7 Pelatih yang Kembali ke Piala Dunia Bersama Tim Berbeda pada 2026

- Tujuh pelatih akan kembali tampil di Piala Dunia 2026, namun kali ini memimpin negara berbeda di ajang yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
- Nama-nama seperti Carlos Queiroz, Sabri Lamouchi, Graham Arnold, Gustavo Alfaro, Vladimir Petkovic, Marcelo Bielsa, dan Roberto Martinez menjadi sorotan karena pengalaman mereka di edisi sebelumnya.
- Para pelatih tersebut membawa misi besar untuk mengulang atau melampaui prestasi masa lalu dengan memanfaatkan pengalaman mereka dalam turnamen paling bergengsi dunia itu.
Piala Dunia bukan hanya ajang impian bagi pemain, melainkan juga pelatih. Di Piala Dunia 2026 nanti, tujuh juru taktik akan kembali mencicipi kompetisi paling prestise ini. Namun, tidak seperti pengalaman sebelumnya, mereka bakal memimpin negara yang berbeda di ajang yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu.
1. Ghana merupakan negara ketiga yang dilatih Carlos Queiroz di Piala Dunia
Ghana menunjuk Carlos Queiroz sebagai pelatih barunya pada 13 April 2026. Pria asal Portugal berusia 73 tahun itu menggantikan Otto Addo yang dipecat sebulan sebelumnya. Pengalaman Queiroz jelas akan sangat bermanfaat bagi Ghana di Piala Dunia 2026. Sebab, ia sudah berkiprah di ajang ini dalam empat edisi. Sosok yang pernah menjadi asisten Alex Ferguson di Manchester United tersebut memimpin tanah airnya pada 2010 dan Iran pada 2014, 2018, dan 2022.
2. Sebelum Tunisia, Sabri Lamouchi pernah memimpin Pantai Gading di Piala Dunia 2014
Sabri Lamouchi baru melatih Tunisia sejak 14 Januari 2026. Pria kelahiran Prancis keturunan Tunisia ini dipilih untuk menggantikan Sami Trabelsi. Tunisia merupakan tim nasional kedua yang diasuh Lamouchi. Sebelumnya, ia pernah menukangi Pantai Gading pada 2012—2014 yang sekaligus merupakan pekerjaan pertamanya sebagai pelatih. Ia membawa mereka menang 2-1 atas Jepang pada partai perdana fase grup Piala Dunia 2014. Namun, setelahnya, mereka kalah 1-2 dari Kolombia dan Yunani.
3. Graham Arnold membawa Irak lolos ke Piala Dunia 2026 setelah melakukannya bersama Australia pada 2022
Graham Arnold meninggalkan Timnas Australia pada 2024. Ia sudah melatih negaranya tersebut dari 2018. Arnold membawa mereka lolos ke Piala Dunia 2022 dan kalah pada 16 besar dari Argentina yang akhirnya menjadi juara. Setelah setahun menganggur, Arnold lantas menerima tawaran dari Irak. Ia sukses mempersembahkan tiket fase final Piala Dunia 2026 berkat kemenangan 2-1 atas Bolivia pada play-off.
4. Gustavo Alfaro melatih Ekuador di Piala Dunia 2022 dan Paraguay di Piala Dunia 2026
Gustavo Alfaro mencicipi bekerja di level internasional usai menerima tawaran dari Ekuador pada 2020. Pria asal Argentina ini lantas membawa mereka lolos ke Piala Dunia 2022. Sayangnya, Alfaro gagal membuat Ekuador lolos dari fase grup. Federasi kemudian memecatnya pada Januari 2023. Alfaro kembali bekerja pada November 2023 dengan menukangi Kosta Rika. Namun, ia pindah ke Paraguay pada Agustus 2024. Berkat kinerja Alfaro, Paraguay pun bakal bermain lagi di Piala Dunia pada 2026 ini setelah terakhir kali merasakannya pada 2010.
5. Vladimir Petkovic berkiprah di Piala Dunia 2018 bersama Swiss dan kembali pada 2026 dengan melatih Aljazair
Vladimir Petkovic debut sebagai pelatih di Piala Dunia pada 2018 bersama negaranya, Swiss. Mereka melangkah sampai 16 besar. Petkovic kemudian dipecat akibat kekalahan dari Spanyol pada perempat final Euro 2020. Setelah melatih Bordeaux pada 2021—2022, Petkovic kembali ke pinggir lapangan dengan memimpin Aljazair mulai 2024. Petkovic berhasil membawa Aljazair lolos ke Piala Dunia 2026 usai mereka absen dalam dua edisi sebelumnya.
6. Uruguay merupakan negara ketiga yang dilatih Marcelo Bielsa di Piala Dunia
Marcelo Bielsa akan berkiprah di Piala Dunia untuk ketiga kalinya pada 2026 nanti. Ia bakal melakukannya bersama Uruguay. Pria asal Argentina ini melewati dua pengalaman sebelumnya dengan tim berbeda. Ia memimpin negaranya pada edisi 2002 dan gagal membuat mereka lolos dari fase grup. Pada 2010, Bielsa membawa Chile melaju sampai 16 besar.
7. Roberto Martinez melatih Portugal di Piala Dunia 2026 setelah memimpin Belgia dalam dua edisi sebelumnya
Roberto Martinez membawa Belgia berakhir sebagai tim peringkat ketiga di Piala Dunia 2018. Pencapaian tersebut menurun drastis 4 tahun berikutnya. Mereka gagal untuk sekedar lolos dari fase grup di Piala Dunia 2022. Pada 2026 nanti, arsitek asal Spanyol ini akan memimpin Portugal. Martinez sendiri mulai melatih Portugal pada 2023.
Ketujuh pelatih di atas memiliki tugas besar untuk bisa mempersembahkan hasil terbaik bagi tim masing-masing di Piala Dunia 2026. Salah satu cara untuk meraihnya tentu adalah dengan memaksimalkan pengalaman sebelumnya di ajang ini meski saat itu mereka memimpin negara yang berbeda.



















