3 Pelatih yang Dipecat setelah Piala Afrika 2025

- Thierry Mouyouma dipecat karena performa buruk Timnas Gabon di Piala Afrika 2025
- Sami Trabelsi dipecat meski berhasil membawa Tunisia ke Piala Dunia 2026
- Brama Traore hanya 14 bulan melatih Burkina Faso sebelum dipecat
Piala Afrika 2025 telah berakhir pada 18 Januari 2026 lalu. Senegal keluar sebagai juara dan meraih trofi Piala Afrika untuk kedua kalinya. The Lions of Teranga mengungguli 23 tim lain yang sama-sama bersaing memperebutkan gelar negara terbaik di sepak bola Afrika tersebut.
Persaingan ketat membuat sejumlah negara tersingkir dan gagal mencapai target. Sebagai bagian dari evaluasi, tiga negara memutuskan untuk memecat pelatih mereka setelah Piala Afrika 2025. Padahal, ada pelatih yang telah berhasil membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2026.
1. Thierry Mouyouma tergeser akibat proyek regenerasi besar-besaran Timnas Gabon
Timnas Gabon tampil mengecewakan di Piala Afrika 2025. Mereka tersingkir dengan status juru kunci grup F, di bawah Pantai Gading, Kamerun, dan Mozambik. Negara yang diperkuat Pierre-Emerick Aubameyang ini sama sekali tak meraih poin.
Performa buruk Gabon di Piala Afrika 2025 mendorong FEGAFOOT (Federasi Sepak Bola Gabon) untuk melakukan regenerasi besar-besaran. Mereka memutuskan untuk tak memanggil lagi sejumlah pemain senior dan lebih fokus dalam pengembangan pemain muda. Thierry Mouyouma yang berstatus sebagai pelatih di Piala Afrika 2025 juga ikut terseret dan akhirnya dipecat.
Pemecatan itu terjadi pada 1 Januari 2026, 3 hari setelah Gabon tersingkir di Piala Afrika 2025. Keputusan itu mengakhiri 2,5 tahun (2023–2026) kiprahnya bersama The Panthers. Gabon sendiri merupakan tim pertama yang dilatih Mouyouma dalam karier kepelatihannya. Per 21 Januari 2026, Gabon belum menunjuk pelatih baru.
2. Sami Trabelsi dipecat meski berhasil membawa Tunisia ke Piala Dunia 2026
Tunisia menjadi salah satu negara yang diunggulkan di Piala Afrika 2025. Akan tetapi, penampilan tim asal Afrika Utara ini jauh dari kata memuaskan. Pada fase grup, mereka hanya meraih 4 poin dari hasil 1 kemenangan, 1 keimbangan, dan 1 kekalahan. Beruntungnya, mereka lolos ke 16 besar sebagai peringkat 2 grup C.
Pada 16 besar, Tunisia bertemu dengan Mali. Pada laga kali ini, mereka tersingkir karena kalah melalui adu penalti dengan skor 3-4. Sebelumnya mereka bermain selama 120 menit dengan skor 1-1. Hal ini membuat Sami Trabelsi dipecat dari 5 Januari 2026. Itu mengakhiri 1 tahun (2025–2026) pengabdiannya di The Carthage Eagles.
Jika melihat rekam jejaknya, Trabelsi berhasil memberikan dampak positif bagi Tunisia. Bahkan, ia membawa tim ini lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, penampilan buruk di Piala Afrika tetap membuat CAF (Federasi Sepak Bola Tunisia) risau terhadap nasib negaranya di Piala Dunia 2026. Oleh karena itu, mereka memecat Trabelsi dan menggantinya dengan Sabri Lamouchi.
3. Brama Traore hanya 14 bulan melatih Burkina Faso
Burkina Faso merupakan tim pertama yang dilatih oleh Brama Traore dalam kariernya. Pelatih berusia 63 tahun itu ditunjuk sebagai pelatih The Stallions pada 12 November 2024. Namun, pada 14 Januari 2026, ia dipecat karena gagal membawa Burkina Faso menembus Piala Dunia 2026 dan gugur pada 16 besar Piala Afrika 2025.
Pada Piala Afrika 2025, Burkina Faso disingkirkan oleh Pantai Gading dengan skor 0-3. Padahal, jika melihat performa pada fase grup, penampilan Burkina Faso cukup memuaskan. Mereka meraih 6 poin dan bertengger di posisi 2 di grup E. Saat ini, Burkina Faso telah menunjuk Idrissa Malo Traore sebagai pelatih baru.
Ketiga pelatih ini menjalankan tugas yang sangat berat sebagai pelatih tim nasional. Apalagi, mereka berasal dari negara yang mereka latih. Mereka seolah-olah harus menanggung beban berat satu negara dalam dirinya.













