Madrid vs Inter Emosional, Panggung Reuni Chivu dengan Sang Guru

- Inter Milan asuhan Cristian Chivu akan menghadapi Real Madrid yang dilatih mantan gurunya, Jose Mourinho, pada matchday pertama Liga Champions 2026/27 di Santiago Bernabeu.
- Chivu menegaskan Inter tidak akan meniru taktik Mourinho; ia ingin timnya mempertahankan identitas, berusaha mendominasi, dan mematahkan catatan buruk 60 tahun di Bernabeu.
- Menanggapi Mourinho, Chivu menyebut Liga Champions membutuhkan keberuntungan dan fokus tampil kompetitif, serta menolak membandingkan Inter saat ini dengan tim treble winners 2010.
Jakarta, IDN Times - Duel emosional langsung tersaji di matchday pertama Liga Champions musim 2026/27. Momen itu akan tercipta dalam laga Real Madrid kontra Inter Milan, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.
Pertemuan itu terasa emosional bagi pelatih Inter Milan, Cristian Chivu. Ia akan memimpin skuad anak-anak asuhnya bertandang ke Santiago Bernabeu, klub yang tengah dinahkodai oleh mantan gurunya sendiri, Jose Mourinho.
Perjalanan Chivu ke Bernabeu bak sebuah nostalgia manis, mengingat ia pernah meraih treble winners pada 2010 lalu saat masih menjadi anak asuh Mourinho. Fakta menariknya, ini pertemuan pertama Chivu dengan Mourinho sebagai lawan yang beradu taktik di pinggir lapangan.
1. Tolak jiplak taktik Mourinho, Chivu punya DNA sendiri
Bagi Chivu, Mourinho merupakan sosok yang sangat spesial dalam kariernya. Meski menaruh rasa hormat yang tinggi, pelatih asal Rumania ini membantah keras anggapan yang menilai gaya kepelatihannya meniru taktik pragmatis ala Mourinho.
"Saya tidak pernah meniru siapa pun. Saya punya ide sepak bola saya sendiri yang dibangun sejak menjadi pemain dan saat menangani sektor yunior," kata Chivu, dikutip Football Italia
Chivu menegaskan, memiliki identitasnya sendiri. Identitas itu siap dibuktikan saat menantang Madrid, sekaligus mengusung misi untuk mematahkan catatan kelam selama 60 tahun di Bernabeu.
"Kami akan melakukan yang terbaik tanpa mengubah jati diri kami. Kami ingin mendominasi dan tidak ada cara yang sempurna untuk menghadapi Real Madrid," ujar Chivu.
2. Sentil balik pujian Mourinho yang klaim Inter pantas juara
Sebelumnya, Mourinho sempat mengaku terkejut karena Inter urung menjuarai Liga Champions lagi sejak 2010. Mendengar pujian bernada sindiran tersebut, Chivu tak mau kalah dan langsung meresponsnya dengan kalimat menohok.
"Pertanyaan yang harus diajukan kepadanya adalah, apakah ia memang ingin Inter menang? Liga Champions itu kejam, bahkan mereka yang memenanginya pun butuh sedikit keberuntungan. Kami hanya ingin tampil kompetitif," ujar Chivu.
3. Ogah bandingkan Inter eranya dengan treble winners Mourinho
Sebagai mantan pemain yang terlibat langsung dalam sejarah treble 2010, Chivu menolak segala bentuk perbandingan antara eranya saat ini dengan masa emas Mourinho. Baginya, membandingkan dua tim dari dua era yang berbeda sangat tidak adil.
"Setiap tim hidup di masanya masing-masing. Ini adalah sekelompok pemain hebat yang ingin menulis halaman sejarah mereka sendiri. Mencapai dua final (sebelumnya) itu tidak pernah mudah," ujar pria 45 tahun tersebut.



















