Menanti Aksi Manchester United Racikan Darren Fletcher

- Rekam jejak Fletcher: dari asisten manajer hingga pelatih teknis tim utama
- Statistik apik di U-18: 9 kemenangan dari 15 laga, produktivitas tinggi dengan sistem 4-2-3-1
- MU moncer setiap dilatih caretaker: Ryan Giggs, Ole Gunnar Solskjaer, dan Ruud van Nistelrooy sukses saat menangani tim
Jakarta, IDN Times - Manchester United segera memasuki era baru. Itu setelah Setan Merah mendepak Ruben Amorim, dan menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih sementara, pada Senin (5/1/2026).
Fletcher bukan nama baru di MU. Ia legenda hidup klub, mengabdi 14 tahun periode 2001-2015 saat masih aktif bermain. Pria berusia 41 tahun itu kemudian masuk jajaran tim kepelatihan pada 2020 lalu hingga saat ini.
1. Rekam jejak Fletcher
Karier kepelatihan Fletcher dimulai dari akademi MU. Setahun kemudian, ia masuk ke tim utama menjadi asisten manajer dan naik menjadi direktur teknik periode 2021-2024.
Pada musim 2024/25, Fletcher menjadi pelatih teknis tim utama. Jabatan itu hanya diemban semusim, lantaran langsung digeser menjadi manajer MU U-18 pada Juli 2025.
2. Statistik Fletcher apik di U-18
Bersama MU U-18, Fletcher punya catatan yang cukup mengilap. Ia berhasil membukukan sembilan kemenangan dari 15 laga di seluruh kompetisi, sisanya dua imbang dan menelan empat kekalahan.
Produktivitasnya pun tinggi. Pasukan Fletcher sukses membukukan 32 gol dan hanya kebobolan 11 kali. Kemenangan paling mencolok saat melibas Liverpool U-18 dengan skor 7-0 pada 29 November 2025.
Berdasarkan data Transfermarkt, Fletcher cenderung menggunakan sistem 4-2-3-1. Dengan sistem itu, Fletcher sukses melibas Boro 5-0, Derby 4-0, Wolves 4-0, Newcastle 3-0. Saat mempermak Liverpool, Fletcher menerapkan 4-1-4-1.
3. MU moncer setiap dilatih caretaker
Di sisi lain, MU punya fakta menarik setiap dilatih sosok caretaker. Mereka justru tampil lebih moncer, seperti saat ditangani Ryan Giggs (2014), Ole Gunnar Solskjaer (2018/19), dan Ruud van Nistelrooy (2024).
Giggs menjadi pelatih sekaligus pemain dengan mencatat dua kemenangan, sekali imbang dan menelan satu kekalahan. Solskjaer membukukan 14 kemenangan, dua imbang dan tiga kali kalah, setelah itu dipermanenkan sebagai manajer.
Kemudian, Nistelrooy tak terkalahkan dalam empat laga, dengan meraih tiga kemenangan. Menarik untuk dinantikan, apakah magis caretaker MU akan dilanjutkan Fletcher?



















