Messi Dikecam Usai Tepuk Tangan Saat Trump Pidato Soal Perang Iran

- Lionel Messi dan tim Inter Miami menghadiri undangan Gedung Putih setelah menjuarai MLS, di mana Donald Trump memberikan pujian langsung kepada sang kapten Argentina.
- Momen tepuk tangan Messi saat Trump berbicara tentang operasi militer terhadap Iran memicu kritik luas di media sosial karena dianggap tidak sensitif terhadap konflik Timur Tengah.
- Sejumlah jurnalis dan pengamat menyoroti keputusan Messi hadir dalam situasi politik sensitif, menilai figur publik seharusnya lebih berhati-hati terhadap pesan yang tersampaikan.
Jakarta, IDN Times - Bintang Inter Miami, Lionel Messi menuai kritik tajam setelah menghadiri acara di Gedung Putih bersama timnya. Pesepak bola asal Argentina itu terlihat bertepuk tangan saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan mengenai konflik dengan Iran.
Momen tersebut memicu reaksi keras di media sosial. Tindakan Messi dianggap menyeret namanya ke dalam isu politik global. Banyak pihak menilai tindakan sang megabintang sepak bola itu tidak sensitif terhadap situasi perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
1. Messi penuhi undangan Gedung Putih
Lionel Messi dan skuad Inter Miami diundang ke Gedung Putih. Ini setelah Inter Miami menjuarai Major League Soccer (MLS). Selain itu, Messi juga meraih penghargaan individu bergengsi. Dalam acara tersebut, Trump secara langsung memberikan pujian kepada kapten Inter Miami itu di hadapan para tamu.
Dalam sambutannya, trump banyak melontarkan puja-puji untuk Messi. Trump juga memberikan kata-kata hangat sebagai sambutan untuk Messi.
"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk mengatakan sesuatu yang belum pernah bisa dikatakan oleh presiden Amerika mana pun sebelumnya: Selamat datang di Gedung Putih, Lionel Messi,” kata Trump.
2. Tepuk tangan Messi picu kritik
Video momen Messi dan Inter Milan berada di Gedung Putih kemudian memicu kontroversi. Ini terjadi ketika Trump mulai berbicara mengenai operasi militer Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran.
Messi yang berdiri di samping Trump terlihat ikut bertepuk tangan bersama para tamu lain di ruangan tersebut.
Beberapa tokoh publik dan pengguna media sosial langsung mengkritik sikap sang mega bintang.
Messi dianggap tak sensitif dengan situasi yang terjadi saat ini. Banyak pihak menyayangkan tindakannya.
3. Sikap Messi disoroti
Tak hanya penggemar, sejumlah jurnalis dan pengamat juga mempertanyakan keputusan Messi berada dalam momen politik sensitif tersebut. Mereka menilai atlet dengan pengaruh global seharusnya lebih berhati-hati terhadap pesan yang disampaikan.
"Donald Trump dengan santai mengumumkan pemboman ilegal terhadap Iran di depan seluruh skuad Inter Miami. Trump tahu betul apa yang dia lakukan dengan para atlet ini dan mereka (para atlet) memberiakn diri mereka terseret ke dalamnya. Apa gunanya punya banyak pengaruh dan kekuatan tapi Anda tidak bisa menggunakannya pada momentum seperti ini,” tulis Jurnalis Spanyol Leyla Hamed mengutip Aljazeera.

















