3 Momen Terbaik Mohamed Salah di UCL Bersama Liverpool

- Mohamed Salah resmi menutup kiprahnya di Liga Champions bersama Liverpool setelah tersingkir dari PSG pada perempat final 2025/2026, dengan total 83 laga, 47 gol, dan 20 assist.
- Salah tampil gemilang saat mencetak dua gol dan dua assist melawan AS Roma di semifinal UCL 2017/2018, membawa Liverpool ke final meski akhirnya kalah dari Real Madrid.
- Ia juga mencatat hattrick tercepat sebagai pemain pengganti kontra Rangers pada 2022 serta menjadi pencetak gol pembuka di final UCL 2018/2019 yang mengantarkan Liverpool juara.
Mohamed Salah menutup kariernya di Liga Champions Eropa (UCL) bersama Liverpool pada Selasa (14/4/2026). Mereka gugur pada perempat final 2025/2026 setelah kalah dari Paris Saint-Germain. Salah tidak akan lagi mendapat kesempatan bermain dengan seragam The Reds di UCL karena sudah mengumumkan bakal meninggalkan mereka usai musim ini berakhir.
Total, bintang yang lahir di Mesir pada 15 Juni 1992 tersebut membela Liverpool di kompetisi antarklub terbesar di Eropa ini 83 kali. Winger kidal setinggi 1,75 meter itu menyumbang 47 gol dan 20 assist. Salah berhasil membantu Liverpool menjadi juara pada 2018/2019. Dari begitu banyak momen magis Salah di UCL bersama Liverpool, berikut tiga di antaranya.
1. Mohamed Salah mencetak 2 gol dan 2 assist saat Liverpool menang 5-2 atas AS Roma pada leg pertama semifinal UCL 2017/2018
Mohamed Salah bergabung dengan Liverpool pada awal 2017/2018 dari AS Roma. Pemakai nomor punggung 11 ini berhasil membawa mereka melaju ke final Liga Champions pada musim debutnya, tetapi gagal mengakhirinya sebagai juara akibat kalah 1-3 dari Real Madrid. Salah cuma bermain selama 30 menit pertama pada final akibat mengalami cedera usai pelanggaran keras dari Sergio Ramos.
Sebelum momen menyedihkan itu, Salah membantu Liverpool lolos ke partai puncak dengan emosional. Sebab, ia menjadi aktor utama di balik kemenangan atas mantan timnya. Liverpol menyingkirkan AS Roma pada semifinal dengan dramatis. Mereka kalah pada leg kedua dengan skor 2-4. Namun, tim asuhan Juergen Klopp lebih dulu menang pada leg pertama dengan skor 5-2.
Salah menggila pada laga yang berlangsung di Anfield pada 24 April 2018 tersebut. Ia mencetak dua gol pertama (36’, 45+1’), tetapi tetap menghormati Roma dengan tidak melakukan selebrasi. Salah lantas memberikan umpan untuk Sadio Mane (56’) dan Roberto Firmino (61’). Firmino kemudian membuat gol terakhir Liverpool (69’) dan Roma mendapat golnya dari Edin Dzeko (81’) serta Diego Perotti (85’).
2. Mohamed Salah mengukir hattrick pada 12 Oktober 2022
Dari seluruh memori indah Mohamed Salah bersama Liverpool di Liga Champions, pertandingan melawan Rangers pada 12 Oktober 2022 menjadi salah satu torehan terbaik untuknya secara individu. Sebab, ini merupakan satu-satunya laga ketika Salah mampu mengemas hattrick. Menariknya, Salah menciptakannya sebagai pengganti.
Saat itu, Liverpool hadir sebagai tamu di Ibrox untuk menjalani matchday ketiga fase grup UCL 2022/2023. Juergen Klopp menaruh Salah di bangku cadangan karena 4 hari setelahnya mereka akan berhadapan dengan Manchester City di English Premier League. Liverpool kemudian mengalahkan Rangers 7-1, tapi secara comeback.
Setelah kecolongan gol Scott Arfield (17’), Liverpool membalikkan keadaan lewat Roberto Firmino (24’, 55’) dan Darwin Nunez (66’). Salah lantas menggantikan Nunez pada menit 68 dan mengemas hattrick-nya pada menit 76, 80, serta 81. Harvey Elliott kemudian menutup pesta gol (87’). Empat hari berselang, Liverpool menang atas Manchester City berkat gol tunggal Salah.
3. Mohamed Salah menyumbang satu gol pada final UCL 2018/2019
Mohamed Salah benar-benar menjadikan kegagalan pada final Liga Champions 2017/2018 sebagai motivasi. Sebab, ia berhasil membawa Liverpool kembali ke partai puncak pada musim berikutnya. Salah menyumbang 4 gol dan 2 assist dalam perjalanan mereka dari mulai laga pertama pada fase grup hingga semifinal.
Liverpool sebetulnya hampir saja gagal ke final. Sebab, mereka kalah 0-3 dari Barcelona pada leg pertama semifinal. Pada leg kedua, Salah tidak bisa bermain akibat mengalami cedera kepala. Namun, Jordan Henderson dan kolega menciptakan salah satu momen terbaik dalam sejarah sepak bola dengan menang 4-0 di Anfield.
Salah lantas kembali bugar ketika Liverpool memainkan final melawan Tottenham Hotspur di Metropolitano pada 1 Juni 2019. Ia langsung membawa mereka unggul pada menit kedua. Salah sukses mengeksekusi hadiah penalti yang berasal dari handball Moussa Sissoko. Divock Origi menambah satu pada menit 87 sebelum Liverpool resmi mengangkat trofi. Salah sendiri bermain penuh.
Salah tidak mampu mengakhiri musim terakhirnya di Liverpool dengan hasil yang memuaskan di UCL. Namun, ia setidaknya sudah berhasil mengantarkan mereka menjadi juara. Salah bahkan mencetak gol pada final. Momen tersebut dan 2 momen lain di atas merupakan 3 dari sederet legasinya yang begitu banyak.

















