Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mbappe Minta Maaf Usai Ejek Mao Zedong, Dua Brand Putus Kerja Sama

2 min read
Mbappe Minta Maaf Usai Ejek Mao Zedong, Dua Brand Putus Kerja Sama
Striker Real Madrid, Kylian Mbappe, merayakan gol ke gawang Barcelona (AFP / Josep Lago)
  • Kylian Mbappe meminta maaf setelah menyebut meme Mao Zedong sebagai favorit dan mengaku memakainya untuk bercanda bersama rekan-rekannya, yang memicu reaksi publik China.

  • Kontroversi itu berdampak pada kerja sama komersial Mbappe, dengan dua merek China, Dongpeng dan Mengniu, dilaporkan memutus kemitraan dengannya.

  • Kementerian Luar Negeri China menyatakan keprihatinan; Mbappe menegaskan tidak berniat menghina Mao Zedong atau rakyat China serta menghormati sejarah negara tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kylian Mbappe menjadi sorotan publik China setelah melontarkan komentar tentang Mao Zedong, tokoh revolusioner sekaligus pendiri Negeri Tirai Bambu. Penyerang Real Madrid itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

Kontroversi tersebut bermula ketika Mbappe mengikuti sesi tanya jawab singkat. Saat ditanya mengenai meme favoritnya, pemain asal Prancis itu menyebut meme yang menampilkan Mao Zedong.

Mbappe juga mengaku kerap menggunakan meme tersebut sebagai bahan candaan bersama rekan-rekannya. Pernyataan itu kemudian menuai reaksi dari publik China.

  1. 1. Dua brand China putus kerja sama dengan Mbappe

    Komentar Mbappe menjadi perbincangan di China. Situasi tersebut bahkan berdampak pada kerja sama komersialnya dengan dua merek besar, yakni Dongpeng dan Mengniu, yang dilaporkan memutus kerja sama dengannya.

    Kontroversi ini berkaitan dengan sosok Mao Zedong, yang berperan penting dalam berdirinya Republik Rakyat China pada 1949. Mao merupakan figur bersejarah yang memiliki posisi penting dalam perjalanan politik negara tersebut.

  2. 2. Kemenlu China turut buka suara

    Sebelumnya, Mbappe juga menjadi bahan perbincangan setelah muncul lelucon yang menggambarkannya seperti seorang diktator di Real Madrid. Namun, komentar mengenai Mao Zedong kali ini memicu reaksi yang lebih luas di China.

    Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China turut menyampaikan keprihatinan atas pernyataan tersebut. Situasi itu mendorong Mbappe untuk memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung.

  3. 3. Mohon maaf, tak maksud menghina rakyat China

    Melalui pernyataan resmi, Mbappe mengakui komentarnya kurang tepat. Ia juga memahami bahwa perkataannya telah melukai perasaan sejumlah orang di China maupun komunitas Tionghoa di berbagai negara.

    Mbappe menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud menghina Mao Zedong ataupun rakyat China. Ia juga menyatakan rasa hormatnya terhadap masyarakat dan sejarah negara tersebut.

    "Saya sama sekali tidak berniat seperti itu. Saya sangat menghormati rakyat China dan sejarah mereka. Saya benar-benar menyesal," ujar Mbappe.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More