4 Pelatih Spanyol di Final Kompetisi Eropa 2025/2026

- Empat pelatih asal Spanyol berhasil membawa timnya ke final kompetisi Eropa 2025/2026, menunjukkan dominasi besar mereka di kancah sepak bola benua biru.
- Inigo Perez bersama Rayo Vallecano, Unai Emery dengan Aston Villa, serta Mikel Arteta dan Luis Enrique di Liga Champions menjadi sorotan utama musim ini.
- Pertemuan Arteta dan Enrique di final Liga Champions memastikan trofi jatuh ke tangan pelatih Spanyol, menegaskan era keemasan manajer asal negeri Matador.
Spanyol merupakan salah satu produsen pelatih sepak bola papan atas. Salah satu buktinya tersaji pada final kompetisi Eropa 2025/2026. Sebanyak 4 dari 6 finalis memiliki pelatih berkebangsaan Spanyol. Sementara dua pelatih lainnya, Oliver Glasner dan Julian Schuster, berasal dari Jerman. Berikut empat pelatih Spanyol yang membawa timnya tampil di final kompetisi Eropa 2025/2026.
1. Inigo Perez membawa Rayo Vallecano menembus final Liga Konferensi Eropa
Inigo Perez berhasil membawa Rayo Vallecano melangkah ke final Liga Konferensi Eropa 2025/2026. Rayo mengalahkan wakil Prancis, Strasbourg pada semifinal dengan agregat 2-0. Tim berjuluk Los Franjirrojos tersebut menang dengan skor identik 1-0 pada pertandingan kandang dan tandang.
Rayo tampil apik sejak fase liga di bawah arahan Perez. Mereka menempati peringkat kelima dengan koleksi 13 poin dari 4 kemenangan, 1 keimbangan, dan 1 kekalahan. Pada fase gugur, mereka mengatasi perlawanan Samsunspor dan AEK Athens sebelum menang atas Strasbourg.
Pada pertandingan final, Rayo sudah ditunggu lawan yang cukup tangguh, Crystal Palace. Jika berhasil menang atas wakil Inggris tersebut, Perez akan membawa Rayo sebagai tim Spanyol pertama yang menjuarai Liga Konferensi Eropa. Itu juga akan menjadi trofi pertamanya sebagai pelatih.
2. Unai Emery mengincar gelar juara kelima di Liga Europa bersama Aston Villa
Unai Emery membawa Aston Villa menembus final Liga Europa 2025/2026. Tim berjuluk The Lions tersebut membantai Nottingham Forest dengan skor 4-0 pada leg kedua di kandang sendiri. Sebelumnya, mereka takluk 0-1 pada leg pertama.
Keberhasilan Emery membuatnya pantas disebut sebagai penguasa Liga Europa. Bagaimana tidak. Emery telah 4 kali menjuarai turnamen kasta kedua Eropa tersebut dari 5 lawatan ke final. Ia meraih 3 gelar juara bersama Sevilla dan 1 gelar juara bersama Villarreal. Satu-satunya kekalahan yang diderita Emery pada final terjadi ketika Arsenal takluk 1-4 dari Chelsea pada 2018/2019.
Aston Villa sudah ditunggu SC Freiburg pada partai final yang akan dihelat di Besiktas Stadium, Istanbul, Turki. Wakil Jerman tersebut menundukkan Braga dengan agregat 4-3 pada semifinal lainnya. Emery siap mengantar Aston Villa meraih trofi kompetisi Eropa pertama sejak menjuarai Piala Champions 1981/1982.
3. Mikel Arteta mengantar Arsenal masuk ke final Liga Champions pertama setelah 20 tahun
Penantian panjang Arsenal selama 20 tahun untuk kembali ke final Liga Champions Eropa akhirnya terwujud pada 2025/2026. Arsenal melaju ke final setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan agregat tipis 2-1. Sosok yang berjasa mengantar Arsenal mencapai prestasi tersebut tak lain adalah, Mikel Arteta.
Langkah Arsenal tak akan mudah untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah tim. Hal itu karena lawan yang mereka hadapi adalah sang juara bertahan, Paris Saint-Germain (PSG). Wakil Prancis tersebut sukses menundukkan Bayern Munich pada semifinal dengan agregat 6-5.
Arteta mengikuti jejak Arsene Wenger yang pernah membawa Arsenal menembus final pada 2005/2006. Sayang, ketika itu The Gunners kalah 1-2 dari Barcelona. Kartu merah Jens Lehmann pada babak pertama membuat pertandingan berjalan sulit bagi Arsenal.
4. Luis Enrique siap mempertahankan gelar juara Liga Champions bersama Paris Saint-Germain
Paris-Saint Germain asuhan Luis Enrique menjadi lawan Arsenal pada final Liga Champions 2025/2026. PSG berhasil memenangi duel ketat pada semifinal menghadapi wakil Jerman, Bayern Munich. Le Parisiens menang 5-4 pada leg pertama dan bermain imbang 1-1 pada leg kedua.
Enrique telah tampil di final Liga Champions sebanyak tiga kali sebagai pelatih. Ia membawa Barcelona juara pada 2014/2015 dengan mengalahkan Juventus 3-1. Pada 2024/2025, Enrique membawa PSG mempermalukan Inter Milan dengan skor telak 5-0. Gelar juara tersebut siap dipertahankan ketika bertemu Arsenal pada final 2025/2026.
Jika menjadi juara, Enrique akan menjadi pelatih tersukses kedua dalam sejarah Liga Champions dengan tiga gelar juara bersama Pep Guardiola, Bob Paisley, dan Zinedine Zidane. Mereka hanya kalah dari Carlo Ancelotti yang meraih lima gelar juara. Enrique juga akan menjadi pelatih pertama yang meraih gelar juara secara back to back setelah Zidane pada 2016--2018.
Dominasi pelatih Spanyol begitu nyata pada tiga final kompetisi Eropa 2025/2026. Pertemuan Mikel Arteta dan Luis Enrique memastikan pelatih Spanyol akan menjadi pemilik trofi Liga Champions. Lantas, mampukah Unai Emery dan Inigo Perez melengkapi kesuksesan pelatih Spanyol di Eropa musim ini?


















