Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Pelatih Klub Serie A yang Dipecat pada Awal Musim 2026/2027
ilustrasi pelatih sepak bola (unsplash.com/thwhoai)
  • Fiorentina memecat Fabio Grosso pada 6 September 2026 setelah tiga kekalahan Serie A membuat tim terpuruk di dasar klasemen, lalu menunjuk kembali Paolo Vanoli.
  • Bologna mengakhiri masa kerja Domenico Tedesco pada 16 September 2026 usai tanpa kemenangan dalam empat laga Serie A, dengan catatan tiga kekalahan dan satu imbang.
  • Carlos Cuesta meninggalkan Parma pada 27 September 2026 setelah awal musim inkonsisten: dua kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan dari tujuh pertandingan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak kejutan tercipta pada awal musim Serie A Italia 2026/2027. Salah satunya adalah didepaknya sejumlah juru taktik. Meski musim baru 2 bulan berjalan, buruknya performa tim membuat manajemen klub mengakhiri masa kerja beberapa pelatih. Per September 2026, ada tiga pelatih klub Serie A yang dipecat pada awal musim 2026/2027.

1. Fabio Grosso hanya bertahan 3 bulan di kursi pelatih Fiorentina

Fiorentina menunjuk Fabio Grosso pada Juni 2026. Setelah berhasil bertahan di Serie A bersama Paolo Vanoli, manajemen memutuskan menggantinya untuk penyegaran. Grosso yang menjanjikan bersama Sassuolo direkrut untuk menangani klub asal Florence ini. 

Namun, kiprahnya di Stadio Artemio Franchi hanya seumur jagung. Grosso gagal menghadirkan penampilan kompetitif pada awal 2026/2027. Sejatinya, laga debutnya sebagai pelatih berakhir dengan kemenangan 4-1 ketika bersua Benevento di Coppa Italia. Namun di Serie A, Fiorentina menderita tiga kekalahan yang berujung terjebak di dasar klasemen. 

Dengan performa buruk tersebut, manajemen memecatnya pada 6 September 2026. Menariknya, Fiorentina kembali mempekerjakan Paolo Vanoli yang sebelumnya tidak diperpanjang. Bisa dibilang, Fiorentina salah mengambil keputusan. Sebab, Vanoli membawa Fiorentina bangkit di Serie A dengan mencatatkan 1 kali menang dan 1 kali imbang. Ia juga membawa Fiorentina melaju jauh di Coppa Italia setelah mengalahkan Pisa lewat skor 3-0.

2. Domenico Tedesco juga gagal membawa Bologna kompetitif

Senasib dengan Fabio Grosso, Domenico Tedesco juga mesti angkat kaki setelah 3 bulan menjabat. Manajemen memecatnya setelah performa buruk Bologna pada awal 2026/2027. Padahal, Tedesco datang dengan label pelatih muda potensial. 

Sayangnya, Bologna memilih mengakhiri kontraknya lebih cepat. Dari 4 laga Serie A, Tedesco gagal menghadirkan kemenangan bagi Bologna. I Rossoblu mesti menderita 3 kekalahan dengan hanya sekali imbang. Pada 16 September 2026, Bologna resmi memecatnya. Sebagai gantinya, manajemen memilih Raffaele Palladino untuk menduduki kursi pelatih. 

Sebelumnya, Palladino menangani Atalanta pada 2025–2026. Namun, pelatih Italia ini menganggur setelah dipecat sebab tidak memenuhi ekspektasi finis di empat besar Serie A 2025/2026. Setelah tiga bulan tanpa klub, Palladino kembali ke pinggir lapangan bersama Bologna. Pada laga debutnya kontra Torino, Bologna hanya meraih hasil imbang. Meski begitu, hasil ini menjadi penanda kebangkitan Bologna setelah selalu kalah bersama Tedesco.

3. Carlos Cuesta meninggalkan Parma setelah inkonsisten pada awal musim

Carlos Cuesta melepas jabatannya sebagai pelatih Parma pada 27 September 2026. Keputusan mengakhiri kontraknya lebih cepat ini berdasarkan diskusi bersama klub. Setelah performa inkonsisten pada awal musim 2026/2027, juru taktik berpaspor Spanyol ini meninggalkan Stadio Ennio Tardini setelah setahun menjabat. 

Penampilan Parma pada awal musim memang jauh dari harapan. Dari 7 kali bertanding, Cuesta mencatatkan 2 kemenangan, 1 keimbangan, dan 4 kekalahan. Sejatinya, Parma memulai musim dengan positif saat mengalahkan Catania dengan skor 2-0 pada babak pertama Coppa Italia. Namun, performa Parma anjlok hingga mengalami lima laga tanpa kemenangan. 

Setelah menang pada laga pertama musim, Parma justru menderita 2 kekalahan di Serie A. Ini diikuti tersingkirnya mereka dari Coppa Italia setelah dibekuk Cremonese lewat skor 0-2. Sempat meraih poin dengan imbang kontra AC Monza, Parma kembali menelan kekalahan dari Como. Cuesta lalu bangkit dan membawa Parma menang 2-1 atas Genoa di Serie A. Namun, Cuesta memilih mundur setelah merasa gagal membawa tim bersaing pada awal musim.

Tiga pelatih di atas mesti mengakhiri tugasnya setelah kegagalan membawa tim bersaing . Meski baru awal musim 2026/2027, manajemen memutuskan mengakhiri kontrak mereka lebih cepat agar klub tidak semakin terpuruk. Dengan musim yang masih panjang, sejumlah pelatih berpotensi dipecat jika tidak memenuhi harapan klub. Akankah ada korban pemecatan lagi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article