4 Gol Awal Matheus Cunha untuk Manchester United, Belum Maksimal!

- Matheus Cunha mencetak gol pertama setelah 9 penampilan
- Gol kedua tercipta dalam laga imbang melawan Bournemouth
- Golnya tidak cukup untuk hindari kekalahan dari Aston Villa dan Leeds United
Matheus Cunha menjadi salah satu sosok yang terlibat dalam perubahan besar di lini serang Manchester United (MU) pada musim panas 2025. Ia merapat ke Old Trafford dengan nilai transfer mencapai 74,2 juta euro (Rp1,45 triliun) dari Wolverhampton Wanderers. Ketertarikan Setan Merah tak bisa dilepaskan dari penampilannya yang menawan hingga mengemas 15 gol di English Premier League 2024/2025.
Proses adaptasi harus dilalui penyerang asal Brasil itu di skuad MU pada 2025/2026. Faktor kebugaran sempat membuatnya absen dalam beberapa laga penting. Namun, ia tetap mampu berkontribusi hingga mencapai 4 gol dan 1 assist dalam 18 penampilan pertama di berbagai ajang per 7 Januari 2026. Seperti apa hasil akhir yang didapat Setan Merah ketika Cunha mencetak gol dalam sebuah laga?
1. Matheus Cunha baru mengemas gol pertama pada penampilan kesembilan
Matheus Cunha butuh waktu yang tak sebentar untuk membuka keran golnya bersama Manchester United meski tak asing dengan sepak bola Inggris. Bergabung sebelum musim 2025/2026 dimulai, ia baru menjebloskan gol pertamanya pada 25 Oktober 2025, yang sekaligus menjadi penampilan kesembilan bersama klub barunya. Kontribusi itu berbuah kemenangan 4-2 atas Brighton & Hove Albion.
Cunha mencetak gol pertama dalam duel yang berlangsung di Old Trafford itu. Gol tersebut tercipta melalui sepakan keras dari luar kotak penalti yang mengarah ke sisi kiri gawang lawan. Selain kepada Cunha yang mencetak gol pertamanya, sorotan juga menghampiri Bryan Mbeumo berkat torehan brace.
2. Gol kedua Matheus Cunha tercipta dalam duel ketat melawan Bournemouth
Setelah gol pertama, Matheus Cunha mengalami paceklik gol hampir selama 2 bulan. Ia baru kembali mencatatkan namanya di papan skor pada 15 Desember 2025, saat Manchester United menjalani laga sengit yang berakhir 4-4 dengan Bournemouth. Kali ini, Cunha dipasang sebagai ujung tombak sejak menit pertama hingga akhir laga.
Gol Cunha sejatinya menghidupkan harapan Setan Merah untuk meraih poin penuh dalam laga ini. Saat kedua tim bermain imbang 3-3, ia menjebol gawang lawan pada menit 79 dan membuat timnya kembali unggul. Sayangnya, pasukan Ruben Amorim tak mampu mempertahankan keunggulan lantaran kembali kebobolan pada menit 84.
3. Gol Matheus Cunha tak berbuah poin dalam laga melawan Aston Villa
Matheus Cunha telah mencetak gol bagi Manchester United dalam dua laga beruntun. Setelah menjebol gawang Bournemouth pada pekan 16 Premier League 2025/2026, ia kembali menyumbang gol pada pekan berikutnya, saat melakoni duel dengan Aston Villa. Sayangnya, golnya kali ini berakhir dengan kekalahan.
Setan Merah tertinggal lebih dahulu oleh gol Morgan Rogers pada menit 45. Tiga menit berselang, Cunha menjebol gawang Villa melalui sepakan terukur dari sisi kiri. Sebelumnya, ia menerima bola dari Patrick Dorgu yang sukses merebut bola dari lawan. Sayangnya, gol kedua Rogers pada menit 57 menjadi gol terakhir dalam duel itu.
4. Dengan satu gol, Matheus Cunha menyelamatkan Manchester United dari kekalahan saat bertemu Leeds United
Matheus Cunha menambah pundi-pundi golnya bersama Manchester United pada 4 Januari 2026. Kali ini, Leeds United menjadi tim yang dibobol oleh pemain berpostur 1,83 meter itu. Sayangnya, golnya kembali gagal berbuah kemenangan bagi Setan Merah.
Dalam laga yang berakhir dengan skor 1-1 itu, Leeds United yang tampil di hadapan pendukung sendiri mampu unggul lebih dahulu lewat gol Brenden Aaronson pada menit 62. Tak butuh waktu lama, Setan Merah langsung menyamakan kedudukan lewat sepakan kaki kanan Cunha 3 menit kemudian. Lewat gol itu, ia menegaskan kualitasnya dalam urusan kecepatan serta shooting presisi. Laga ini sekaligus menjadi kali terakhir bagi Ruben Amorim menukangi Setan Merah.
Performa Matheus Cunha di Manchester United memang belum maksimal. Namun, ia menghadirkan warna baru di lini serang berkat kemampuan bermain di beberapa posisi berbeda. Kemampuan itu membuatnya menjadi salah satu pilar penting tim dalam usaha bangkit di berbagai ajang.



















