunjuk Chelsea sebagai pengganti Thomas Tuchel pada awal musim 2022/2023. Sayang, manajer berusia 47 tahun tersebut gagal membawa Chelsea tampil mengesankan. Alhasil, Potter dipecat bahkan sebelum musim pertamanya berakhir. The Blues berada di peringkat kesebelas ketika dirinya dipecat.

4. Liam Rosenior ditunjuk sebagai pelatih baru pada Januari 2026

Chelsea menunjuk Liam Rosenior sebagai pengganti Enzo Maresca. Menariknya, Rosenior dikontrak bukan sebagai manajer melainkan pelatih utama. Karier Rosenior sebagai pelatih bermula ketika ditunjuk sebagai pelatih sementara Derby County. Ia kemudian menjadi pelatih utama bagi Hull City dan RC Strasbourg.

Rosenior sudah terbukti menunjukkan performa impresif bersama Strasbourg. Ia membawa Strasbourg tampil untuk kali pertama di kompetisi Eropa dalam 19 tahun setelah finis ketujuh di Ligue 1 2024/2025. Posisi serupa ia raih pada 2025/2026 ini sebelum bergabung dengan The Blues.

Tugas Rosenior bersama Chelsea tak bisa dibilang mudah. Ia harus bisa membuat Chelsea bermain konsisten dengan skuad yang diisi mayoritas pemain muda. Terlebih, Chelsea dikenal sebagai tim yang tak segan untuk memecat pelatih jika tak mendapat hasil yang sesuai.

Tiga manajer atau pelatih sebelum Liam Rosenior tak mampu membawa satu pun trofi. Lantas, apakah penunjukkan Rosenior bisa mengangkat performa Chelsea yang mengalami penurunan dalam beberapa musim terakhir?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

Jadwal Malaysia Open 2026 Hari Ini: Jumat, 9 Januari 2026

09 Jan 2026, 10:10 WIBSport