Kiprah Meksiko di Piala Dunia sebelum 2026, Siap Jadi Tuan Rumah Lagi?

- Meksiko otomatis lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai tuan rumah dan tergabung di Grup A bersama Ceko, Afrika Selatan, serta Korea Selatan.
- Dalam sejarahnya, Meksiko sering terhenti di fase grup dan babak 16 besar, termasuk tujuh kali beruntun pada edisi 1994–2018.
- Pencapaian terbaik Meksiko adalah mencapai perempat final dua kali saat menjadi tuan rumah pada 1970 dan 1986, yang kini jadi motivasi menghadapi Piala Dunia 2026.
Meksiko lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2026 sebagai salah satu tuan rumah. Mereka akan bersaing dengan Ceko, Afrika Selatan, dan Korea Selatan di grup A. Duel antara Meksiko dan Afrika Selatan pada Jumat (12/6/2026) pukul 02:00 WIB akan menjadi laga pembuka ajang ini. Ini sekaligus menjadi ketiga kalinya bagi Meksiko bertindak sebagai tuan rumah.
Status sebagai tuan rumah dan tampil di hadapan pendukung sendiri menjadi modal penting bagi Meksiko untuk berbicara banyak. Jika mampu tampil konsisten sejak awal, bukan tidak mungkin mereka mampu mencatatkan prestasi yang lebih baik dibanding edisi-edisi sebelumnya. Berikut kiprah Meksiko di Piala Dunia sebelum 2026.
1. Meksiko terhenti pada fase grup dalam delapan edisi
Terhitung sejak tampil di Piala Dunia pada edisi pertama (1930) hingga 2022, Meksiko telah tampil di ajang ini dalam 17 edisi berbeda. Namun, langkah mereka lebih sering terhenti pada fase grup. Itu termasuk masa-masa awal dalam keikutsertaan di ajang ini.
Dalam enam keikutsertaan pertama mulai 1930 hingga 1966, langkah Meksiko selalu terhenti pada fase grup. Pencapaian tak maksimal tersebut kembali terjadi pada 1978. Meksiko hanya finis di peringkat terakhir ketika bersaing dengan Polandia, Jerman, dan Tunisia.
Setelah lebih dari 4 dekade, Meksiko kembali merasakan pahitnya terhenti pada fase grup Piala Dunia 2022. Kegagalan untuk lolos ke babak 16 besar terjadi secara dramatis. Mereka harus puas finis di peringkat 3 dengan torehan 4 poin, sama dengan Polandia yang finis di peringkat 2 dan lolos lantaran unggul produktivitas gol.
2. Langkah Meksiko terhenti pada babak 16 besar sebanyak 7 kali
Meksiko mencatatkan pencapaian yang stagnan di Piala Dunia dalam tujuh edisi beruntun pada 1994–2018. Pada periode ini, perjuangan mereka selalu terhenti pada babak 16 besar. Menariknya, ada negara yang mengubur mimpi Meksiko dalam dua edisi beruntun.
Perjuangan Meksiko dihentikan Argentina dalam dua edisi beruntun pada 2006 dan 2010. Langkah mereka juga pernah terhenti secara dramatis lewat adu penalti saat bertemu Bulgaria pada 1994. Lalu, empat negara lainnya yang pernah menghentikan langkah Meksiko pada babak 16 besar ialah Jerman, Amerika Serikat, Belanda, dan Brasil.
3. Meksiko melaju ke perempat final dalam dua edisi sebagai tuan rumah
Pencapaian terbaik Meksiko di Piala Dunia ialah melaju hingga perempat final. Tak cukup sekali, mereka melakukannya dalam dua edisi berbeda. Menariknya, Meksiko selalu mencapai perempat final sebagai tuan rumah.
Pada 1970, Meksiko melaju ke perempat final usai finis sebagai runner-up di grup 1. Namun, mereka tak mampu berbuat banyak ketika berduel dengan Italia pada perempat final. Skuad yang kala itu ditangani Raul Cardenas dibantai 1-4.
Meksiko kembali tampil di hadapan pendukung sendiri di Piala Dunia 1986. Setelah menjadi juara grup B, mereka menyingkirkan Bulgaria dengan skor 2-0 pada babak 16 besar. Langkah mereka dihentikan Jerman dengan skor 1-4 pada perempat final.
Meksiko kembali tampil di hadapan pendukung sendiri di Piala Dunia pada 2026. Dukungan penuh publik di kandang sendiri tentu diharapkan mampu menjadi dorongan moral bagi El Tri untuk melangkah lebih jauh. Selain itu, pengalaman sukses menembus perempat final dalam dua edisi sebelumnya sebagai tuan rumah bisa menjadi suntikan motivasi tambahan. Jika mampu memanfaatkan keuntungan tersebut dengan baik, Meksiko berpeluang menciptakan kejutan pada turnamen kali ini.


















