Panpel Persija Ungkap Alasan Sebenarnya VAR Mati saat Lawan PSM

- Ketua Panpel Persija, Ferry Indrasjarief, menjelaskan VAR mati saat laga melawan PSM karena server utama mengalami gangguan di luar kendali panitia pertandingan.
- Ferry menegaskan perangkat VAR bukan milik panpel, melainkan disediakan oleh operator liga, sementara panpel hanya bertanggung jawab pada fasilitas pendukungnya.
- Persija menghadapi tantangan teknis karena belum memiliki stadion tetap, sehingga penyiapan ruang dan perangkat VAR harus dilakukan secara berpindah-pindah setiap laga kandang.
Jakarta, IDN Times - Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief menjelaskan, pangkal matinya Video Assistant Referee (VAR) saat 'Macan Kemayoran' menjamu PSM Makassar, 20 Februari 2026 lalu.
Dalam laga bertajuk pekan 22 Super League 2025/26 itu, VAR tidak aktif sehingga tak bisa dipakai saat laga Persija lawan PSM. Sontak, hal tersebut menghadirkan pertanyaan tersendiri.
1. Panpel menjawab keresahan tersebut

Terkait alasan sebenar-benarnya VAR tak berfungsi, Ferry menyebut, server dari VAR tersebut mati jelang laga. Ketika server mati, itu sudah di luar kuasa panpel Persija.
"VAR itu sempat dicoba sebelumnya masih bisa berjalan. Tapi saat pertandingan berlangsung, ternyata hanya bertahan sekitar dua jam lalu mati. Kalau memang servernya mati, itu sudah di luar kuasa kami,” ujar Ferry kepada awak media.
2. Alat VAR memang bukan dari panpel

Ferry menjelaskan, alat VAR itu bukan berasal dari panpel, melainkan dari I.League selaku operator liga. Tugas panpel hanya memastikan seluruh fasilitas pendukung untuk VAR siap.
"Tugas dan kewajiban kami dari panpel adalah menyiapkan semua pendukungnya supaya VAR bisa berjalan, mulai dari genset, listrik, sampai ruangan khususnya. Peralatannya bukan dari kita,” kata Ferry.
3. Mobilitas kandang Persija jadi tantangan
Khusus bagi Persija, Ferry menyebut tantangan penggunaan VAR itu ada pada mobilitas kandang Persija. Sebab, Persija tak berkandang di satu stadion saja musim ini.
"Kalau kami punya stadion yang menetap, mungkin kami bisa meminta satu ruangan permanen untuk menempatkan perangkat VAR. Khusus Persija, kami menyiapkan apa yang jadi tanggung jawab kami," kata Ferry.
















