Mengenal Kasta-Kasta di UEFA Nations League 2026/2027, Ada Aturan Baru

- League A berisi 16 tim teratas; delapan tim terbaik melaju ke perempat final, lalu empat pemenang menuju putaran final untuk memperebutkan trofi pada Juni 2027.
- Di League B, juara grup promosi langsung ke League A, runner-up menjalani play-off, sedangkan peringkat keempat menghadapi play-off untuk bertahan atau turun ke League C.
- League C tidak lagi mendegradasikan tim, sementara seluruh enam peserta League D otomatis promosi; 2026/2027 menjadi edisi terakhir sebelum format tiga liga berlaku pada 2028/2029.
UEFA Nations League bukan cuma kompetisi tambahan untuk mengisi kalender Timnas Eropa. Sejak hadir pada 2018, kompetisi ini menggunakan sistem liga yang membuat setiap pertandingan dapat memengaruhi posisi sebuah negara di edisi berikutnya. UEFA membagi peserta ke dalam empat kasta, yakni League A, League B, League C, dan League D, dengan aturan promosi serta degradasi yang membuat persaingan semakin menarik. Lantas, apa saja perbedaan dari setiap kasta tersebut dan bagaimana sebuah negara bisa naik atau turun level? Yuk, kenali kasta-kasta di UEFA Nations League 2026/2027.
1. Trofi Nations League baru bisa diperebutkan di League A
League A menjadi tempat berkumpulnya 16 negara dengan posisi tertinggi dalam daftar peserta Nations League 2026/2027. Prancis, Italia, Belgia, Jerman, Belanda, Spanyol, Inggris, Portugal, dan beberapa negara lain mengisi empat grup yang masing-masing berisi empat tim. Setiap tim memainkan enam pertandingan, tiga kandang dan tiga tandang, sehingga tidak ada banyak ruang untuk membuang poin.
Kompetisi di kasta ini juga punya hadiah paling besar karena delapan tim teratas berhak melaju ke perempat final. UEFA mempertemukan juara grup dengan runner-up dari grup lain dalam dua leg, sebelum empat pemenang melanjutkan perjalanan ke putaran final pada Juni 2027. Jadi, tim League A tidak hanya bertarung untuk menghindari degradasi ke kasta bawah, tetapi juga mengejar kesempatan mengangkat trofi Nations League.
2. Akan ada delapan tim League B yang berpeluang untuk naik ke League A
League B menjadi semacam jembatan bagi negara yang ingin masuk ke persaingan level tertinggi. Skotlandia, Swiss, Hungaria, Ukraina, Austria, Polandia, Swedia, hingga Rumania termasuk 16 negara yang menghuni kasta ini pada edisi 2026/2027. Mereka terbagi ke dalam empat grup dan menjalani enam pertandingan untuk menentukan siapa yang berhak naik atau harus menghadapi ancaman turun kasta.
Menariknya, posisi juara grup bukan satu-satunya jalan naik kasta dari League B. Juara grup memang langsung mendapatkan tiket ke League A, tetapi posisi runner-up juga masih berpeluang meski masih harus melewati play-off melawan tim peringkat ketiga dari League A. Di sisi lain, tim yang finis di posisi ketiga tetap berada di League B, sementara tim peringkat keempat menghadapi play-off untuk berebut tempat di League B atau turun ke League C.
3. League C memiliki aturan baru pada edisi 2026/2027
League C menjadi tempat bagi 16 negara yang belum mampu menembus dua kasta teratas UEFA Nations League. Mereka terbagi ke dalam empat grup, dengan nama-nama seperti Albania, Finlandia, Montenegro, Armenia, Kazakhstan, Slovakia, Islandia, Bulgaria, dan Luksemburg ikut meramaikan persaingan. Meski berada di kasta ketiga, setiap pertandingan tetap punya gengsi tersendiri karena hasil yang diraih bisa membawa sebuah negara semakin dekat dengan League B.
Juara dari masing-masing grup akan langsung mendapatkan promosi ke League B sedangkan runner-up harus melalui play-off untuk naik kasta. Uniknya, edisi 2026/2027 membawa aturan baru untuk League C. Tim yang finis di posisi ketiga maupun keempat akan tetap bertahan di League C, sehingga tidak ada satu pun peserta yang turun ke League D setelah fase liga. Aturan ini berbeda dari edisi sebelumnya yang masih membuka kemungkinan bagi tim peringkat terbawah League C untuk turun kasta, baik langsung atau melalui play-off degradasi.
4. Seluruh peserta League D 2026/2027 dipastikan akan otomatis naik ke League C
League D memiliki jumlah peserta paling sedikit dibandingkan tiga kasta lainnya pada edisi 2026/27. UEFA membagi enam negara ke dalam dua grup, dengan Gibraltar, Malta, dan Andorra berada di Grup D1 serta Lituania, Azerbaijan, dan Liechtenstein di Grup D2. Karena setiap grup hanya berisi tiga negara, masing-masing tim hanya memainkan empat pertandingan selama fase liga.
Kasta terbawah ini punya cerita yang cukup berbeda pada edisi 2026/2027. Semua peserta League D akan mendapatkan promosi ke League C sebagai bagian dari penyesuaian menuju format baru, sehingga mereka tidak perlu memikirkan turun kasta. Aturan tersebut muncul karena UEFA sedang menyiapkan perubahan untuk Nations League. Mulai 2028/2029, kompetisi ini akan meninggalkan format empat kasta dan beralih menjadi tiga liga yang masing-masing berisi 18 negara.
UEFA Nations League 2026/2027 akan menjadi edisi terakhir yang menggunakan empat kasta sebelum berubah menjadi tiga liga mulai 2028/2029. Setelah edisi ini berakhir, UEFA akan menggunakan hasil kompetisi dan rangkaian play-off pada Maret 2028 untuk menentukan komposisi liga dalam format baru.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















