Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Komite Wasit PSSI Sebut 2 Gol Dewa United Lawan Persib Sah, Kenapa?

Komite Wasit PSSI Sebut 2 Gol Dewa United Lawan Persib Sah, Kenapa?
Pertandingan Dewa United melawan Persib di Banten Internasional Stadium, Senin (20/4/2026) malam,yang berakhir imbang 2-2. Dok Persib
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Komite Wasit PSSI menegaskan dua gol Dewa United ke gawang Persib sah, setelah meninjau ulang insiden melalui VAR dan mempertimbangkan posisi serta pandangan wasit di lapangan.
  • Gol Alex Martins dinyatakan sah karena asisten wasit tidak memberi sinyal bola keluar, sementara gol Ricky Kambuaya dianggap legal meski bola sempat mengenai tangan Martins akibat defleksi alami.
  • PSSI mengakui keterbatasan teknologi VAR di Indonesia dan berharap adanya goal line technology agar keputusan terkait garis gawang atau tepi lapangan bisa lebih akurat di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Komite Wasit PSSI akhirnya angkat suara perihal dua gol kontroversial Dewa United saat bersua Persib Bandung di Super League,. Senin (20/4/2026) lalu. Ternyata, dua gol itu memang sah.

Dalam laga itu, Dewa United mencetak dua gol via Alex Martins dan Ricky Kambuaya. Proses terjadinya gol jadi bahan perbincangan, lantaran dianggap bola sudah keluar lapangan untuk gol pertama, serta handball untuk gol kedua.

Komite Wasit PSSI melalui Kepala Departemen Wasit Pratap Singh memberikan penjelasan untuk kedua gol tersebut, dan kenapa akhirnya wasit di laga Dewa United lawan Persib tetap mengesahkan dua gol itu.

1. Penjelasan untuk gol Alex Martins

Pertandingan Dewa United melawan Persib di Banten Internasional Stadium, Senin (20/4/2026) malam,yang berakhir imbang 2-2. Dok Persib
Pertandingan Dewa United melawan Persib di Banten Internasional Stadium, Senin (20/4/2026) malam,yang berakhir imbang 2-2. Dok Persib

Pada insiden gol pertama, sebelum terjadinya gol Alex Martins, Alexis Messidoro dianggap mengambil bola yang sudah keluar lapangan dengan kakinya. Pratap menyebut, gol tetap sah karena asisten wasit tak memberi sinyal bola sudah keluar.

Dari posisi wasit, meski sudah mengecek dengan VAR, sulit untuk menilai apakah bola sudah keluar lapangan atau belum. Apalagi, pandangan wasit juga terhalang. Namun, dia salut karena wasit tetap melanjutkan laga.

"Posisi asisten wasit saat itu berada sekitar 50-55 meter ke bola. Pandangannya juga terhalang dua tiang gawang dan kaki pemain Dewa United. Prinsip yang selalu ditekankan kepada wasit adalah, jika tidak yakin, maka permainan harus dilanjutkan," kata Pratap dalam pemaparannya.

Gol Dewa United ini pun diibaratkan seperti gol Jepang ke gawang Spanyol pada Piala Dunia 2022. Ketika itu, gol Ao Tanaka sempat diprotes lantaran bola dianggap sudah keluar lapangan, tetapi ternyata tetap sah.

Pasalnya, dari sudut kamera sejajar garis yang ditampilkan VAR, tampak bahwa bola ternyata belum sepenuhnya lewat garis. Alhasil, kebutuhan tambahan kamera untuk VAR di Indonesia mulai mengemuka karena insiden ini.

2. Penjelasan untuk gol Ricky Kambuaya

Ilustrasi pertandingan Persib Bandung vs Dewa United — Andrew Jung mengeksekusi bola di tengah tekanan lawan.
Momen krusial Andrew Jung saat duel ketat kontra pemain Dewa United, yang menjadi titik balik kemenangan Persib di GBLA.. Ilustrasi AI oleh ChatGPT (bukan foto asli pertandingan).

Kemudian, untuk gol kedua Dewa United yang dicetak Ricky Kambuaya, sempat ada dugaan handball yang dilakukan Martins, sebelum serangan yang berujung gol itu dilancarkan. Pratap pun memberi penjelasan.

Dia kemudian memutar lagi tayangan ulang dari sudut pandang kamera VAR. Jelas bahwa bola mengenai tangan Alex Martins. Namun Pratap membantah ini sebagai pelanggaran.

"Ini adalah defleksi karena bola berubah arah secara tidak terduga setelah mengenai pemain. Dalam Pasal 12 (Law of The Game) tentang pelanggaran dan kelakuan buruk, terdapat penjelasan mengenai sentuhan tangan yang tidak disengaja, misalnya bola mengenai tangan karena posisi natural atau karena defleksi. Situasi seperti itu tidak selalu dianggap pelanggaran," ucap Pratap.

Meski ada cap kontroversial, Komite Wasit PSSI menilai wasit di laga Dewa United lawan Persib ini ternyata sah, merujuk pada penjelasan dari Pratap Singh. Ada alasan kenapa gol-gol itu tak dianulir.

3. Berharap ada goal line technology

Goal Line Technology (skysports.com)
Goal Line Technology (skysports.com)

Meski teknologi VAR sudah mulai diimplementasikan di Indonesia, Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa mengakui adanya keterbatasan teknis untuk situasi spesifik seperti garis gawang atau garis tepi lapangan.

Menurutnya, ketiadaan kamera khusus garis gawang atau goal line technology di Indonesia membuat pembuktian detail menjadi sulit dilakukan secara instan dan akurat 100 persen.

"Sayangnya, PSSI belum ada goal line technology. Jika ada, mungkin akan lebih terlihat lagi dengan jelas. Kejadian ini (dua gol Dewa United ke gawang Persib) hanya bisa dilihat lebih detail lewat teknologi itu," kata Ogawa.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Related Articles

See More