Tantang Unggulan 1 di Swiss Open 2026, Ubed Tak Gentar

- M. Zaki Ubaidillah atau Ubed akan menghadapi unggulan pertama Li Shi Feng di babak 32 besar Swiss Open 2026, menjadi ujian awal dalam debutnya di turnamen BWF Super 300 itu.
- Ubed menegaskan tekadnya untuk tetap optimistis dan fokus melawan siapa pun lawan yang dihadapi, dengan keyakinan bahwa setiap pemain punya peluang menang yang sama.
- Persiapan Ubed berjalan intensif di Pelatnas PBSI Cipayung, dengan fokus utama pada peningkatan daya tahan fisik setelah evaluasi performa dari laga final sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - Tunggal putra muda Indonesia, M. Zaki Ubaidillah, bersiap menghadapi tantangan besar di Swiss Open 2026 yang digelar pada 10–15 Maret 2026. Pada ajang BWF World Tour Super 300 itu, pemain yang akrab disapa Ubed tersebut langsung mendapatkan undian berat.
Berdasarkan drawing resmi BWF, Ubed harus menghadapi unggulan pertama sejak babak 32 besar. Meski demikian, pebulu tangkis binaan Pelatnas PBSI Cipayung itu menegaskan tak ingin terbebani. Fokusnya sederhana: bertarung maksimal dan menguji kemampuan diri.
1. Uji kemampuan lawan unggulan

Di babak 32 besar Swiss Open 2026, Ubed akan langsung berhadapan dengan unggulan pertama asal China, Li Shi Feng. Laga ini menjadi pertemuan perdana keduanya di level internasional.
Jika mampu melewati hadangan awal, jalan terjal masih menanti. Di bagan undian, terdapat sejumlah nama besar seperti Victor Lai (Kanada/7), Loh Kean Yew (Singapura/3), hingga peluang terciptanya All Indonesian Semifinal melawan Alwi Farhan.
Namun, Ubed memilih tak larut memikirkan peta persaingan. Ia ingin menikmati proses dan menjadikan laga kontra unggulan sebagai tolok ukur kapasitasnya.
“Gak mau mikir banyak aja sih, karena kan pertama kali ketemu Li Shi Feng. Saya juga saya berusaha mau melawan dulu lah. Gak mau drop lah. Karena kan saya ingin mencoba kemampuan saya sampai di mana gitu,” kata Ubed ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (4/3/2026).
2. Kunci menjaga motivasi ala Ubed

Bersua unggulan sejak laga pembuka tentu bukan situasi ideal. Namun, Ubed memiliki cara tersendiri untuk menjaga mental bertandingnya.
Ia menanamkan keyakinan, setiap pemain memiliki peluang yang sama. Tidak ada lawan yang mustahil dikalahkan.
“Ya kalau dari saya sendiri harus dilawan sih. Karena kan, semua pemain itu punya kans masing-masing, semua bisa dikalahkan,” kata Ubed.
Optimisme itu menjadi fondasi penting bagi Ubed dalam menghadapi turnamen sekelas Swiss Open 2026, yang menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda Indonesia di level BWF World Tour.
3. Persiapan berjalan baik

Menjelang Swiss Open 2026, Ubed memastikan persiapannya berjalan optimal. Selama tiga pekan terakhir, ia menjalani program latihan intensif di Cipayung.
Fokus utama berada pada peningkatan daya tahan fisik. Evaluasi dilakukan setelah performanya sempat menurun dalam laga final sebelumnya.
“Mungkin yang lebih difokuskan dari daya tahannya sih. Kemarin sempat evaluasi juga, yang lawan Thailand pas final, fisiknya sempat drop juga itu. Ya mungkin evaluasinya di minggu-minggu ini sama minggu kemarin itu, lebih diperbanyak (latihan) daya tahannya lah di lapangan, maupun di luar lapangan,” kata Ubed.
















