Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengingat Calciopoli, Skandal yang Terbongkar Lewat Penyadapan

2 min read
Mengingat Calciopoli, Skandal yang Terbongkar Lewat Penyadapan
Pertandingan Juventus versus Galatasaray di play-off babak 16 besar Liga Champions. (AFP / Isabella Bonotto)
  • Penyelidikan doping di Juventus pada era 1990-an justru menemukan percakapan yang mengarah pada dugaan pengaturan wasit di Serie A.

  • Rekaman telepon melibatkan Luciano Moggi dan Paolo Bergamo, lalu menyeret AC Milan, Fiorentina, serta Lazio dalam investigasi.

  • Juventus terdegradasi ke Serie B, dua gelar Scudetto dicabut, dan gelar 2005/06 diwariskan kepada Inter Milan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Masyarakat sempat dihebohkan kasus penyadapan yang menyeret mantan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, yang telah ditetapkan sebagai tersangka per Selasa (3/11/2026).

Bicara soal penyadapan, dunia sepak bola pernah menerapkan cara tersebut. Bedanya, pencurian informasi itu demi membongkar sebuah skandal, bukan sekadar mengintip percakapan atau rahasia penting.

Bagi pencinta sepak bola Italia, memori tentang Calciopoli pada 2006 lalu tentu tidak akan pernah bisa dihapus dari ingatan. Skandal pengaturan wasit yang mengguncang Serie A itu terungkap secara dramatis lewat rekaman penyadapan telepon.

  1. 1. Awalnya cari bukti doping, malah dapat skandal wasit

    Usut punya usut, penyelidikan aparat kepolisian Italia awalnya tidak pernah menargetkan kasus pengaturan wasit pada awalnya. Mereka tengah fokus melakukan investigasi mendalam terkait dugaan penggunaan doping secara massal di kubu Juventus pada era 1990-an.

    Namun, dalam proses pengumpulan bukti tersebut, tim penyidik justru tanpa sengaja "tersandung" pada percakapan telepon yang sangat mencurigakan. Rekaman sadapan itu melibatkan sejumlah tokoh sentral dan petinggi klub yang saling bertukar pesan untuk mengatur jalannya kompetisi.

    Laporan BBC, isi rekaman itu merekam jelas percakapan Direktur Umum Juventus, Luciano Moggi. Dia tertangkap basah sedang berkomunikasi intens dengan Paolo Bergamo, pejabat yang berwenang menunjuk wasit untuk setiap pertandingan kasta tertinggi Italia kala itu.

  2. 2. Moggi sang diktator di balik layar Serie A

    Dalam transkrip penyadapan yang bocor ke publik, terungkap betapa besarnya pengaruh Moggi dalam menentukan nasib wasit di Italia. Dia diduga kuat mengintervensi penunjukan pengadil lapangan agar Juventus selalu dipimpin oleh wasit yang menguntungkan mereka.

    Mengutip The Guardian, percakapan gelap antara Moggi dan petinggi federasi ini memicu efek lebih besar, yang menyeret klub-klub elite lainnya. AC Milan, Fiorentina, hingga Lazio, akhirnya ikut terseret dalam pusaran investigasi karena diduga melakukan praktik kotor yang sama demi keuntungan tim.

    Moggi selalu membantah keras segala tuduhan tersebut dan menolak dilabeli sebagai mafia sepak bola. Meski begitu, bukti rekaman suara tersebut sudah lebih dari cukup bagi pengadilan untuk menjatuhkan vonis berat dalam sejarah sepak bola Italia.

  3. 3. Kiamat kecil bagi Juventus dan sepak bola Italia

    Dampak dari bocornya penyadapan ini menghadirkan kiamat kecil bagi Juventus dan kompetisi Serie A. Si Nyonya Tua menerima hukuman berat, ditendang secara paksa ke kasta kedua atau Serie B untuk musim 2006/07.

    Selain degradasi, Juventus juga harus rela dua gelar Scudetto musim 2004/05 dan 2005/06 dilucuti oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Gelar musim 2005/06 akhirnya diwariskan kepada Inter Milan, sementara klub-klub lain yang terlibat mendapat hukuman pengurangan poin yang signifikan.

Related Articles

See More