Marco Bezzecchi sejatinya memulai MotoGP 2026 dengan performa mengesankan. Pembalap bernomor motor 72 itu mencatatkan tiga kemenangan balapan utama beruntun di GP Thailand, Brasil, dan Spanyol. Bezzecchi juga menorehkan kemenangan di hadapan publik negara sendiri pada balapan utama GP Italia.
Bezzecchi sempat unggul 20 poin atas Jorge Martin di klasemen pembalap selepas GP Hungaria. Namun, keunggulan itu perlahan terkikis hingga menempatkan Bezzecchi di peringkat keempat lewat perolehan 186 poin. Penurunan tersebut tak lepas dari rentetan hasil buruk yang terjadi sepanjang empat balapan terakhir sebelum jeda musim panas.
Setelah gagal finis pada balapan utama GP Hungaria, Bezzecchi terjatuh di tikungan 3 saat balapan sprint GP Republik Ceko menyisakan 2 lap. Ia juga terkena larangan ikut balapan utama di Sirkuit Brno. Sebab, Bezzecchi mendorong dan memukul marshal yang mengamankan motornya setelah insiden pada balapan sprint.
Kemudian, Bezzecchi hanya meraup enam poin saat GP Belanda usai finis keempat pada balapan sprint. Ia gagal menambah poin pada balapan utama karena terjatuh di tikungan 15 saat balapan baru berjalan 2 lap. Itu menjadi kedua kalinya Bezzecchi gagal merampungkan balapan utama sepanjang paruh pertama MotoGP 2026.
Puncak rentetan nasib kurang mujur Bezzecchi terjadi saat sesi kualifikasi kedua (Q2) GP Jerman. Pembalap berusia 27 tahun itu mengalami highside di tikungan 7. Meski dapat berdiri setelah insiden, hasil pemeriksaan medis menunjukkan Bezzecchi mengalami patah tulang selangka kiri.